baruku-1

Yang kecil memang lebih lezat

    Entah apa yang terjadi di dunia ini, yang dewasa semakin sulit diberitahu. Atau mungkin karena kesoktahuan mereka dan meremehkan yang kecil. Dengan dalih, yang dewasa sudah banyak pengalaman. Jadi, yang kecil ngekor saja di belakang. Yang kecil pun pada akhirnya tidak akan pernah berani mencoba, karena lingkungan sosialnya telah membentuknya dengan mencegah dan mematahkan semua pendapatnya. Hampir, mereka yang mengatas namakan sebagai orang besar sudah lupa. Padahal, kebesaran pengalaman mereka telah dibesarkan oleh nakalnya mereka mencoba dan terus mencoba hal yang kecil sedari usia masih kecil.
     

    Bermimpi sebenarnya tidak harus besar apalagi setinggi langit. Lebih dari itu, bermimpilah dari hal-hal yang kecil. Yang kecil, tapi lebih ‘terasa’ lebih bermanfaat. Dengan merasa lebih bermanfaat, maka semangat antusias akan semakin meningkat. Daripada mimpi yang besar, namun hanya dilarikan ke saku bajunya sendiri.
    Jadi, karena dunia penuh keserakahan, penuhilah kebersyukuran akan hal-hal yang kecil. Dengan belajar sukses dari yang kecil; bagaimana bersyukuri, memanfaatnya sebaik mungkin, memaksimalkannya, dan berguna pada orang lain pada umumnya. Maka, seseorang sudah dapat dikatakan telah dalam perjalan memantaskan diri untuk mendapatkan impian yang lebih besar.
    Bayangkan, jika seseorang tidak mampu memanfaatkan sejam waktunya (yang dianggap kecil dibanding dari jumlah keseluruhan waktu hidupnya). Maka, mustahil ia akan dapat memanfaatkan seluruh waktu hidupnya.
    Seseorang yang tak mampu digerakkan oleh jiwanya, sebenarnya kesuksesan mereka didapat secara instan. Walau pun, mereka telah menyiasati dengan menggerakkan diri mereka agar jiwa mereka tergerak pula. Sebenarnya, ada sulusi dari itu. Mulailah dari hal yang kecil. Jiwa yang secara berulang-ulang dibentuk oleh pembalajaran terhadap hal-hal yang kecil dan berlangsung terus-menerus, pada akhirnya akan dapat membentuk magnet untuk menarik impian yang lebih besar. Bentuklah jiwamu, baru jiwamulah yang akan membentukmu.
    Dari membentuk jiwa, akan timbul keyakinan yang lebih yakin seyakin yakinnya. Dari kebiasaan mengganggap apa yang dihadapinya selalu berhasil, dan pada kenyataannya memang berhasil. Maka, keberhasilan akan yang kecil inilah akan menambah makna tersendiri bagi setiap individu.
    Makna dan kepercayaan bahwa anggapannya tercapai dengan “dibuktikan” oleh kesuksesan kecil, akan mendorongnya menuju kepada impian yang lebih besar sedikit demi sedikit secara otomatis. Mengingat, pikiran seseorang yang seringkali menghalanginya menuju langkah-langkah keimpian. Alasan banyak menghantui bayang-bayangnya. Lah, dengan kesuksesan kecil yang banyak inilah alasan ini dapat ditembak dan dikendalikan. Seseorang hanya perlu membuktikan kepada dirinya sendiri, bukan kepada orang lain. Membuktikan kepada dirinya akan menambah keyakinan. Setiap alasan yang tidak memberdayakan datang menghinggap pikiran, segera alihkan dan fokuskan pikiran kepada keberhasilan yang kecil. Fokuskan, sefokus fokuskan.
    Hampir, semua orang hanya akan melirit pada pembuktian, bukan pada omong kosong, atau tinta hitam di atas kertas. Jadi, seseorang hanya perlu membuktikan pada dirinya sendiri sebanyak mungkin, walau pun hanya berupa kesuksesan mencapai kesuksesan kecil. Jadi, jangan terlalu tinggi bermimpi, tapi tinggikanlah kemauan untuk mencoba hal-hal yang kecil menuju impian yang lebih besar.

    242 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *