Yang Kecil lebih Berasa


    “kesenangan harus tetap menjadi sebuah sampingan atau tambahan semata, dan dapat hancur atau binasa saat kesenangan itu dijadikan sebagai tujuan utama”
    ~Viktor Frankl~

    Beberapa orang rela bersabar demi dapat memasukkan benang dengan tangan pada lubang pada jarum.  Seberapa lama pun, ia akan tetap berusaha agar dapat berhasil menyelesaikan tugasnya tersebut. Sementara yang lain, rela meluangkan waktunya dengan menyingkirkan batu yang berada di jalan raya yang mungkin menciderai para pengendara yang melewatinya. Lalu, mengapa mereka begitu antusia melakukan itu semua yang remeh temeh? Bukankah ada hal lain dan menjanjikan lebih banyak manfaat?
    Justru karena hal tersebut begitu mudah terabaikan, akan juga sangat mudah untuk dilakukan. Ia kecil, namun tampak sangat berarti. Andaikata benang masih belum masuk pada lubang jarum, maka jarum tidak akan dapat menyatukan potongan kain. Begitu pun dengan pengendara yang tidak mau meluangkan waktunya menyinkirkan batu yang berada di jalan, batu tersebut akan dapat mencelakai banyak orang. Ini berarti, sekecil apa pun pasti selalu memiliki manfaat yang tidak dapat ditinggalkan, bahkan berperan lebih penting terhadap sesuatu yang kita anggap sangat besar dan anggap penting.
    Perhatikanlah bagaimana perubahan cuaca pada bagian tertentu dari bumi ini akan mempengaruhi bagian bumi lainnya. Begitu dahsyatnya hal kecil namun berakibat hal yang lebih besar. Yang kecil ini tak hanya sebatas apa yang kita pandang sebelah mata, bahkan dipandang sebelah pikiran pun juga termasuk hal yang kecil. Dari ini semua, seharusnya kapan pun kita berada dan di mana pun, diusahakan untuk selalu memiliki inisiatif memberikan nilai tambah dan melakukan sesuatu yang lebih baik terhadap lingkungan sekitar kita.
    Seberapa seringkah kita meremehkan hal-hal yang kecil, bukankah dunia ini dibentuk oleh hal-hal yang kecil. Jalan raya diawali dengan adanya jalan setapak yang semakin hari semakin melebar. Jalan setapak pun diawali hanya karena orang sering melewati jalanan tersebut kemudian semakin sering jalan tersebut dilalui, semakin terang lah bekas pada tanah yang masih lapang. Alhasil, ketika hal yang kecil dilakukan secara berulang, maka ia akan tampak sangat berarti. Sekali pun pada setiap hal kecil tadi terasa sangat ringan seakan tak tampak langsung menghasilkan pada sesuatunya. Gabungan dari gerakan kecil akan memiliki sebuah arti yang besar. Begitu pun dengan ‘gabungan sebuah usaha’ akan memiliki arti yang sangat berarti.
    Perubahan besar yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita akan dapat terealisasikan jika kita mau mengundangnya dengan cara “lakukanlah sekarang juga,  dan lakukan sesering mungkin”. Dan dari perubahan kecil-kecilan ini yang kita perhatikan dengan seksama akan berdampak pada perubahan besar. Lihatlah bagaimana ketelitian orang china dalam berdagang. Mereka sangat memperhatikan betul terhadap hal-hal yang kecil sekalipun.

    Mungkin kita berfikiran jika melakukan hal yang besar pasti akan berakibat pada hal yang besar pula. Seakan ada kepastian bahwa jika begini maka akan begitu. Kenyataannya, hidup itu tidak selalu bisa diramalkan. Selalu ada beberapa faktor yang mempengaruhi ke arah yang diharapkan atau menjauhi dari harapan. Faktor tersebut biasanya merupakan faktor yang luput dari perhatian kita, yang berupa faktor-faktor kecil namun cukup berpengaruh karena terjadi secara berulang kali. Dan seiring waktu, faktor kecil ini selalu bertambah, tidak tetap. Setiap detik pun dari hidup kita akan berpengaruh terhadap menit dari hidup kita, menit mempengaruhi jam, hari mempengaruhi bulan dan bulan mempengaruhi tahun. Kesimpulannya, hidup itu berawal dari hal yang kecil, maka ketika kau sudah besar jangan lupa dari mana asalmu, agar kamu bisa mempertahankan kebesaranmu tersebut.

    740 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Satu tanggapan untuk “Yang Kecil lebih Berasa”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *