Teruslah Berusaha

    Jika saja kamu meluangkan waktu untuk hal yang memang benar-benar menjadi impianmu, disitulah kamu akan bisa menemukuan keahlianmu dengan terus mengasahnya setiap hari. Di setiap waktulah, adalah tempat kamu membangun mood dengan didasarkan kepuasan terhadap keahlian yang beru saja dimiliki. Ya, hampir selalu orang yang benar-benar kompoten di bidangnya selalu menemukan celah pada apa yang dilakukannya, dan selalu ada perasaan tidak puas di sisi lain.
    Dari ketidakpuasan itulah mendorongmu untuk mencari tahu tentang apa yang menyebabkan ketidak puasaan itu. Misalnya, kamu ingin mahir di bidang computer, ketika kau sudah mampu meluangkan waktu, kamu akan belajar dari sana banyak hal. Termasuk ketidakpuasanmu untuk memperbaiki computer, kamu akan fokus untuk terus menerus menemukan apa yang membuat computer berfungsi dengan sangat baik.
    Sayangnya, yang terjadi seseorang seringkali fokus kepada ketidakpuasan bias. Semacam ketidak puasan yang berakibat pada ketidakberdayaan untuk menemukan kepuasan dari hal yang belum terselesaikan dengan baik.  Ini disinyalir akibat sering membandingkan antara apa yang telah diusahakannya dengan apa yang telah dihasilkan dari usaha orang lain.
    Berpuas itu sendiri berarti menemukan pengakuan di dalam hatinya bahwa ini adalah “pengalaman terbaik”. Kamu harus belajar dari pengalaman yang tidak datang dua kali ini, pengalaman yang sangat bernilai. Dengan adanya pengakuan tersebut, sekali itu pulalah kamu tidak akan pernah menyia-nyiakan pengalamanmu tersebut.
    Yang membuat seorang tidak pernah maju, adalah tidak pernah belajar dengan sepenuh dirinya terhadap pengalaman kecil yang seringkali mendatangi dirinya. Padahal, dari sanalah banyak orang besar terlahirkan; yang menghargai begitu berharganya pengalaman kecil. Dan begitu berartinya ia bagi pengalaman yang berskala lebih besar.
    Tapi untunglah, jika kamu masih belum bisa menerima dengan apa yang telah kamu hasilkan ada semacam tips khusus yang membantumu ke arah kinerja yang lebih baik. Tidak lain adalah kenikmatan dalam bekerja, belajar, dan berproses dalam menggapai impianmu. Ketika kamu tidak menemukan kenikmatan dalam pekerjaanmu, ketika itu pula kamu tidak memiliki motivasi kuat untuk menyelesaikan pekerjaanmu tersebut.
    Keadaan asyiknya dan nikmatnya bekerja dinamakan dengan kondisi flow. Yaitu semacam gambaran mental yang bisa kamu ciptakan tak kala sedang mengerjakan apa yang semestinya kamu kerjakan dalam rentang waktu yang cukup. Bagaimana kamu menggambarkan pekerjaanmu itulah yang membentuk kondisi flow tersebut. Dan ia juga berfungsi untuk menggiringmu ke arah kinerja yang lebih baik.
    Pertanyaan selanjutnya, bagaimana pastinya flow tersebut dapat berkembang sehingga dapat membantuk semakin bergairah terhadap pekerjaanmu? Awalnya kamu harus bisa membentuk keterampulan baru dari pekerjaan yang kamu kerjakan, untuk kemudian menyatukannya ke dalam dirimu sendiri, menjadikan keterampilan tersebut adalah dirimu, bukan orang lain atau sesuatu yang ada di luar dirimu. Caranya, sadarilah bahwa kamu memang dilahirkan begitu. Ditakdirkan untuk mengerjakan apa yang kamu kerjakan, dan terampil di dalamnya.
    Dengan adanya penyatuan tersebut, konsentrasimu menjadi penuh pada pekerjaan, serasa berada di alur lintas waktu. Kamu merasakan begitu nikmatnya berduaan dengan pekerjaanmu, sebagaimana kamu merasa nyaman dengan dirimu sendiri. Nah, itu semua tidak bisa terlepas dari ‘tantangan’ yang dipandang positif, dengan menyadari bahwa tantangan tak selalu lebih sulit untuk ditaklukkan dengan kemampuan yang sudah dimiliki.
    Memposisikan tantangan pada porsi yang tepat, kondisi yang objektif tanpa merasa diri sendiri ciut akan tantangan itu. Ketika menerima tantangan sebagai suatu penghargaan tertinggi, maka menyia-nyiakan tantangan hanya akan memberikan tekanan pada dirimu sendiri. So, ambillah tantangan, dan bersyukurlah selain tantangan tersebut membuatmu maju lebih ke depan, juga tidak diberikan kepada siapa pun. Special tantangan tersebut diperuntukkan untukmu, untuk memudahkanmu menuju impian.
    Walau pun hadiah atas keberhasilanmu menyelesaikan tugas pekerjaan. Itu bukanlah pendorong terkuat untukmu. Yang mendorongmu paling setia, paling mengerti akan kondisimu sendiri adalah dirimu sendiri, orang lain hanya bisa membantumu saja. Termasuk tulisan-tulisan ini, ia membentumu menemukan daya pendorong terkuat di dalam dirimu. Pertanyaan selanjutnya adalah, jika semua keinginan sudah diungkapkan, dan pekerjaanmu terlaksanakan dengan baik, dimanakah sumber kepuasan terbesar?
    Pertama adalah tantangan yang mengasyikkan. Sebagaimana tersebut diatas. Kedua, rangsangan kreatif yang muncul tanpa diundang saat sedang dalam menyelesaian pekerjaanmu tersebut. Ketiga,adalah kebangaanmu, kebahagianmu, dan ketentraman yang kamu rasakan ketika pekerjaanmu berhasil lolos sampai garis finish. Dengan mendapatkan gelar tercepat, dan terbaik. Tidak asal selesai saja, tapi harus ada sesuatu yang serba plus-plus.
    Ingat, meyakinkan diri sendiri juga sama pentingnya dari beberapa hal yang menyebabkan kamu merasa puas dengan pekerjaanmu. Untuk apa kamu berhasil menyelesaikan pekerjaanmu tersebut, jika tak mampu meyakinkanmu bahwa kamu memang telah berhasil menyelesaikan pekerjaanmu tersebut. Ibaratkan seperti fatamorgana. Ia tampak ada, tapi hakekatnya ada. Lah, keyakinan jika tidak ada, akan menyebabkan pekerjaan itu berbalik arah dari makna fatamorgana. Yaitu, hakekatnya ada, tapi menjadi tidak ada (baca:tidak memberi kepuasan) karena tidak adanya keyakinan di dalam diri, bahwa menyelesaikan pekerjaan itu adalah prestasi terindah dari hidupmu.

    Penyelesaian yang dipandang positif akan memberikan kepuasan. Kepuasan akan memberi satu nilai pada penegasan akan kemampuan diri sendiri. Semakin kamu puas terhadap hasil dari pekerjaan, semakin kamu yakin terhadap dirimu;kemampuanmu, ke-ada-an dirimu sebagai manusia yang sempurna berikut kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Semakin banyak prestasi tergapai:menyelesaikan 

    740 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *