Ngga Enak Punya Wajah yang Cantik

    Judul di atas tak ditujukan untuk menyudutkan seseorang yang
    tergolong cantik (perempuan) dan ketampanan (lelaki). Ini hanya sekedar
    mengklarifikasi antara mereka dan golongan dengan wajah yang cukup (pas-pasan;
    pas dilihat nge-past). Tahukan artinya past tense, yaitu waktu lampau. Pas-pasan
    berarti pas dilihat ingin segera nge-past, alias ingin cepat tak dilihat. Nasib
    lah memiliki muka pas-pasan. Namun jangan khawatir, dengan adanya tulisan ini
    kamu tak perlu risau gara-gara mukamu yang tak sepopuler mereka—rupawan.
    Masihkah kamu belum menerima takdir biologismu, padahal kamu
    sudah diciptakan sempurna. Tak ada yang cacat, hanya saja kurang polesannya
    (kurang cantik/ganteng)? Lalu, kapan kah kamu akan bisa menerima takdir tersebut
    bila hal itu memang tak bisa dirubah? Bila diciptakan sedemikian, ya sudah lah
    terima apa adanya, karena mungkin di sana Allah Swt menginginkan sesuatu
    darimu, untuk kebaikan dirimu di masa kehidupanmu. Benar kan? Belum tentu kamu
    tercipta cantik lalu kemudian lebih semangat dari yang tidak, lebih
    berprestasi, lebih beruntung, lebih mapan dan lebih-lebih. Nah, dari situlah,
    jangan risaukan apa pun wujud dari wajahmu.
    Coba fikirkan, apa sih manfaat wajah yang cantik? Oh, orang
    yang cantik banyak yang membantu, banyak menerima perhatian dari orang lain,
    merasa diterima oleh suatu kelompok, dikagumi orang lain, dicintai oleh siapa
    pun, dan bla-bla-bla. Sehingga, dengan perasaan tersebut menurut Abraham Maslow
    seseorang akan dapat mengaktualisasikan diri. Iya akan lebih berprestasi, lebih
    mapan hidupnya. “ah, masa’ sich! Belum tentu kan?
    Justru, rata-rata yang cantik terlalu over, tak bersyukur. Sering
    ganti-ganti pasangan, auratnya tak ditutup dengan benar, atau sengaja berhijab
    namun na’udzubillah di balik hijabnya ada kegelapan. Hatinya tak benar-benar
    dihijab dengan anasir dosa. Manakah syukur mereka? Bukankah keadaan itu
    sebenarnya bentuk godaan dan ujian bagi mereka sendiri, bersyukur kah atau
    kufur?
    Kemudian, bagaimana dengan wajah yang pas-pasan? Bagi yang
    tak dapat menerima takdir ini, ia akan menderita, bahkan wajah jenis ini tak
    akan menguntungkan bagi dirinya. Sebaliknya, mereka yang menerimanya akan lebih
    mampu mengalami perubahan, semacam perasaan inferioritas yang dapat melebihi di
    atas rata-rata orang. Seseorang yang mengelak dari takdir wajahnya tersebut,
    dan tak menerimanya dengan “apa adanya” umumnya sering berpandangan negatif
    kepada orang lain. akibatnya, ia pun berpandangan negatif kepada orang lain.
    akhirnya, hubungannya dengan orang lain tak baik. Ia berperilaku buruk,
    sehingga merugikan siapa pun.tentu saja, kamu tidak menginginkan yang seperti
    ini kan? Ingatlah, di sana masih banyak orang dengan wajah pas-pasan.
    Sudah saatnya kamu menerima dirimu apa adanya, jangan
    hiraukan wajahmu. Kamu perlu mengubah apa yang dapat dirubah; sudut pandangmu
    terhadap dirimu sendiri, dan inner beuty. Seseorang akan lebih nyaman bersama
    orang yang memiliki kepribadian yang utuh. Kepribadian yang penuh kedewasaan,
    penuh dengan kegembiraan, dan kebahagiaan. Banyak penulis temui orang yang
    diberi nikmat namun justru tak mampu mensyukuri nikmatnya tersebut. Namun, yang
    lebih menunjukkan kebesaran dari kemahaadilan Allah adalah fenomena di mana ada
    orang cantik, namun inner beuty-nya
    tidak secantik wajahnya. Yang wajahnya pas-pasan justru memiliki inner beuty yang mempesona.
    Contohnya, rupawan tapi pemalas, suka membuang waktu untuk
    hal yang kurang bermanfaat, suka jalan-jalan, suka narsis di depan kamera,
    merasa sok cantik sedunia, merasa sok tinggi sehingga merendahkan orang lain,
    gengsi dan pilih-pilih teman, dan seterusnya. Sebaliknya, yang wajah pas-pasan
    dan bersyukur akan lebih mampu berprestasi, ia memiliki semangat tinggi untuk
    belajar di sekolahnya, bergabung dengan majelis dzikir, suka ikut pengajian,
    tak banyak teman sehingga lebih banyak merenungi diri, intropeksi-muhasabah,
    dan memperbaiki diri. Jarang diajak jalan-jalan oleh teman, sehingga waktunya
    digunakan untuk mengembangkan potensi dirinya; inner beuty-nya.
    Akhirnya, sudah seharusnya kamu belajar bersyukur. Cintailah
    dirimu sendiri, karena kamu tak akan bisa menciptakan satu jari pun. Setiap anggota
    tubuhmu mahal harganya, melebihi dari harga apa pun. Kecantikan hanya bertahan
    di satu waktu saja, kalau sudah tua pasti berubah keriput. Namun kecantikan
    hati (inner beuty, kepribadian yang baik) akan bertahan sampai mati kelak. So,
    pilih yang mana?

    695 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    16 tanggapan untuk “Ngga Enak Punya Wajah yang Cantik”

    1. nice post 🙂

      Allah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk ^_^
      That's the point..!

      Jika mereka menyukaimu karena rupa, harta, atau pun kedudukan. Ya, itu tak lebih baik dari sekadar fatamorgana. Karena mereka tak akan benar-benar menyukaimu jika kamu tak punya salah satunya.

    2. Wah keren nih!
      Kadang suka kesel juga kalau liat orang cantik mengcela wajah yang pas-pasan. Kayaknya wajah dia yg paling sempurna gitu. Padahal kepribadian dia jelek. Bahkan kurang dari kata pas-pasan.
      Pas banget nih buat temen gue yang sering dicela.

    3. yang penting bersyukur dan merawat apa yang telah dianugerahkan kepada kita. Semuanya akan menjadi cantik~
      cantik yang sebenarnya… muka hanya waktu muda saja. yohoho

    4. setuju banget dengan quote terakhir…
      "setiap anggota tubuhmu mahal harganya"
      baru ndenger di sini…

      lah ya itu, bersyukur dengan pemberian Tuhan itu kunci utama menjalani kehidupan

    5. di sekolah tempat ssaya praktik, ada banyak sekali yang body dismorphic disorder… pada ujungnya terjadi bullying.. ya begitulah, kebanyakan memang sudha disalah persepsikan oleh dunia ketika mereka masih kecil..

      kalau jadi orangtua nanti.. berikan definisi cantik dan tampan yang tepat ya.. #selftalk

    6. jigagagagagaga…posting lucu sih…tapi emang ngena bangt…jadi topic umum…..dan dibahas dengan fresh….seakan-akan yang punya wajah nge-pas diajak untuk ngelus dada, bersabar….bahkan diajak meloncat dengan syukur….

      cobaan itu tergantung berat atau ringannya…kalau cantik tapi taat…..wah..pahalanya gede 😛

    7. Benar banget Putri…. karena itulah, hati memang perlu, wajah pun juga perlu untuk memperbaiki turunan, harta perlu untuk bershadaqah kelak, ..sip..sip… keren…

    8. Iya, benar sekali.. andaikan kata syukur itu mudah untuk dilakukan, tentu saja semua orang akan dapat bahagia dan tentram. Karena syukur bukanlah perkara yang mudah, maka sebaiknya berusaha mendekatkan diri kepada syukur..

      Sip..

    9. Benar sih…. bersyukur menjadikan luar yang hakekatnya belum cantik menjadi cantik. Bersyukur dan menerima apa adanya kondisi apa pun, pasti itu menjadikan diri lebih baik.

    10. Iya,.. setuju sekali.. bahkan orang yang sudah dewasa pun akhir-akhir ini perlu direvisi mengenai kata cantik, ganteng, pintar dan cerdas. Apa sih yang dimaksudkan hal demikian? *namun itu memang susah, karena sudah terlalu berakat konsep keempatnya di dalam diri mereka..

    11. Sip.. iya,. Benar tuh.. kecantikan itu relatif,.. tergantung yang melihat, dan yang merasakan. Tapi jangan sampai cinta buta ya.. kalau tidak, tahi cokelat terasa cokelat… hehahaha

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *