uh

Tahan Kunci Makna

    Gontor 1 Ponorogo, Pondok Modern KMI
    Tidak adanya makna bukan berarti memang telah tiada untuk selama-lamanya. Beberapa waktu yang perlu kau korbankan lagi, lagi lagi butuh beberapa upaya agar makna di dapatkan. Walau, ada juga yang secara kebetulan menemukan harta karun (baca;Makna) dengan tak disengaja.
    Semakin bertahan untuk terus mencari, semakin betah mengorbankan apa yang dimiliki. Yaitu, mengorbankan apa yang dicintai, misalnya mengorbankan istirahatnya untuk memikirkan makna di balik semua yang dilakuan.
    Bertahan atau tidaknya seseorang, tergantung seberapa besar cinta seseorang pada apa yang sedang dicarinya. Tidak adanya kecintaan, selalu membuat siapa pun, termasuk kamu mudah di kabulkan doanya agar segera diberi nikmat “kebosanan-melakuan apa pun”.
    Bertahanlah, kamu pasti mendapatkannya. Jika pintu rumah terus diketuk, pasti terbuka, asal ingat, “selamat rumah itu berpenghuni”. Lah, kalau sudah tahu rumah tidak berpenghuni masih saja dibuka, ya, tidak ada gunanya berapa kali pun kamu mengetuknya.
    Kesulitan mengerjakan sesuatu memberikan hikmah tersendiri, hanya dengan dihadapkan pada masalah, kamu akan menjadi semakin tegar, semakin menjadi seseorang yang berkembang. Diam tidan banyak membantumu, apalagi lari dari masalah. Masalah yang demikian bisa saja semakin membuatmu tambah besar jika tak segera dihadapi.
    Posisi makna itu sendiri terletak pada saat-saat kamu dihadapkan kesulitan. Bertahan dengannya memberimu peluang untuk menemukan hal yang bila dirasakan bisa menghilangkan segala macam rasa saat dihadapkan dengan kesulitan itu. Yaitu, penemuan makna.
    Berangkat dari makna, yang zero menjadi hero. Berangkat dari makna, yang kurang bisa menjadi lebih “aku bisa”. Tak hanya itu, banyak cerita mengai makna untuk bahagia. Bahagian memberimu energy baru, menggantikan energy yang lama agar segera pergi.
    Makna berarti menemukan hal yang terindah dari pekerjaanmu, melirik nilai-nilai keindahan tersebut, serta memasukkannya ke dalam diri sampai ia benar-benar menjadi bagian dari dirimu sendiri. Kamu perlu sekali membukukan makna yang didapatkan.
    Menuliskannya dengan tangan, akan membuatmu semakin ingat terhadap makna tersebut. Di tangan itulah, ada gerak. Pergerakan tangan sangat membantu bagi fungsi otak. Saat otak hanya menerima makna dari satu bentuk, yaitu berupa gambaran yang kamu terima, atau pendengaran yang kamu dengar. Sekali lagi, kamu memerlukan gerak tangan agar perasaanmu juga turut merasakan makna tersebut.
    Instansnya, saat kamu lelah dan merasa tak perdaya dengan pekerjaan, kamu akan secara otomatis “klik” seluruh makna yang penah tersimpan didalam memorimu akan segera keluar datang menghampirimu. Dan selalu cerewet untuk menyemangatimu. Tapi ada syaratnya, kamu harus fokus kepada pikiran tersebut, jangan biarkan pikiran apalagi perasaan negative membuatmu dikuasai, kamu harus menguasainya. Oke?

    213 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *