Skripsi Ala Hewan Peliharaan

    Barangkali kalian sudah
    tahu, banyak mahasiswa yang gagal kuliah tepat waktu. Sebagian yang lain justru
    selesai dalam waktu 3,5 tahun saja. Engkau yang sekarang lagi menghadapi masa
    genting tersebut seharusnya sudah sadar, apa yang sebenarnya kau khawatirkan
    tentangnya? Atau karena terlalu sibuk berorganisasi hingga lupa apa kewajiban
    sebagai mahasiswa akhir.
    Masalah skripsi banyak
    faktor yang berkembang, ada karena faktor diri sendiri kadang juga ada faktor
    yang berasal dari luar dirinya. Tapi umumnya masalah yang menjadi beban bagi
    mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi terletak pada dirinya. Menunda sedikit
    demi sedikit hingga tak sadar bahwa sudah seminggu tak menyelesaikan apa-apa. Mengerjakan
    skripsi berdasarkan mood dan keinginan saja, tanpa berusaha memaksa diri. 
    Untuk menghadapi skripsi
    kita harus belajar untuk: yakin, sabar, husnudzan dan kreativitas. Sebelum memulai
    solusi permasalah skripsi ini, kita perlu melihat dan menganalisa kembali “bagaimana
    kita memandang skripsi?” apakah selama ini skripsi dipandangn sebagai aktivitas
    yang menjemukan, membosankan atau bahkan mengerikan. Bila mengerikan, apa yang
    membuat kita merasa demikian? Kita gali sedalam mungkin perasaan dan pikiran
    kita terhadap skripsi.
    Dengan menggunakan sedikit
    kreativitas dalam memandang skripsi kita bisa sedikit plong menghadapi tekanan.
    Baik tekanan dari orang tua, teman, dosen dan pekerjaan. Contoh saja, cobalah “pandangi”
    dan perlakukan skripsi layaknya hewan peliharaan.  Bahwa ia tak sekedar benda, namun benda hidup
    yang senantiasa menuntut kita untuk “memeliharanya”.
    Pertama, skripsi itu perlu
    diberi “makanan 3x sehari”. Apa yang terjadi bila hewan peliharaan kita tak
    diberi makan dan minum, pasti lama-lama akan lemas dan mati. Makan dan minum
    adalah kebutuhan utama bagi hewan agar bisa hidup dan tumbuh. Demikian pula
    dengan skripsi, membaca dan menulis adalah “kebutuhan utama” untuk
    mempertahankan kehidupan skripsi dan perkembangannya.
    Kedua, skripsi itu perlu “diperlukan”
    selayaknya hewan kelas VIP.  Pernah tidak
    kita merasa heran mengapa beberapa orang menyuka hewan sampai mengeluarkan
    jutaan rupiah untuk membeli hewan kesayangannya. misalnya kucing luar negeri
    yang harganya VIP. Seharga itu tentu menjadikan pemiliknya “menghargai” dengan
    memperlakukannya sebaik mungkin. Skripsi pun demikian, anggaplah ia benda VIP,
    antik dan mahal. Ingat, skripsi Cuma ada sekali seumur hidup, karena itulah
    jangan sia-siakan kesempatan ini.
    Ketiga, ingat untuk selalu
    yakin kepada diri sendiri, beranikan untuk menyelesaikan kesempatan. Ketakutan dan
    keraguan kita pada sesuatu adalah awal kegagalan untuk selamanya. Hadapilah bagaimana
    pun keadaan dan pengorbanan untuk ngopeni (memelihara) skripsi. Jangan pernah
    ditinggal walau pun cuma sebentar.
    Terakhir, bila kita masih
    terperangkap oleh perasaan khawatir dan takut berusahalah untuk terus
    menghadapinya. Karena semakin dibiarkan maka kedua hal itu akan semakin membesar.
    “sesuatu yang besar rawan oleh godaan, hadapi hal itu maka kita menjadi
    pemenang”.

    1,495 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    5 tanggapan untuk “Skripsi Ala Hewan Peliharaan”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *