terytry

Mulailah dari yang kecil, mudah dan sekarang

    Pilihan dari keputusan yang Anda lakukan, memiliki sebuah garis akhir (Zig Ziglar). Bukan tentang waktu, namun lebih terletak pada hasilnya. Pernah Anda melihat orang yang sok super sibuk, sok rajin dan bahkan sok serius? Tentu saja Anda pernah melihatnya. Jika ditelisik, terkadang mereka hanya ilusi belaka. Alias kerja otot, hasilnya botot.
    Lihatlah Pablo Ruiz Picasso, dengan jam kerja yang pendek, namun hasil karyanya selama hidupnya sudah mencapai 10 ribu lukisan, 100  ribu karya cetak, dan 34 ribu ilustrasi serta banyak karya lainnya. Padahal, ia hanya bekerja setengah hari dalam 24 jam. Sejak pagi datang, letupan jemarinya dan tumpukan pada tangannya menggoreskan kuas pada kanvas-kanvas. Menjelang tengah hari, ia pun mengakhiri aktifitas melukisnya. Kemudian dilanjutkan dengan istirahat, selain itu, terkadang sisa waktunya dipergunakan untuk pertandingan matador, berenang. Intinya, sisa harinya digunakan untuk hal yang aktivitas non-produktif.
    Umunya, terdapat asumsi yang mengatakan bahwa jam kerja tinggi, maka hasilnya juga tinggi. Entah mengapa, penulis sendiri kurang sreg dengan statement tersebut. Mungkin, jika dikaitkan dengan target pendek, bisa dikatakan demikian. Berbeda lagi jika target jangka lama, kefokusan dalam bekerja adalah hal utama daripada bekerja lama. Fokus untuk melakukannya setiap hari, dengan catatan waktu yang telah ditentukan. Kesimpulannya adalah bekerja yang berorientasi pada hasil akhir dan pada proses itu sendiri.
    Caranya, buatlah target harian. Tentukanlah target yang Anda yakini bisa dicapai pada setiap harinya. Lalu, usahakan agar setiap hari target tersebut terlaksana pada satu tahun. Ketika target satu tahun terlaksana, usahakan agar tahun-tahun berikutnya target tersebut tetap terlaksana.
    Anda tidak bisa mencapai target tersebut jika Anda menunggu hingga keadaan mendorong Anda untuk mencapainya. Anda perlu hidup di bawah “tekanan” diri Anda sendiri, biasakan hidup di bawah tekanan diri sendiri, bukan di bawah tekanan orang lain. Dengan bersikap keras terhadap kehidupan, maka kehidupan akan bersikap lunak kepada diri Anda. Sebaliknya, dengan bersikap lunak terhadap kehidupan, maka kehidupan akan bersikap keras kepada Anda.
    ***
    Jangan sok Sibuk
    Jika Anda ingin mencapai segalanya, jadilah orang yang berdisiplin, bukan orang yang sibuk. Walau pun waktu yang dihabiskan keduanya sama, namun hasilnya bagaikan semut dan gajah. Untuk membedakan antara orang yang sok sibuk dengan orang yang sok disiplin, kita bisa melihat pada hasil sebuah penelitian “The Berlin Study”.
    Yang mana, terdapat dua kelompok yang menjadi objek penelitian. Yang satu disebut sebagai pemain elite, dan yang lain diberi julukan sebagai pemain rata-rata. Pertanyaannya, di antara kedua kelompok tersebut, kelompok yang manakah yang lebih mahir dalam memainkan biola?
    Ya, Anda benar. Yang disebut sebagai pemain elite lebih mahir dibanding dengan pemain rata-rata.
    Kedua kelompok ini sama-sama diberi waktu berlatih selama 50 jam dalam perminggunya. Lalu, mengapa kelompok elite bisa lebih mahir, padahal waktu yang mereka gunakan sama lamanya? Hal tersebut disebabkan pada “penggunaan” pada waktu itu sendiri. “metode” atau “cara” yang berbeda, akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula. Tidak menjamin, orang yang sok sibuk menghasilkan hasil yang wah.
    Pada kelompok rata-rata, mereka ibaratkan belajar dalam waktu lama, namun tidak begitu serius, tidak sungguh-sungguh dan tidak menghindari hal-hal yang dapat menjauhkan dirinya dari hasil yang diinginkan. Sementara pada kelompok elite, lebih bisa mengatur watku. Ia memecahkan segalanya menjadi target kecil-kecil, kemudian berlatih secara totalitas, penuh perhatian, fokus—fikira dan jiwanya tidak melayang kemana-mana—dan tidak mudah putus asa. Dan tentunya, kelompok elite ini menghindari hal-hal yang dapat menjauhkannya dari sesuatu yang menghambat harapannya.
    Berhati-hatilah bagi Anda yang sok sibuk. Pada kasus di atas, pemain rata-rata menghabiskan waktu 50 jam/perminggu dengan tidak terarah, tanpa “strategi dan metode”.  Sehingga, mereka hanya nampak penuh sibuk dan semangat, namun jiwa mereka dipenuhi dengan rasa gelisah. Kegelisahan tersebut adalah karena tidak adanya kesadaran diri untuk melihat hasil jerih payah yang dilakukan. Sehingga, kemungkinan untuk menerima dan mensyukuri apa yang sudah dihasilkan kecil kemungkinan. Artinya, kerja ikhlas dengan menyadari bahwa hasil yang dicapai hari ini harus disadari, dinikmati dan dihayati. Melihat kemajuan dan hasil yang “kecil” lebih baik dari pada meratapi banyak harapan yang belum tercapai, dan kemajuan yang belum datang melambai.
    Kesimpulannya, kerja keras saja tidak cukup. Anda harus bekerja keras. Alih-alih Anda mampu bekerja ikhlas. Anda akan semakin bisa menyelami diri Anda dalam hanyutan pekerja Anda. Anda akan menemukan ketenangan dan makna dalam apa yang sedang Anda lakukan. Carilah informasi lebih dalam, metode baru dalam mengerjakan segala sesuatunya. Cara yang berbeda, akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula.
    Ambillah Langkah Pertama, Sebelum didahului Orang-lain
    Ketika Anda sudah memiliki gambaran blue-Print kehidupan, bergegaslah untuk melangkah lebih awal. Seseorang hanya akan melihat apa yang Anda lakukan, bukan pada apa yang Anda katakan.
    Satu langkah awal, kadang tidak disadari bahwa ia adalah awal dari segala-galanya. Menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya. Di saat Anda tidak mampu mengawali sesuatu, Anda akan merasakan langkah Anda semakin membatu. Menunda untuk segera memulai, sama halnya membuang kesempatan dan memperkuat alasan untuk menilai. “apakah saya bisa atau tidak? Akhirnya langkah pun terhenti mendadak.
    Di saat Anda memulai langkah awal, hal-hal yang positif pun mulai mengawal. Keraguan akan kemampuan diri, mulai teratasi. Hal yang awalnya terasa sulit, bagaikan lalat yang hinggap di atas kulit. Atau seperti kemudahan yang didapatkan oleh para dalang wayang kulit. Ia bisa, karena terbiasa. Maka, mulailah melangkah, dan jangan heran jika semuanya kan terasa lebih mudah.  
               

    124 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *