[Mozaik Blog Competition 2014] Lebih Baik Tidak Hidup, daripada Hidup Tidak Untuk Menulis

    Maaf, konten yang Anda cari sudah ditarik dari peredaran
    publik. Karena hak ciptanya sudah diserahkan kepada pihak peberbit Mozaik Indie
    Malang yang akan dijadikan sebuah buku. Untuk mengkonsumsinya, silahkan membeli bukunya setelah
    nantinya sudah terbit.

    Atas perhatiannya, kami ucapkan banyak-banyak terimakasih.

    1,600 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    51 tanggapan untuk “[Mozaik Blog Competition 2014] Lebih Baik Tidak Hidup, daripada Hidup Tidak Untuk Menulis”

    1. Nice post mas. Mengidolakan Pak Pram ketahuan bacaannya kayaknya berat-berat ni.hehe
      Eia ternyata kita punya kemiripan dalam hal komunikasi ya. Hehehe
      Smoga tetap istiqomah menulis, menulis dan menulis ^_^

    2. Betul kak, menulis memberikan rasa tenang. Sesuatu yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, sehingga bisa diungkapkan dengan tulisan ๐Ÿ˜€
      Selamat ya kak udah pernah masuk majalah, dan semoga bukunya cepat terbit ya ๐Ÿ™‚
      Amin…

    3. Wah, jadi kamu aslinya pendiam ya gha? kontras banget dengan aku. kalau aku nulis supaya makin memperluas aspirasi hahaha.

      mantap gha, memang manfaat menulis itu banyak banget kok..

    4. Sama. Saya juga introvet lebih seneng sendiri daripada tempat ramai. Jangan ngomong juga tapi gak terlalu sering nulis, lagi berusaha aja biar bisa konsisten nulis.

      Blog kamu beda, gak cuma dapat tentang menulis aja tapi juga ayat2 Al-quran. Itu keren banget.
      Inspirasi kamu juga keren, saya aja gak gak.

      Semoga menang Lombanya

    5. sukses ya Gha buat kontesnya
      setelah baca postinganmu ini aku jadi terinspirasi utk tetap terus menulis
      benar saja, menulis itu mengasah kreatifitas kita, dan tentunya membuat jiwa tenang karena apa yg ingin kita sampaikan bisa tercurahkan lewat tulisan ๐Ÿ™‚
      kamu jug keren Gha karena setiap postingan dibawakan secara serius tapi tetap bisa ditangkap isinya
      goodluck

    6. heh.. ngga kok,.. cuma lagi berusaha membaca yang berat, agar lebih mudah memahami yang ringan-ringan…

      amin… semoga Delina juga istiqomah menulisnya ya.. berkaryalah, agar dunia melihatmu dengan nyata

    7. ya.. merosot untuk "sejenak" itu memang wajar lah..
      yang penting, nanti menanjak lagi nulisnya,, ya!!
      selamat berkarya, hentakkan dunia…heahahaha

    8. benar banget kuh..aspirasi rakyat harus tetap diperjuangkan tuh..! ketika mulut tak lagi berani berkata, ketika mata tak lagi menyatakan kebenaran fakta. selamat menulis menebar keadilan, mengalahkan kelicikan..

    9. eh ustad Ishlah,.. baru datang ke rumah ane nih.. dari kemarin kemana aja.. kog ngga kelihatan?

      ngapain malu? malunya saya sita dulu untuk sementara ya.. biar masnya dapat berkarya.. hehehe

    10. ini bukan soal perlombaan, tapi adalah apa yang ingin aku sampaikan ke khalayak umum bahwa menulis itu penting. ..

      btw.. terimakasih atas doanya ya.. dan sanjungannya..

    11. mengidolakan PAT? wowpantesan tulisanmu kadang serius, berbobot yak ^^
      aku setuju kalo dgn menulis itu memberikan rasa tenang seperti yg dipaparkan di atas.
      menulis merupakan salah satu bentuk membahasakan emosi-emosi yg bergejolak di pikiran.

      menerbitkan karya walau dalam skalakampus?m keren itu.
      yg penting tetap konsisten wlwpun blm menerbitkan buku. kesempatan masih panjang ^_^

      menulis merupakan review dari hasil membaca, bisa juga begitu.
      apa yang kita lihat, dengar, rasakan bisa tertuang kembali dalam bentuk tulisan yang kita buat dari sudut pandang diri kita sendiri.

    12. keren nih tulisannya… dibacanya agak sedikit berat, tapi point pointnya pas kena memotivasi yang masih belajar nulis… sukses terus yo brother buat jadi penulis ๐Ÿ˜€

    13. Memang pemilik blog ini memiliki sosok penulis yang kental banget. Terbaca di postingan kali ini.

      Iya bener banget bang ya, tulisan itu jauh lebih abadi di bandingkan omongan yang sedetik saja bisa berlalu lalang.

      Poin-poin nya ngena banget bikin aku menggebu-gebu pengen nulis gitu bang.
      Kereeeeen.

      Moga menang competition nya bang.
      Harusnya sih menang

    14. yang nomer 1 bener. gue juga merasa komunikasi gue gak begitu bagus.. apalagi saat menyampaikan pendapat, selalu kalah sama lawan bicara.

      ini tulisanmu layak menang kompetisi gha :). ada syarat pengetahuan yang luas. baru tau kalau ada penulis macam pak pram. ๐Ÿ™‚

    15. Eh, Mas Joga juga sama-sama introvert ya..
      Kenapa kok rata-rata para blogger, writer itu orangnya pendiam ya? Mungkin ini kah yang disebut dengan keadilan Tuhan? Di mana, di sisi lain orang yang tidak pendiam (ekstrovert) lebih banyak massanya, dengan umat yang juga banya, orang di depan layar. Kita introvert adalah konseptor, mereka ekstrovert adalah pelaksanaa lapangan.. sama-sama melengkapi.

    16. Benar,.. karena itulah kak, menulis bisa membuat kita sedih atau senang. Keputusan sedih atau senang itu tergantung bagaimana sudut pandang kita pada masalah yang dituliskan. Maka, kesimpulannya adalah menulis masalah akan membantu kita melihat masalah dari berbagai sudut pandang bahkan yang belum disadari sebelumnya. Dari bagaimana kita memandang masalah, dari situlah bagaimana kita menjadi nyaman atau tidak. Ia mempengaruhi sikap, perasaan dan perilaku kita..

    17. Mas Yudi, tapi tulisannya mas lebih bagus kok..
      Aku ingin belajar lebih banyak dari mas. Sebagai sineor di blogger, tentu aku yang junior merasa lebih harus belajar banyak.

      Btw. Thanks ya udah dateng ..

    18. Menang itu ngga harus dik,.. lebih dari itu adalah pengalaman dan proses dalam menulis. Semoga para juri memberi feadback kepada postingan ini. Sehingga saya bisa mengetahui bagaimana sih tulisan yang bagus itu/..

      Terimakasih atas kunjungannya ya..

    19. Justru itulah mas.. saat mulut belum berani berkata, maka menulis adalah senjata utama..ia akan memperbaiki kualitas pembicaraan kita dengan orang lain. jangan kapok,.. terus menulis

    20. Bravo. Jadi bersemangat tinggi utk menulis ^_^. Aku ada sedikit kesamaan nih, sama2 termasuk introvert juga.
      Sayangnya sampai sekarang belum kesampaian baca karya2 Pram… Udah dari kapan kali masuk wishlist ๐Ÿ™

    21. Wah ternyata inspirator kak agha Pak Pram ya? Pantesan isi blognya berbobot. Tulisannya berisi dan nggak asal-asalan nulis. Keren. Aku aja masih belum sanggup baca karya beliau. Takut kesulitan mencernanya.

      Terus nulis kak! Good luck juga semoga menang kompetisinya.

    22. Wah, suka sama Pramoedya ^_^
      Senior2 saya di kampus banyak yang suka dengan karya2 Pram…
      Saya belum pernah baca buku pak Pram.. Tapi pernha baca salah satu buletin kampus yang membahas tentang Pram dan ada Quotenya yang sangat mengena bagi saya โ€œOrang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.โ€

    23. alasan2 menulisnya kebanyakan sama kayak gue ..
      kadang gue juga suka menyampaikan sesuatu lewat tulisan.. karena apa yang kita tuliskan bbisa dipikirkan matang2 dulu dan direvisi sampai bener2 siap untuk disampaikan pada pembaca.. sedangkan kalo ngomong biasanya susah, gak bisa direvisi .. hehe itu menurut gue

      anak pes kampus ya.. keren!
      gue juga dulu sempet gabung di pers kampus..
      tapi akhirnya off , hehe
      tetep semangat nulis Gha, lo udah keren!

    24. by the way saya lihat widget goodreads kamu di sidebar blog ini.
      itu daftar buku2 yang sudah kamu baca?
      kalo iya., wooowww itu buku kategori 'berat' semua.
      hehehe. ada steven covey sampai buku terapi berpikir positif.
      pasti banyak membaca buku2 seperti itu pasti menunjang kemampuan untuk menjadi penulis.

    25. wah kamu ikutan jugaaa, keren Ghaaa…kamu juga keren nulis dari kelas 5 SD gituuu…dan menulis emang bisa buat obat juga Gha…ahh, dalilnya juga mengena…semoga menang ya kitaaa ๐Ÿ˜€

    26. Benar sekali apa kata kakak, โ€œmembaca itu menunjang kepenulisanโ€. Yang tak suka membaca, adalah mereka akan kesulitan menuliskan kata. Karena membaca kata umumnya penulis mengatakan sebagai โ€œbahan bakarโ€ untuk menulis.

      Semoga kita semua sama-sama suka membaca, dan akhirnya bisa berkarya dengan aman,tenang dan nyaman..

    27. benar,.. Trial and Error sudah lazim dibidang mana pun. Bagi penulis itu sangat penting, dengan catatam harus ada โ€œinsightโ€, semacam feadback agar mampu mendapatkan penyadaran terhadap karyanya. Ya, dari pembacanya..

      terimakasih atas doanya ya..

    28. Alhamdulillah,.. semangat membacanya kakak semakin menggebu..
      Semoga ketika membaca semakin semangat untuk melahap buku apa pun..
      Sehiingga, menulis kan memberikan banyak makna berkat kegiatan membaca yang mendalam…

      Apa pun ya, itu bacaan. Alam adalah bahan dasar kita membaca,.dst.
      Thank ya atas kunjungannya..

    29. Dik..
      Jangan berlebihan ya.. kita sama kok. Sama-sama blogger, sama-sama belajar dari apa pun. Adik juga hebat, karya cerpennya benar-benar keren! Aku saja sampai terbawa arus cerita dalam cerpenmu. Bisa membuat pembaca berimajinasi jauh …dan tentunya, ada nilai pelajaran dari setiap memabca cerpenmu..

      Terimakasih ya..

    30. Benar sekali,. Hanila sampai hafal benar kata-kata pak Pram. Intinya pram menulis karena tugas kemanusian yang setiap individu akan mengembannya. Tak berani menulis, berarti tak pantas untuk hidup.. bahkan, ia telah meninggalkan nilai-nilai kemanusiannya..
      Terimakasih atas tambahan quetenya.. keren!!

    31. Terimakasih Mas Edotz.. sudah mau berkunjung ke blog kami yang sederhana..
      Iya. Setuju sekali tuh.. tulisan sangat berguna, kata-katanya akan mempengaruhi setiap jiwa. Apalagi juga didugung oleh aliran logika yang sistematis dalam setiap kepenulisannya..

      Oh.. pantesan saja, tulisannya mas Edotz keren-keren..
      Mantan anak pers.. ups, maksudnya pernah berproses juga di LPM..
      Sip..semangat!!

    32. Ya kak Meyke.. semoga kita semua menang.. memenangkan keinginan hati untuk terus menulis, berkarya dan menulis.. dan tentunya, melatih kepenulisan melalui GA..

      Kak mei juga keren,..kemarin pas baca blognya, sudah pernah ngasilkan duit.. jual cerpen untuk dibaca teman sekelas.. wuih.. keren abis

    33. Salut dengan tekatmu mas, banyak mempunyai dorongan dari apa yang dibaca. Memang benar yah, membaca adalah utama menulis. Eh iya, mau nerbitkan buku mas?, wih, saya tunggu yah, insyaAllah kalau ada rejeki lebih akan mencarinya di toko buku. Jujur, saya bangga ada sahabat dari kampung halaman seperti mas, sukses selalu yah. Salam ๐Ÿ™‚ (oh iyeh, plat-M makaloara kalambi komonitas mas, tak mesena?, sengkok buru ngese e form pamesenanna, haha oreng Madure, salam :D)

    34. salam kenal juga tretan…
      iya,.. membaca mutkhlak bagi kepenulisan.. menulis tanpa membaca adalah menulis yang itu-itu saja, tulisan tak menggigit, tak berkembang, tak bernutrisi bahkan meracuni..

    35. Alhamdulillah, selamat ya telah terpilih sebagai juara 1 Mozaik Blog Competition. Bangga dong sebagai sesama Blogger Energy. ๐Ÿ™‚
      Tapi tulisan ini memang layak jadi juara pertama, bagus isi dan penyampaiannya. Serius dan mengena. Aku kalah jauh deh, dan kalah nilai, hehe. ๐Ÿ™‚
      Selamat ya, Mas Agha. Tetap berbagi makna dan menyampaikan kebenaran.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *