Kusebut-Namamu-dalam-Ijab-Qabul-1

Risalah Cinta

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamu’alaikum
    Wr. Wb.
    Kukirimkan
    risalah ini kepada:
    Sebaik-baiknya
    perhiasan dunia
    Kasihku…
    Sejujurnya,
    sebagai manusia biasa tentu ada perasaan rindu kepadamu. Di setiap inci dari
    waktu dan ruang kau selalu hadir dalam hidupku. Sayangnya, aku tak pernah
    mengetahui siapakah kamu?
    Kasihku…
    Aku merasa
    tak begitu pantas untuk kesempurnaan dirimu, dengan kenyamanan menatapmu dan
    ketentraman hati bersamamu. Aku hanyalah seorang manusia, yang penuh dengan
    ketidaksempurnaan. Dengan keberadaan fisik seadanya, dengan sifat yang mungkin
    membuatmu enggan nyaman bersamaku. Aku hanya memiliki impian, untuk selalu
    berubah menjadi lebih baik. Untuk Allah, dan untukmu.
    Kasihku…
    Bila suatu
    saat kita dipertemukan dalam ikatan agama yang shohih, berikanlah
    kesalingpahaman. Terimalah aku apa adanya dengan ketidaksempurnaan ini. dengan
    mata yang buta, dengan tangan yang hilang, dengan kaki yang lumpuh, dengan
    telingan yang tuli dengan mulut yang bisu. Sehingga kau mampu mengubahku
    menjadi seorang yang berusaha tuk sempurna.
    Kasihku…
    Kebutaanku
    akan kebutaan memahami ayat-ayatNya. Ketulianku, adalah ketulian dari
    mendengarkan firman-firmanNya, kelumpuhanku akan berjihad di jalanNya, kebisuanku
    akan dzikir-dzikirNya. Sungguh, aku tak sempurna di hadapanNya, sehingga aku
    buta, tuli, bisu, dan lumpuh.
    Kasihku…
    Aku yakin
    Engkaulah seseorang yang Allah janjikan untukku. Kaulah yang menerangi jalanku
    menuju hakekat cinta akanNya. Namun aku menjadi khawatir, apakah pantas seorang
    sebaikmu untuk lelaki sepertiku yang tak pantas disebut sebagai hamba Allah,
    bahkan sebagai manusia.  
    Namun aku
    yakin, selalu ada cahaya yang menerangiku. Aku yakin Allah menyangiku dengan rahman
    rahimNya.
    Sebagaimana Allah tak malu menciptakan nyamuk sehingga menjadi
    pelajaran.  Karena itulah..
    Wahai kasihku….
    Jauhilah
    aku bila kau tak mampu menerimaku. Biarkanlah aku hilang dalam waktu untuk
    mendekati-Nya, meraih cinta-Nya dan bermesra bersama-Nya. Sebelum merasakan
    ketentraman bersamamu dan berijab qabul. Karena apalah arti kebersamaan, bila
    kebersamaan bersama-Nya belum tercapaikan.
    Karena itu,
    wahai kasihku…
    Anggaplah
    aku sebagai sesuatu yang tak lagi ada, yang tak lagi bisa diharapkan. Karena dengan
    begitu, bila kau benar mencintaiku kau akan bisa merasa nyaman dengan dirimu
    sendiri.
    Karena itu,
    wahai kasihku….
    Tak ada
    jalan lain untuk merasakan hakekat cinta sejati, selain menjalin hubungan
    serius terlebih dahulu bersama-Nya. Merasakan kenikmatan dalam hari-hari yang
    dijalani bersama-Nya. Sehingga, akhirnya ku mencintaimu karena Allah, dan berpisah
    dalam takdir ilahi juga karena Allah.
    *Doaku;
    Ya
    Rabby…
    Semaikanlah
    perasaan nyaman bersama-Mu. Aku merindukan kebersamaan akan-Mu, dan karena
    itulah, hamba memohon kepada Engkau, berikanlah perlindungan untuk jodohku
    kelak. Namun, bila terpaksa umurku tak begitu memungkinkan, berikanlah seorang
    lelaki untuk jodohku yang terbaik bagi-Mu.
    Ya Rabby…
    Bila mana
    ku tak bertemu dengan jodohku di dunia ini, perkenankanlah hamba melihat
    wajahnya kelak di akhirat. Bahkan, bila hidup bersama dalam telaga alkautsar
    kenikmatan terindah dari-Mu.
    Ya Rabby…
    Aku serahkan
    segalanya kepada Engkau yang Maha Mengetahui. Inna shalaati wa nusuhi wa
    mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil ‘alamin.
     Hidupku dan matiku ku serahkan kepadaMu,
    termasuk  jodohku dan masa depanku.
    *Pesan
    terakhir
    Kekasihku…
    Maafkanlah
    untuk yang terakhir kalinya, aku tak lagi memikirkanmu. Karena aku pasrahkan
    semuanya kepada Allah. Berikanlah aku waktu untuk memantaskan diri untukmu. Berilah
    aku waktu, untuk memperbaiki diri. Selamat tinggal, dan selamat berjumpa di
    waktu yang tak pernah kita tahu. Semoga kelak kau membaca risalah ini dariku..
    Wassalamu
    ‘alaikum warahmatullahi wabarkaatuh.




    741 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    26 tanggapan untuk “Risalah Cinta”

    1. Wa'alaikumsalam warahmatulloh wabarokatuh…

      Semoga kelak mendapatkan wanita sholihah sbg jodohnya kelak ya, bukankah pria yg baik utk wanita yg baik pula?
      Aamiin..

      Salam kenal dan sukses byat GA nya

    2. Sebenernya nggak terlalu paham sama tulisannya, bang. Yah, tapi dapet sedikit" lah. Dikit sih yg gue pahami. Eheheheh
      Yah, selama kita bberusaha mnjadi org baik, pasti jdoh kita disana brusaha utk jdi org baik jg, bang.
      Cwo yg baik akan dpet cwe yg baik jga kok. Janji Allah sperti itu.
      Smoga menang GAnya yak, bang.

    3. yaaah bang agha aku kira ini asli curhatanmu bang 😀 sedikit nyesek sih dan … ah sudahlah 😀
      Btw bagus bang tulisannya (y) dan tetep aja … "berbau curhat" 😀
      Yak yak jadi galau kan -_-

    4. Kak Agha muehehehe. Aku yg cowok aja tersentuh, apalagi yg cewek gimana ya..

      Eh tapi setuju loh, kalo yg kaya ka Agha ini aja buta tuli bisu lumpuh, gimana yg kayak aku -_-

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *