Sok Berkorban

    Orang yang sok mengorbankan waktunya demi impiannya jika tidak dengan baik hanya akan membuat pengorbanan tersebut tanpak sia-sia. Jangan asal-asalan berkendara, seperti jangan asal-asalan saat kamu harus mengorbankan segalanya demi impianmu. Sok mengorbankan waktu, padahal waktu itu belum tentu mengantarkan ke arah tujuan.

    Memang, terkadang yang berkorban layak disebut pahlawan. Contoh saja, waktu adalah segala-galanya. Mengorbankan dari sebagai besar waktunya untuk impian, sayangnya. Waktu yang banyak itu tidak dimaksimalkan, artinya kalau bisa dikerjakan dalam se-jam mengapa harus menghabiskan empat jam lamanya.
    Produktif okelah, tapi jika kamu tidak pernah berdisipline dalam menggunakan waktu, itu sama artinya kamu menghabiskan banyak waktu untuk hal yang tidak atau kurang mengena terhadap sasaran. Walau pun dua orang diberi waktu yang sama, misalnya si arief dan si beni diberi waktu sejam untuk membaca, walau pun si arief tampak lebih cepat menghabiskan lembar demi lembar dibanding beni. Kenyataannya, si arief belum tentu lebih produktif dibanding si beni.
    Karena, si arief tak memaksimalkan waktu seoptimal mungkin, dan si beni memanfaatkannya sebagaik mungkin dan tahu cara bagaimana membaca yang baik. Alhasil, pemahaman beni melebihi si arief. Satu jam bagi arief dan bagi beni berbeda, bagi beni satu jam itu harus digunakan dengan maksimal, harus digunakan sebaik mungkin dan harus dilakukan dengan penuh “keyakinan”. Sementara, si arief hanya yang penting banyak apa yang diselesaikannya dari lembaran buku tersebut.
    Nah, untuk itu, jika kamu belum yakin terhadap satu hal untuk segera dikerjakan, lebih baik kamu menundanya sampai kamu benar-benar yakin untuk melakukan dan menyelesaikannya dengan efektif dan efisien. Untuk apa berlama-lama melakukan hal yang sebenarnya dapat diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin. Dianalogikan dengan belajar, untuk apa belajar lama, tetapi tidak serius (setengah-tengah).
    Jadi, ada keyakinan untuk menyelesaikan dan mampu melakukannya. Kemudian, ditopang dengan minatmu untuk sungguh-sungguh, konsentrasi untuk mengerjakan apa yang harus kamu kerjakan. Membagi beberapa hal ke dalam bagian yang lebih kecil. Membagi beberapa tugas ke dalam tugas yang lebih sederhana secara rutin di waktu yang berbeda.
    Ibaratkan orang yang menanam pohon mangga, orang yang tidak produktif dengan menginginkannya sekaligus, menyirami cikal pohon mangga dengan sekaligus, dengan harapan dengan usaha lebih mangga akan cepat tembuh. Kenyataannya justru tak seperti harapan, mangga mati karena terlalu banyak disirami dengan air.
    Sementara, jika kamu ingin produktif, kamu tak akan langsung serta merta menyirami cikal pohon itu dengan sekaligus. Tapi, kamu menyiraminya sedikit demi sedikit, membagi satu ember air ke dalam beberapa gelas untuk menyiraminya setiap hari. Sehingga, walau agakterasa lambat, tapi selamat. Untuk apa cepat selesai, cepat juga tewasnya. Bagaimana, pilih mana??
    Jika kamu aktif di suatu organisasi dan dihadapkan dengan suatu proyek besar, misalnya ada acara seminar. Apakah kamu bisa mensukseskan acara tersebut jika tanpa kerja nyata yang terarah dan sistematis. Lah, dengan kerja terarah dan sistematis inilah kamu bisa menjadikannya sebagai alat mengoptimalkan waktu yang sedikit demi hasil yang lebih baik.

    Selain itu, saat aktivitasmu “terarah”, kamu akan terbebas dari stress, dari tekanan beban pekerjaan yang mungkin seringkamu merasa belum mampu untuk menaklukkannya. Karena di dalam pengoptimal ini ada keterarahan, sudah jelas ini tidak bisa dilepaskan dari disiplin. Disiplin itu mudah dan indah. Tak seorangpun bisa menyelesaikan apa pun tanpa disiplin. 

    825 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *