Semboyan Kesantria (Asal Muasal Dasa Darma)

    “Selalu
    siap dengan senjatamu, kecuali jika engkau 
    sedang melepas lelah pada malam hari”.
    Apapun
    juga yang kau kerjakan, usahakan untuk memperoleh kehormatan dan kepercayaan.
    Lindungi
    si miski dan si lemah.
    Tolonglah
    mereka yang tak dapat melindungi dirinya sendiri.
    Jangan
    berbuat sesuatu yang dapat melukai hati atau menghina orang lain.
    Bersedialah
    bertempur untuk mempertahankan negaramu.
    Bekerjakeraslah
    demi kehormatan, bukan untuk keuntunganmu.
    Janganah
    melanggar janji.
    Pertahankanlah
    kehormatan negaramu dengan jiwamu.
    Lebih
    baik mati dengan terhormat daripada hidup dengan hina dina.
    Kesatria
    menghendaki bahwa para pemuda dilatih untuk melakukan pekerjaan yang berat dan
    sulit maupun yang sederhana dan mudah, dengan gembira dan sopan-santu; serta
    berbuat baik kepada orang lain.
    Kita
    tidak dilahirkan untuk diri sendiri, tetapi untuk berbuat baik terhadap orang
    lain (John Smith)
    Bertahan!
    Pada
    suatu ketika, ada dua ekor katak berjalan bersama. Dan tibalah mereka berdua di
    mangkuk besar yang dipenuhi dengan krim. Tak kala mereka melepaska rasa
    penasaran terhadap isi mangkuk, mereka mencoba melihatnya, tak palang jatuhlah
    mereka berdua ke dalam mangkuk tersebut.
    “ini
    semacam air baru bagiku”, katak berkata. Dan kemudian ia melanjutnya kembali,
    “bagaimana orang dapat berenang dalam barang semacam ini? tak ada gunanya
    ‘mencoba’ berenang”.
    Oleh sebab itu, ia tenggelam ke dasar mangkuk.
    Keraniannya untuk melawan keadaan hilang.
    Sedangkan
    katak yang lain bersikap lebih jantan, dan ia berusaha berenang sekuat tenaga.
    Menggunakan kedua tangan dan kakinya dengan begitu kuatnya, melepaskan semua
    tenaga dan kekuatan agar tetap mengambang. Sewaktu-waktu terasa seolah dirinya
    akan tenggelam, namun ia tetap gigih. Ia berjuang lebih giat lagi dan tak
    pernah putus asa.
    Akhirnya,
    ketika ia sudah begitu lelah dan berfikir bahwa dirinya sudah tak sanggup lagi
    untuk bertahan, terjadilah suatu keajaiban. Karena gerakannya yang hebat oleh
    kedua tangan dan kakinya, memutar meliuk-liuk sedemikian rupa dan
    sekonyong-konyongnya. Tahu tak disangka, ia sudah duduk di atas gumpalan
    mentaga dengan selamat.
    Kegembiraan
    “Sir.
    J.M. Barrie” mengatakan “kegembiraan yang kau ciptakan pada orang lain, akan
    membuat kegembiraan terhadap dirimu sendiri”.
    cara
    membuat pekerjaanmu  menjadi lebih mudah.
    Ketika kita memikirkan apa yang kita perbuat untuk mendapatkan kesenangan saat
    tidak bekerja, atau betapa senangnya saat bekerja. Maka, tugasmu akan menjadi
    beban bagi dirimu. Sehingga bekerja akan menjadi serampangan, sehingga kamu
    tidak maju-maju dalam bekerja. Namun, jika kamu mengubah sudut pandangmu, dan
    menyadari tujuanmu dalam bekerja, serta manfaat apa yang kamu peroleh darinya
    untuk dirimu dan orang lain maka kamu mengerjakannya dengan senang hati dan
    nyaman.  Kamu menjadi mencintai pekerjaan
    tersebut.
    “jangan
    tunggu bola, namun kejarlah dan tangkaplah bola tersebut”.

    790 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *