Pererat Pertemanan, Hidup Semakin Nyaman

    “Dalam beberapa hal, mendapatkan pujian senilai dengan memperoleh
    cinta. Saat kita ingin dicintai, berilah cinta. Termasuk juga dalam hal
    penerimaan, berikanlah pujian sebagai penerimaan baik atas kebaikan orang lain.
    karenanya, tebarkan pujian sedemikian rupa, agar kau merasakan begitu
    berharganya sebuah pujian.”
    Aneh tapi
    nyata, dari realita berbicara pujian selalu lebih hemat dibanding dengan
    celaan. Seolah ia semakin menjadi hal yang langka, sementara celaan murah di
    mana-mana. Dari seorang ayah yang selalu salahkan anaknya, dari seorang guru
    yang tak pernah memperhatikan kelebihan muridnya. Demikian contoh nyata
    sekeliling kita.
    “In ahsantum
    ahsantum lianfusikum. “Artinya, jika engkau berbuat suatu kebaikan, hakekatnya hal
    itu untuk dirimu sendiri. Nah, kefiitrahan seseorang sebagai makhluk penyuka
    hal-hal yang ‘serba baik’ perlu dipertanyakan. Bagaimana tidak, ia berharap,
    namun perilakunya dan sikapnya berbanding terbalik. Harapannya; harta terbaik,
    ilmu yang terbaik, kekuasaan yang terbaik dan wanita idaman yang terbaik. Sedangkan
    dalam keseharian, ia tak pernah belajar untuk dapat ilmu, bekerja untuk
    dapatkan harta, memperbaiki diri untuk memperoleh wanita.
    Mengharapkan
    pengakuan dari tetangga sebelah, sedangkan usaha tak pernah memberikan
    pengakuan akan diri mereka. Aneh, sungguh aneh. Termasuk mengharapkan kenyaman
    orang lain, sementara itu ia tak pernah membuat saudaranya nyaman dengan diri
    mereka. Seseorang membutuhkan orang lain, agar bisa saling mengingatkan,
    memotivasi dan mensyukuri. Medianya dengan bersyukur.
    Di setiap
    hubungan pertemanan atau perkawinan, memberikan yang terbaik selalu menjadi
    penyebab penerimaan yang baik. Kualitas pemberian tak ubahnya sebagai kualitas
    apa yang didapatkan. Titik temu dari timbal balik memberi-menerima berujung
    pada “hubungan yang baik”.
    Penulis
    pernah diberitahu oleh seorang pakar komunikasi, mengenai kebutuhan manusia. Ia
    menyebutkan kepadaku saat di kampus, “Di mana-mana seseorang selalu ingin
    dihargai, dipuji dan dipahami”.
      Dengan
    demikian, sejauh mana kita menghargai orang lain, sejauh itu pula orang lain
    merasa nyaman dengan diri kita. kenyamanan orang lain merupakan syarat bagi
    kenyamanan diri kita. menyamankan usaha kita, menyamankan keinginan kita dan
    menyamankan segalanya.
    Kepentingan
    manusia atas sebuah pengakuan, cinta, penerimaan sama pentingnya sebuah
    hubungan yang baik. Bisa dipikirkan, bagaimana hal tersebut akan dapat
    tercipta, sementara itu hubungan dengan orang lain masih berantakan! Di setiap
    hubungan yang baik mengandung sikap saling menghargai, mentolerir, mencinta,
    mengasihi dan memahami. Di sinilah letak kebutuhan dasar seseorang. Belajar membina
    hubungan yang baik perlu ketekunan dan praktek lapangan. Caranya, belajar
    dengan tulus. Yang tak banyak mengharap, namun berusaha menciptakan hubungan
    yang baik. Dengan siapa saja, baik dengan orang yang memang sejak awal baik,
    atau terlebih-lebih pada orang yang mungkin pernah menyakiti hati kita. untuk Berikut
    ini cara mempererat hubungan:
    Ucapan
    Terimakasih
    Seseorang
    yang normal jelas membutuhkan pengakuan dari orang lain. Pengakuan tentang
    kebaikan yang pernah ia lakukan. Dengan berterimakasih, berarti seseorang
    membuat orang lain merasa diakui, dihargai dan dimengerti. Berterimakasihlah pada
    apa yang ia berikan, dan katakanlah betapa berharganya pemberian tersebut.
    Namun,
    dalam membina level hubungan yang lebih baik. Terimakasih untuk yang pertama
    saja tak cukup, perlu ada ungkapan terimakasih yang kedua kalinya. Hal ini
    sebagai ungkapkan bahwa hadiah yang pernah ia berikan begitu berharga dan berarti
    bagi dirinya. Ceritakanlah dampak hadiah yang telah orang lain berikan kepada
    kita.
    Dengan memiliki
    buku khusus atau diary harian, berikan ruang khusus di dalamnya untuk setiap
    kebaikan yang orang lain lakukan kepada diri kita. dan tuliskan pula, bagaimana
    dampak kebaikannya menciptakan kebahagiaan kita di masa sekarang. Berikut alasannya.
    Dan biasanya, ungkapan terimakasih kedua ini lebih berenergi dibanding dengan
    ungkapan yang pertama. Akhirnya,ia akan menambahkan diri kita dalam daftar
    orang-orang yangluar biasa.  
    Maha
    benar Allah dengan firmannya, “wa idzaa huyyitum bitahiyyatin fahayyu biahsana
    minhaa au rudduuha” artinya, bila kamu diberikan kebaikan oleh seseorang,
    balaslah kebaikan tersebut dengan yang lebih baik dari pemberiannya (bila tak
    mampu) balaslah dengan yang setara.
    Panjangkan
    Pujianmu padanya
    Betapa panjangnya
    bila orang mengkritik dan menghardik, semuanya seolah tak bisa direm. Namun,
    saat memuji hanya cukup dua buah kata. Naif sekali ini, dan sungguh tak adil. Bagaimana
    seorang bos mengkritik habis-habisan bawahannya bila marah, namun tak jarang
    bos yang hanya memberikan pujian dengan dua buah kata. Maka, langkah
    selanjutnya untuk mempererat hubungan adalah dengan memanjangkan pujian, saat pujian
    kita mau disela, segera sela balik dan teruslah puji. Tetapi, jangan berlebihan.
    Dikhawatirkan ada sebuah kesalahan pemahaman.
    Memenangkan
    hatinya
    Semakin
    asli dan tak terduga penghargaan yang kamu berikan, semakin orang lain
    menghargainya. Memenangkan hati orang lain sangatlah perlu, sehingga perlu
    sekali untuk mengirimkan kartu selamat “ulang tahun” bagi “pencapaian pribadi.”
    Yaitu, terhadap memont spesial yang ia lewati, atau pun pencapaian prestasi dan
    perubahan yang lebih baik.
    Jalinan
    dengan Sang Kekasih
    “seluruh
    dunia mencintai seorang pencinta. Namun jangan lupa, bahwa seluruh dunia juga
    membenci seorang pembenci” shakespeare berkata demikian.
    Kapan pun
    anda bersama orang lain, usahakan untuk ungkapkan betapa luar biasanya pasangan
    Anda, dan begitu luar biasanya dia bagi kehidupan Anda. Berilah pujian pada
    sifatnya, prestasi yang Anda kagumi darinya dan juga apa yang menjadi
    kebanggaan darinya.
    Dengan secara
    seksama pasangan Anda saat berbicara dengan orang lain. Baca makna tersirat apa
    yang ada dibelakang ucapannya untuk menentukan sifat mana yang menyenangkan
    dia. Tema apa yang sendang ia bicarakan? Keahlian mana yang ingin ditunjukkan? Itu
    adalah salah satu cara untuk mendapatkan penghargaan dan rasa kagum dari
    pasangan Anda. Belum lagi rasa bangga, dan rasa yang melatarbelakangai hubungan
    Anda dngennya.
    Akhirnya,
    inilah hal penting yang membantu kehidupan kita menjadi lebih baik. Hubungan kita
    dengan orang lain dan menentukan kepribadian kita masing-masing.
    Ditulis
    oleh Agha El-makruf (www.makruf.com)
    Seluruh
    isi tulisan ini boleh dibaca dengan seksama.

    681 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    8 tanggapan untuk “Pererat Pertemanan, Hidup Semakin Nyaman”

    1. ada yang typo bang 'dngennya' harusnya 'dengannya'

      kalo menurut saya pujian itu kadang hanya membuat kita jadi pribadi yang gila pujian, dikit2 minta dipuji. celaan itu malah akan menguatkan kita, untuk mengutkan mental. tapi memang celaan untuk anak2 tidak baik karena akan memperngaruhi kondsi mentalnya. -opini

    2. ya,.. tiap orang kan berbeda-beda..
      namun, di belahan bumi manapun seseorang selalu "membutuhkan pujian, ingin dihargai", ga ada ceritanya orang yang mau dicela, apalagi dicerca..

      kalau masalah cercaan menguatkan, aku setuju sekali.. karena ombak yang tenang tak akan melahirkan pelaut yang handal..

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *