fgf-1

Tips Ngendaliin Emosi Negatif

    Pernah
    tidak, kamu sedang dikibuli sama orang? Misalnya dikata-katain denga kata-kata
    yang sangat menyayat hatimu. Atau, ada orang tiba-tiba nggak sengaja ngeluarin
    gas beracun pas kamu desek-desekan di dalam bus. Pasti pernah kan! Lalu,
    bagaimana perasaanmu? Pasti ada kamu marah, geram, tapi ada juga yang pasrah
    sambil mangap-mangap ngirup kentut—kasin banget, hoby ngirup kentut kalee.

    Kasus
    selanjutnya, bila kamu ingin bantu temanmu yang lagi kesulitan ngendalikan
    amarahnya. Bisa baca tips renyah berikut ya… mau!! Intinya, apa saja emosi
    negatif yang tak bisa dikendalikan, segera ikuti langkah-langkahnya ya.
    Tips
    pertama #Hadapi. Ehem.. uhuk-uhuk, kok bisa? Kan ceritanya kamu takut tikus,
    kok malah disuruh nyamperin tikusnya!! Hallo mana mungkin bisa hadapi?  Hei teman, bila kamu dihadapkan dalam suatu
    suasan yang menakutkan, atau mengecewakan, atau ingin marah-marah sambil
    guling-guling di kasur—asal jangan di aspal, maka menghindarinya akan menambah
    emosi itu semakin menjadi-jadi. Misalnya, kamu takut nembak wanita—jangan pakai
    pistol beneran, jangan mundur, justru semakin mundur kamu nggak bakalan berani.
    Bahkan, rasa ‘takutmu’ akan bertambah dua kali lipat. Maka, hadapilah rasa
    takutmu itu langsung dengan cara nyamperin orang tuanya. Di jamin, kamu semakin
    PD.
    Tips
    kedua #Ngotak-ngatik penafsiran. Tahu tafsir mimpi? Iya, itu sejenis penafsiran
    akan apa yang tersirat atau maksud dari mimpi. Bisalnya, bila kamu mimpiin
    digigit anjing, itu tandanya ada semacam sihir yang akan datang kepadamu. Ih..
    serrem ya. Tapi aku nggak mau bicara tentang mimpi, namun membicarakan
    bagaimana kamu menafsirkan keadaan—atau masalahmu—yang memancing emosi negatif.
    Intinya, kamu Cuma perlu satu upaya mengubah sudut pandangmu dari sudut A ke
    sudut B. Dari bawah, pindah ke atas. Dari negatif, ke positif.
    Contoh
    nyatanya, ketika kamu kehilangan seseorang yang telah dinanti-nanti, bahkan
    bertahun-tahun lamanya. Tapi kenyataanya sekarang ia meninggalkanmu. Tentu kamu
    kecewa banget kan! Nah, coba penafsiranmu diubah sedikit, sehingga menjadi “Alhamdulillah,
    Allah sayang sama aku, dan Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik”.
    Amin… intinya, rubahlah ‘cara’ pandangmu terhadap masalah. Seperti Aa gym
    pernah katakan, “sebenarnya masalah itu bukanlah masalah, yang menjadi masalah
    adalah cara pandang kita terhadap masalah”.
    Tips
    ketiga #bumbuhkan Humor dan realistis.  Karena
    humor, suatu yang berat kan terasa ringa. Yang kompleks kan menjadi begitu
    sederhana. Biasanya, kita terlalu asyik dengan otak kiri yang berfikir logis. Sekali-kali,
    gunakanlah otak kanan agar kamu nggak mudah dikuasai oleh keadaan. Selanjutnya,
    untuk realistis itu berarti kamu tetap mempertahankan ‘harapan’ yang tertanam
    dalam jiwamu. Ketika kamu berada di titik terbawah, maka harapan itu tak boleh
    mati.
    Tips
    keempat #Selesaikan masalahmu. Daripada ribet-ribet ngendalikan emosi
    negatifmu, lebih baik selesaikan masalahmu. Misalnya, daripada kamu takut
    ditolak oleh some one, lebih baik kamu selesaian masalahmu bagaimana agar tidak
    ditolak olehnya. Misalnya, dengan cara ‘memantaskan diri’. Pantaskan dirimu
    untuknya, kalau dia pintar, kamu juga harus pintar dong.!!! Kog gitu? Karena seseorang
    biasanya akan merasa nyaman dengan latar belakang, atau apa pun yang sama. Sama-sama
    pintar, wuih anaknya juga sangat pintar.
    Terakhir,
    #percaya. Kamu harus percaya pada apa yang aku tulis ini, dan kamu harus
    percaya bahwa semuanya mudah untuk dilakukan. Karena pikiranmu, adalah sikapmu.
    Sip!! Tungguin artikel selanjutnya ya..

    224 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    14 tanggapan untuk “Tips Ngendaliin Emosi Negatif”

    1. yang repot itu kalau udah nyampek memantas mantaskan diri soal fisik
      kalau dia cantik,,kita harus jadi ganteng 😛
      operasi dulu…ehehehe
      bercanda

      kalau ditelaah..memantass mataskan sangat tepat…sebab laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik..bukankah demikian?

    2. biasanya emosi negatif itu cuma sesaat aja .. gue kalo abis emosi suka langsung istigfar -__- khila soalnya hahahha
      kadang suka nyesel jg abis emosi ..
      gak bisa ngendaliin gitu …

      semoga Tips lo ini bisa mencegah emosi deh gha .. 🙂 keep smileeee *lansungJogetCEsar

    3. super sekali pak Agha tipsnya tapi bener itu namanya dikibuli Gha??? @.@ baru denger..iye intinya coba ganti cara pandang kite gitu yak, soalnya suatu kenyataan juga tergantung sama orng yang ngeliatnya, tuh kenyataan mau dijadiin kenyataan yang pait apa kenyataan yang mengandung hikmah di dalamnya..behehehe…good writing pak Agha 😀

    4. kalo susah ngendaliin emosi ya biasanya paling gampang gak perlu dikendaliin. dikeluarin aja biar lega hehe. tp gue masih bingung hubungannya ngendaliin emosi sama memantaskan diri .__.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *