Tanpa Komitmen

    Manfaat yang tak terasa dampaknya secara kontan setelah kamu bekerja dapat menyebabkan tingkat komitmen semakin berkurang. Misalnya, kamu adalah seorang penyanyi, dan tak satupun yang memuji suaramu. Apa yang kamu rasakan, tentu kamu akan semakin tak berselera untuk berkomitmen terhadap hoby barumu; Menyanyi.
    Diibaratkan rumus perjumlahan dan pengurangan. Saat kamu memiliki angka kemudian diberikan tanda penjumlahan dengan angka lain, hasil akhirnya selalu lebih besar. Sebaliknya, hanya dengan mengganti tanda penjumlahan tadi dengan tanda pengurangan, hasil akhirnya selalu menjadi lebih kecil. Nah, ketika kamu percaya bahwa menyanyi adalah bakatmu, namu tak ada orang yang memujimu, itu diibaratkan orang lain memberikan tanda pengurangan. Dan jelas, hasilnya selalu lebih buruk daripada sebelumnya.
    Agar seseorang mengubah tanda itu yang dilekatkan pada dirimu, kamu harus meningkatkan angkamu sendiri menjadi lebih besar daripada angka yang orang lain berikan kepadamu. Berilah penghargaan setinggi-tingginya pada hoobymu, dan berilah kesempatan orang lain hanya mengurangi nilai dirimu dengan angka “nol”. Alhasil, kamulah sang pemenang.
    Oleh karena itu, jika orang lain tak menghargai dirimu—karena setiap orang membutuhkan penghargaan, pujian dan hadiah. Lalu kenapa kamu tambah kegagalanmu dengan mencaci maki hasil yang belum maksimal. Seharusnya, kau hargai dirimu sendiri, usahamu itu. Dan jika itu mendorongmu, lanjutkan!! Jika tidak, segera lakukan usaha lebih keras lagi agar pantas mendapatkan pujian dari orang lain.
    Dari itu, kamu bisa memili pilihan. Antara menjadi pribadi minus, atau pribadi yang plus-plus. Jika kamu memperburuk situasi atau masalah dengan perasaan, pikiran dan sikap yang negative. Itu berarti kamu sudah memilih secara tidak sadar akan kepribadian minus.
    Sebaliknya, pribadi yang plus-plus dan mendapatkan yang plus-plus juha, tidak lain sama sepertimu. Sama-sama dihadapkan dengan masalah, namun menyikapinya dengan lebih positif. Memperhatikan sikapnya, agar suasana tidak menjadi lebih buruk. Jika suasana lebih buruk, itu berarti komitmenmu menjadi lebih lenyap. Jika mampu diperbaiki, berarti mampu pula memberikan komitmen terhadap dirimu sendiri.
    Contohnya adalah dengan sikap agar tak mau menjadi aksesoris ruangan, tapi berkiprahlah dalam hidupmu. Hidupmu itu penting bagi orang lain. Begitu dibutuhkannya jasamu bagi orang lain. Perasaan yang buruk semisal, merasa dimanfaatkan orang lain, merasa tidak ada artinya apa yang telah diusahakan harus dibuang jauh-jauh, karena itu termasuk penghisap nomer wahid terhadap komitmen yang kamu bangun.  
    Selain itu juga, bertanggung-jawab atas keputusan yang kuat juga bisa membuatmu semakin berkomitmen. Saat kamu mengingat keputusanmu, kamu pasti juga ingat mengapa kamu memberi keputusan begitu. Emosimu pun mulai memuncak, komitmen pun berlahan mulai dapat dibangun lebih kokoh.
    Mudah-mudahan kamu bisa membagikan hasil yang kamu peroleh dari komitmenmu terhadap pekerjaan kepada orang lain. Keuntungan yang dibagikan selalu lebih awet daripada yang disembunyikan. Apalagi dijual mahal. Hei, jika kamu benar-benar ingin menambah satu point agar komitment itu tambah kokoh lagi, kamu harus bekerja seolah-oleh orang lain bergantung kepada apa yang kamu kerjakan, seolah-olah masa depanmu, ditentukan oleh apa yang kamu lakukan sekarang. Dan ini yang menyebabkan komitmen yang jatuh dapat dibangun kembali. Terlepas saat kamu harus merasa terkhianati, tidak dipercaya. Bahkan terkucilkan oleh siapa pun.

    546 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *