Resiko

    Mengambil untung dan tak mau menanggung resiko sudah tak asing lagi bagi bangsa ini. Seringkali seseorang menghindari resiko dan menginginkan keuntungan tanpa mau bertanggungjawab terhadap resiko. Sudah menjadi sesuatu yang lazim, di mana sesuatu apa pun selalu beresiko. Orang yang tampan berisiko banyak yang menyukainya, dan akhirnya terlena dengan tampangnya dan tak memiliki waktu dengan dirinya sendiri. Sedangkan, beberapa di antara teman dengan wajah yang pas-pasan berisiko tak memiliki banyak teman, namun memiliki banyak waktu untuk dirinya sendiri.
    Hal yang positif sekali pun memiliki resiko, semisal dengan harapan dan usaha akan beresiko pada keberhasilan atau justru kegagalan. Menaruh harapan pada orang lain, akan beresiko pada kekecewaan, begitupun dengan resiko dari mengungkapkan perasaan hati pada orang yang baru dikenal, tentu akan beresiko penolakan. Dan ini semua sudah lumrah, hal yang sudah biasa, bukan hal yang aneh.
    Pikiran itu sesuatu yang hebat dan kompleks, anehnya hal yang sederhana saja seringkali dijadikan hal  rumit. Tak pelak, bisa diakibatkan memandang secara berlebihan pada resiko suatu pekerjaan. “bagaimana nanti kalau saya ditolak? Bagaiman kalau saya gagal? Dan seterusnya”. Pikiran semacam ini sangat mengganggu, dan sayangnya ini terus berkembang jika dibiarkan tanpa adanya tindak lanjut yang lebih nyata. Intinya, resiko itu terkadang dibuat oleh pikiran Anda sendiri. Kata resiko pada dasarnya memberikan banyak pelajar yang melatih seseorang untuk berfikir demi mendapatkan suatu trobosan baru.
    Jika di dalam pikiran yang Anda bayangkan sudah terpampang seratus resiko, namun saat benar-benar suatu tersebut dihadapi, resiko tersebut yang benar-benar terjadi tidak lebih hanya ada sepuluh resiko saja. Karena pikiran itulah yang menjadi candu bagi setiap langkah awal yang pasti. Hidup itu telah ditentukan oleh Sang Pencipta, di balik setiap kondisi dan keadaan yang ada, selalu menyimpan banyak pesa yang harus dihadirkan dalam jiwa seseorang. Dengan pesan tersebut, maka ketidakmampuan memikul resiko bisa teratasi.
    Bagi Anda apa yang disebut kegagalan mungkin adalah kegagalan, tapi bagi mereka yang memahami pesan dari kegagalan (baca:resiko) adalah petunjuk untuk memperbaiki dan memantaskan diri menemukan sesuatu yang lebih baik. Dan ini, hanya bisa jika diri sudah terbuka dengan semua resiko. Mau menerimanya dan mengambil banyak pelajaran darinya. Dan merupakan hal yang tidak mungkin, jika suatu ujian atau istilahnya resiko tidak disertai dengan keberhasilan. Jika pintu rumah diketok-ketok terus, akhirnya si empunya akan membukakan pintunya. Kecuali,ya rumah yang tidak dihuni atau ditinggal pemiliknya ke luar kota.
    Masalah dan resiko sudah menjadi bukti bagi dekatnya keberhasilan. Jika asap adalah bukti bagi adanya api, dingin bukti adanya es, maka sekali lagi resiko adalah bukti adanya keberhasilan. Tak hanya itu saja, perjuangan menuju keberhasilan adalah bukti bagi kehidupan itu sendiri. Hidup itu adalah proses, berhenti menghadapi resiko adalah bukti bagi matinya kehidupan itu sendiri. Tak ada yang namanya hidup tanpa pengorbanan, karena hidup hanyalah alat yang harus digerakkan.
    Untuk menghadapi itu semua, diperlukan kesiapan diri dan pemahaman diri. Memahami setiap usaha pasti beresiko, dan biasanya semakin besar resikonya semakin besar pula keberhasilannya. Jika resiko negatif dengan berat hati harus ditanggung, maka hanya dengan memahami pesan dan pelajaran di balik itulah yang mampu membuat seseorang sanggup menghadapi resiko bagaimana pun. Resiko selalu sesusai dengan kadar kemampun seseorang.

    Berikanlah upah atau hadiah bagi dirimu sahabat muda, agar kepuasaan diri segera dapat kau raih. Setiap langkah yang telah kau ayuhkan, tak pelak harus diberikan penghargaan dengan cara bermacam-macam. Misalnya nich, saat kamu berhasil mendapatkan nilai 9,0 segera ke toko buku beli buku, atau ke kantin puasin mulut yang sudah seharian tak makan. Atau dengan cara unik yang sahabat inginkan. Intinya, penghargaan itu bukanlah yang biasa-biasa, jadikan istimewa.

    761 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *