Rambu yang Hilang

    Rambutku
    masih belum tumbuh. Baru dapat sehari rasanya pahit sekali. Dilihat orang begini
    disangka begini dan begitu. Padahal, kalau ana mau jujur. Saya Cuma mau
    internetan untuk blog dan fb. Tidak ada yang lain.
    Aku kepergok
    ngenet pada hari kamis malam jumat habis shalat maghrib tanggal 05 Mei
    2011 dekat Lirboyo sana. Kepala dihabiskan, maksudnya rambutnya cuma tertinggal
    1 cm. Pada malam selasanya pas ana syawir. Pelajaran yang dapat kupetik:
    Berfikirlah
    sebelum bertindak, apa sich manfaat ini bagiku? Apakah Allah, Rasul dan
    orang-orang ridho kalau aku melakukan ini?
    Semua apa
    yang akan dan sudah terjadi sudah diatur oleh Allah. Aturlah strategi sebelum
    berperang.
    Puncak dari
    semua keburukan adalah penyesalan. Keburukan akan dibalaskan dengan keburukan
    juga.
    Ingatlah
    Allah, dzikirlah kepada Allah agar hati kita dituntun oleh-Nya dan dijauhkan
    dari godaan syetan yang menjerumuskan.
    Qulil haqqi
    walau kaan murran, “katakanlah yang sesungguhnya walau pun itu pahit”. Haasibu
    anfusakum qabla antuhaasabuu.
    Husndhan
    kepada Allah, kamu digundul karena Allah masih sayang sama kamu. Karena Allah
    tak ingin hidupmu hancur, dan Allah menginginkan agar hidupmu menjadi orang
    yang baik-baik. Dan Allah sangat sayang dan mencintaimu. Bersyukurla, coba jika
    kamu dibiarkan dalam keburukan, apa akibatnya?
    Janganlah
    kamu bersedih dengan hilangnya rambutmu. Tapi malulah kamu kepada Tuhanmu. Kau harus
    buktikan kau adalah orang yang baik-baik. Katakanlah, “saya adalah orang yang
    baik dan tidak akan mengulangi perbuatan yang dilanggar”.
    Kehidupan
    itu bagaikan jarum jam yang selalu berputar. Kadang ada sedih dan kadang ada
    gembira. Yang positif, tak ada kesedihan yang terus menerus, pasti ada
    akhirnya. Bersusah-susahlah dahulu, entar ada kesenangan dan kegembiraan.
    Ploso, 12 Mei 2011.

    735 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    2 tanggapan untuk “Rambu yang Hilang”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *