Seorang Istri Hafidzah

    Beberapa teman terpaksa
    ingin menikah mudah karena merasa sudah tidak tahan dengan dirinya sendiri.
    seperti persoalan orang dewasa pada umumnya, bila sudah sekiranya mampu dan
    sudah berumur maka sepantasnya untuk segera menikah. Menikah itu katanya indah, 70% enak dan 30% enak banget. Ya, semuanya terasa indah bahwa
    menikah suatu kenikmatan tersendiri sekaligus sebagai proses menampa diri untuk
    berkembang menjadi lebih cepat. Itu sebabnya, tak sabar memberikan konotasi,
    bahkan apalagi yang tak mau nikah alis jomblo seumur hidup.
    Mengapa harus sabar dalam menunggu seorang istri yang sedang
    mencari, atau pun tak berniat namun mencarinya belakangan saja. Adakalanya
    dengan bersabar sambil lalu menunggu memperbaiki kemampuan diri dan kualitasnya
    akan diberkan dengan calon seorang istri yang lebih baik. Ini adalah
    kebahagiaan di dunia yang tiada tara, saat ijab qabul dilantunkan dan
    disaksikan oleh banyak orang mengenai niat suci untuk membangun keluarga. Bagi
    siapa pun itu, sesuatu indah adakalanya karena waktunya yangtepat atau ada
    kalanyakeinginannya yang tetap dant eralisasikan dengan baik.
    Apa yang sebenarnya kau impikan dari seroang istri? Apa yang
    membuatmu jatuh cinta kepada seoerang wanita bila karena hanya didassarkan pada
    perasaan semata? Bagi penulis pribadi, priortias utama calon istri adlaah
    seorang hafidzah, yang benar-benar tak hanya hafal al-Qur’an nanmun juga
    membawakan al-Qur’an kepada lingkungannya sehingga menjadi rahamatan lill
    ‘alamin. Semoga Allah segera mengabulkan doa kita masing-masing.
    Bagaimana denganmu, siapakah sosok pujaan hatimu. Tentu saja,
    mendapatkan pujaan hati yang hafal al-Qur’an tidak semudah mendapatkan
    perempuan. Mendapatkan perempuan yang baik saja di zaman sekarang sulitnya
    setengah mati, apalagi yang hafal al-Qur’an yang katanya disebut sebagai
    ahlullah (keluarga Allah) sebagai predikat baginya. Ya, harapan memang sekedar
    harapan, namun bisa diupayakan bila dimulai dari diri sendiri. Bila selera kita
    dan keinginan kita sama, maka sejak sekarang sepantasnyalah uantuk memantaskan
    diri bersanding sederajat dfengan para calon istri yang hafidzah. Pasti bisa
    bila diusahakan.
    Mengapa harus seorang istri yang hafal al-Qur’an? Ingatlah kawan,
    di akhir zaman ini banyak orang yang meninggalkan al-Qur’an dan assunnah. Hanya
    mereka yang benar-benar diterangi hatinyalah yang akan setiap menghafal al-Quran,
    menjaganya, membacanya, menelaahnya dan mengamalkannya dalam kehidupan
    sehari-hari. Dengan ini semua akhirnya alQuran telah menjadi dirinya di dalam
    diri seorang perempuan yang mulia. Sehingga, perkataannya adalah perkataan
    al-Qur’an, pikirannya adlah berdasarkan padanya, sikap dan perilakunya pun
    adalah berdasarkan pada kita suci ini. bila demikian, masih mau mengelak bila
    para lelaki tidak ingin mendapatkan seorang istri yang hafal al-Qur’an.
    Sebagaimana yang kita tahu, alummu madrasatul ‘ula li’abnaaiha..
    perempuan merupakan sekaolah pertama bagi anak-anaknya. Itu artinya, yang
    paling banyak mempengaruhi perkembangan anak adalah seorang ibu. Ibu yang
    mengajarkan bagaimana cara bersikap, berperasaan, dan berperilakunya di saat
    masih usia 5 tahun awal kehidupannya. Menurut freud 5 tahun pertama masa
    kehidupan manusia akan menentukan masa dewasanya kelak. Karena itulah, istri
    seorang hafidzah benar-benar akan mendidik anaknya berdasarkan al-Qur’an dan
    alhadits.
    Semoga cita-cita masing-masing kita bisa tercapai dengan cara
    jadilah terlebih dahulu seorang imam yang tak hanya hafidz al-Qur’an namun juga
    yang alim terhadap pengetahuan al-Qur’an yang membawa kesejukan bagi
    pendengarnya apalagi bagiyang mengamalkannya di era yang penuh dengankesesakan
    kemaksiatan di mana-mana.
    Kembalilah kepada al-Qur’an dan tak ada kata terlambat selama
    keinginan dan kemauan memberar di dalam diri untuk menghafal al-Quran yang
    dilandaskan oleh niat baik. Bukan karena ingn mendapatkan istri yang hafidzah
    namun untuk mendapatkan ridhaNya. Itu saja, hanya untuk mendapatkan ridha
    Allah. Karena Allah snediri tidak akan menari amal seorang hamba yang tidak
    ikhlas dilakukannya. Selamat menghafal al-Qur’an
    dengan ria, semudah mempelajari apa pun.

    3,415 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    4 tanggapan untuk “Seorang Istri Hafidzah”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *