SAM_0204

Pelayanan Kurang Memuaskan

    “pak, aku ambil nanti sore, bisa ga?”, tanyaku pada tuan geray fotocopy. Kemudian ia jawab, “oh iya, sejam lagi.” Kalau tahu begini, aku tinggal dulu geray tersebut dan diambil nanti sore.
    Waktu itu jam menunjukkan waktu siang, entah mengapa setelah sore tiba si tuan geray ini belum menyelesaikan layanannya kepada konsument, yaitu belum selesai kertas fotocopy-an yang aku minta tadi siang.
    “kempret!!! Hatiku tak terbendung, marah sekali sama janji yang diingkari oleh tuan ini. Apa dikata, ia hanya bisa celengak-celengok seperti orang begok. Ini orang mau ngajakin berantem kalee!!
    Ergh…. argh….. begitulah bunyi mulutku setibaku di kamar. aku marah sekali sama pelayanan yang tidak sama sekali memuaskan pelanggan, nyesel telah memilih geray fotocopy-an tersebut. Ingin sekali didoakan semoga cepat rugi, cepat ga beruntung dan tidak barokah. “ah, ini orang kok ga bisa memberikan pelayanan yang baik”.
    Sumpah, ingin sekali memukulnya dalam hati, ingin sekali bentak-bentakin si tuan ini. Namun, aku harus sadar, bukankah orang juga memiliki keterbatasan. Dan marah bukanlah pilihan yang tepat untuk menyelesaikan masalah, marah hanya menunjukkan ketidakdewasaan diriku ini. Jadi, aku coba redamkan kemarahanku dengan cara menulis, agar tidak menyakitkan dan tidak “marah-marah” sendiri.
    Seperti masakan, ia tidak akan pernah enak jika diracik dengan pikiran saja, tanpa keseimbangan dengan perasaan. Ia akan terasa nikmat bila kokynya memasak dengan hati dan pikiran. Dalam Film “Kungfu Panda”, ada sebuah ha yang menarik, bahwa tidak ada bumbu rahasia di dalam makanan, namun yang menjadikannya begitu lezat adalah perasaan dan keyakinan orang yang mencicipi dan pemasaknya.

    Dengan marah ini, cara mengatasinya adalah menyeimbangkan fungsi pikiran dan fungsi perasaan. Tidak dominan pada perasaan, dan mengabaikan akal pikiran. Sehingga, bisa menjadi manusia yang lebih bijaksana.

    287 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *