Pentingnya Menyelesaikan Ujian

    Tahukan kita,
    terkadang kita mudah terjebak dengan yang kasat mata. Bahwa ujian yang datang
    itu sungguh menyakitkan, bahwa kegagalan adalah akhir dari segalanya. Padahal,
    semua itu berwaktu. Ia tak abadi, akan tetapi berjalang mengalah kepada kita
    tak kala kita tak pernah mengalah kepadanya. Kuncinya memang sabar, tak ada
    cara lain. Ingatlah selalu, “kullu sya’in haalikun illa wajhah”, bahwa
    setiap sesuatunya akan musnah (sirna) kecuali hanya Dzat-Nya (Allah).
    Baru-baru ini
    saya telah berhasil menamatkan studi strata S1, dan alhamdulillah saya syukuri
    dengan sangatnya. Tak peduli, apa yang telah terjadi. Tetapi, hal itu
    mengajarkan kepada saya bahwa gelar bukanlah sebatas gelar. Ia adalah
    kepribadian yang mengakar kuat di dalam diri saya. Pak Anhar Widodo pernah
    berkata dalam kuliah tamu, “jangan sampai pembicaraanmu sama seperti tukang
    becak yang baca koran setiap hari”. Jadi artinya begini, kita—siapa pun diri
    kita dengan latar belakang gelar sarjana—harus berbuat untuk kepentingan orang
    lain.
    Saya yakin,
    semua telah diatur. Termasuk kegagalan yang tak mungkin kita terlepas darinya. Ia
    selalu menjadi teman yang menguatkan diri kita. Yakinlah, bahwa setiap
    kegagalan akan selalu mengantarkan kepada keberhasilan. Dan keberhasilan yang
    diraih akan membawa kepada penguatan jiwa dan mental di dalam diri kita. Maka,
    janganlah menghindar dari masalah. Sebenarnya, masalah datang itu pasti bisa
    kita selesaikan, hanya saja pikiran kita dan perasaan yang mengacaukannya, dan
    membuatnya terlalu dramatisir.
    Ingat, choice
    Allah at your self be your friend.
    Allah Maha segala-galanya dengan segala
    kekuasaannya. Ia Maha Kuasa untuk menjadikan sesuatu untukmu tanpa perantara
    sebab. Iya, sebab yang selama kita kenal sebagai perantara untuk mendapatkan
    akibat. Allah tak membutuhkan sebab bagimu untuk memberimu akibat jika Dia
    menghendakinya. Dekatilah Allah, hiduplah bersama-Nya, dan ingatlah selalu Dia
    di dalam dirimu: kapanpun dan di mana pun.
    Kediri, 10
    Oktober 2015

    1,780 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    19 tanggapan untuk “Pentingnya Menyelesaikan Ujian”

    1. Waah,,, ini blog religi ya… hehehe

      Pertama-tama mau ngucapin selamat udah lulus ujian dan udah S1 semoga ilmunya bermanfaat.
      Kedua, salam kenal ya.. kayaknya saya baru pertama kali mampir kesini.. hehe

    2. selamat mas udah lulu. semoga ilmunya bosa berguna gk hanya buat masnya tapi juga buat orang lain. jadi sama seperti yang mas bilang, nggak cuma gelar doang.

    3. Iya semuanya sudah ada yang ngatur, jadi menyerah bukan pilihan… Tugas kita cukup menjalankan,hasil akhir biar Allah yg ngatur. Yakinlah pilihannya adalah yang terbaik untuk kita. 🙂

    4. Yes, you are right. Kadang kegagalan bukanlah kegagalan, hanya jalan lain untuk bisa memperoleh kesuksesan yang lain, kesuksesan yang lebih. Dan yes, kegagalan menjadikan kita lebih kebal banting, lebih kuat dan bijaksana. Ya begitu… gagal adalah tanda bahwa setidaknya kita sudah mencoba dan berusaha. Tapi Ga, gue ga mudeng yang Choice Allah at your self be your friend. Whats the meaning actually? I dont get it.

    5. Postingan yang menarik, Gha. Kegagalan kadang memang merupakan jalan lain menuju keberhasilan, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dengan kegagalan kita juga bisa mendapat pengalaman sebagai pembelajaran, bagaimana caranya agar kita tidak melakukan kesalahan yang menyebabkan kegagalan itu terulang lagi. Do your best. Dan Allah pasti akan memberikan hasil terbaik juga. 🙂

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *