Orang lain tidak penting!

    Sayangilah jantungmu, jika ingin di sayangi orang lain. Kalau kamu memang sayang pada jantungmu, hentikan merokok, gantilah udara yang kau hirup dengan sejuk udara di pegunungan. Jantungmu jika tak pernah dihargai, maka mustahil kesuksesan akan datang tanpa diundang kepadamu. Ga percaya! Berikut ini uraiannya. 

    Hal ini cukup menunjukkan bahwa kamu tak mau untuk menghargai hal yang terpenting sekali pun. Kamu merelakan jantungmu demi beberapa ratus batang rokok yang kamu habiskan selama 2-5 tahun, atau bahkan lebih dari 1000 batang. Mementingkan pada yang perlu dipentingkan, dan merelakan mana yang sebetulnya tidak terlalu penting.
    Hal sepele seperti ini memang perlu untuk dibicarakan empat mata, karena perubahan itu sendiri terlalu lebih tak semudah dengan membalikkan telapak tangan. Karena kamu membutuhkan banyak waktu dari semua usahamu untuknya.
    Orang lain tak lebih cermin bagimu, saat kamu berbaik kepadanya, mereka pun merasa ‘tak nyaman’ jika tak membantumu. Saat kamu ringan menyakiti hati terdalam mereka, mereka pun tak malu untuk berbuat apa yang telah kamu perbuat special untuk dirimu. Begitu pun, apa pikirmu terhadap mereka, bisa mempengaruhi apa yang kamu sikap akan mereka. Intinya, sikapmu terbentuk akibat pandanganmu sendiri kepada mereka, mereka pun bereaksi yang sama terhadap sikapmu tersebut.
    Menganggap orang lain dalam posisi terbaik mereka, akan memberikan banyak keuntungan bagimu. Bukan berarti kumengajarkanmu untuk memanfaatkan orang lain. Tapi, apa yang dapat kita berikan kepada orang lain. Anggapan seperti itu, akan membuatmu memberikan sikap nomer satu bagi mereka. Memberikan yang terbaik untuk mereka pula. Walhasil, mereka pun memiliki ‘kecenderungan’ berbuat yang sama kepadamu; memberikan yang terbaik, dan memberikan nomer satu pada posisi mereka persepsikan kepadamu.
    Dasar semua kebutuhan seseorang adalah kebutuhan untuk diakui keberadaannya, dan dihargai tentang semua usahanya. Jika tidak setuju, kamu bisa merubah semua pandanganmu kepada orang lain dengan menganggap mereka tidak penting, tidak penting!!. Teruslah berfikir demikian, sampai kamu merasa ga kapok. Paksakan diri untuk berbuat demikian, anggaplah orang lain sampah, bangsat, beban dan masalah.
    Akhirnya kamu pun akan menyadarinya. Dan terpaksa memutar haluan untuk merubah diri menjadi tidak menghargai orang lain untuk menghargai mereka. Memang sich, kecenderungan seseorang adalah menganggap dirinyalah yang paling berjasa, paling penting dan berharga dibanding orang lain. Akhirnya yang terjadi adalah kebiasaan untuk melihat sisi baik dan terpenitng dari mereka. Kelupaan ini menjadi sumber dari semua sikap retaknya suatu hubungan.

    Eits, tapi jangan lupa. Dalam menghargai orang lain jangan terlalu berlebihan. karena akhirnya kan membuat mereka sangat tidak ‘nyaman dengan diri mereka’. Hargailah dengan sangat maksimal, bukan berarti berlebihan sok lebay gitu. Berusahalah pada setiap tempat untuk mendapatkan posisi terbaik mereka, pada setiap waktu dengan posisi terbaik mereka pula. 

    945 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *