Menoleh Kembali Perjalanan 2013

    Kita tak
    pernah tahu, seberapa jauhnya perjalanan yang akan kita tempuh. Namun, kita
    perlu tahu bahwa perjalanan tersebut akan terselesaikan bila kita tak terlalu
    banyak mengharap kepadanya, cukup melaksanakan apa yang mengantarkan kita ke
    arahnya. Mengapa tak berharap?walau pun mengharap dapat mendorong hati kita,
    namun ia juga membuat kita tak sabar untuk segera menuju kepadanya, membuat
    kita merasa putus asa, membuat kita merasa ‘terlalu lama’ mengapa kesuksesan
    dari akhir perjalan belum juga segera tiba. Berada di antara harapan dan
    keputusasaan, yaitu mengharap tak mengharap.
    Seperti
    perjalananku di tahun 2013, yang katanya orang harus mengikuti rencana planing
    A, gagal pindah ke planing B dan seterusnya. Aku mah orangnya langsung
    saja asal-asalan. Asal kreatif, nasi jadi bubur. Gagal di planing A, langsung
    saja gunakan otak kreatif. Di sanalah kepuasan, kebebasan dan kenyamanan jiwaku
    bersarang. Walau pun tak mengharap, aku telah membayangkan bahwa semuanya telah
    terjadi, hingga aku tak bisa membedakan, manakah alam nyata dan alam mimpi. Konsep
    ini aku temukan dari buku Sentanu, “Quantum Ikhlas” dan Byne “The
    Screet”.
    Berikut ini hal  yang paling
    berkesan bagiku di tahun 2013.
    Konsisten
    ngeblog. Bagiku konsisten itu lebih sulit dibanding dengan loncatan quantum. Bahkan,
    orang terhebatpun sulit aku temukan mereka yang benar-benar berkomitmen itu
    konsisten. Karena konsisten merupakan rahasia umum dan sulit dilakukan oleh
    orang yang setengah-setengah. Karenanya, konsistenlah dalam pekerjaan, kita
    semua akan melihat betapa konsistennya upah jerih payah datang kepada kita.
    Sudah lama
    aku di dunia blog, sampai aku sendiri lupa berapa kali ganti URL dan berapa
    kali ganti template blog, dan berapa kali bloggku rusak dan error. Sampai akhirnya,
    aku putuskan dengan blog baru, ditambah domain baru. (www.makruf.com). Di sini lah aku dapat hidup. Bukan
    life to blog, but blog to life. Jadi, falsafahku tidak ingin hidup untuk
    sekedar ngeblog, blog hanya pembantu bagiku untuk meraih makna kehidupan yang
    tercecer di mana-mana.
    Karena makna
    itulah, aku sedikit bisa untuk konsisten ngeblog. Aku telah menemukan
    kenyamanan dalam blog, dan tidak dalam dunia nyata; berkumpul dengan
    teman-teman. Entah kenapa, aku terlahir sebagai orang yang aneh, kemampuan
    berbicara tak pernah saya bisa raih, “karena minder”. Minder dengan keadaan
    fisik ini, minder dengan sifatku yang buruk dan minder dengan semuanya. Tapi aku
    tak pernah minder dengan siapa pun bila berhadapan di dunia maya. Berkat inilah,
    aku berkomitmen untuk konsisten menulis setiap hari.
    Bayangkan,
    begitu perihnya menjadi diriku yang tersisihkan dari lingkungan. Keberadaanku sudah
    seperti ketiadaanku, merasa tak ada lagi yang memberi perhatian. Ah,
    lupakanlah. Aku tak mau membuat diriku semakin terpuruk dengan keluh kesah ini,
    aku sekarang sadar, ternyata di balik ini semua, ada alasan mengapa Allah
    menciptakannya begitu. Tersadarkan, bahwa ini hanyalah pikiran yang akan
    merusakku, bahkan menghancurkan masa depanku. Untuk menjadi seorang yang “percaya
    diri, aku tak perlu kesempurnaan fisik. Aku hanya perlu kekuatan hati yang
    diisi dengan kebersyukuran akan semua nikmatNya. Di sana masih banyak orang
    yang tak sesempurna diriku, di sana masih banyak orang yang tak bisa berbuat
    banyak karena keterbatasa fisiknya, namun memiliki semangat juang untuk tetap
    menjalani kehidupan”.
    Alhamdulillah,
    berkat blog aku sudah mulai beradaptasi dengan keberadaanku. Aku sudah menerima
    dengan keadaan yang begini, karena aku tahu makna di balik penciptaanku ini.
    untungnya aku terlalu sibuk dengan dunia blog sehingga aku tak pernah memberi
    kesempatan kepada pikiran untuk meratapi ketidaksempurnaan fisiku ini. dan
    karena itu, tak ada jalan untuk membuatku merasa semakin lebih baik kecuali
    menempa potensi yang sudah Allah berikan kepadaku.
    Caranya,
    lagi-lagi dengan bersyukur. Manusia itu tak perlu sukses untuk bisa bersyukur,
    ia hanya perlu bersyukur saja. Maka, kesuksesan akan datang dengan sendirinya. Begitupun
    denganku, aku tak perlu menjadi lelaki yang sempurna untuk bisa bersyukur dan
    bahagia menikmati hidup, aku hanya perlu bersyukur dan bahagia agar hidupku
    serasa lebih baik dan lebih sempurna. Mengapa harus bersyukur?
    Al-Qur’an
    ada di dunia ini ada tentu menjawab semua permasalahan kita. Allah pengertian
    kepada kita, ia lebih pengertian dibanding dengan orang yang pernah kita anggap
    memberi perhatian kepada kita, dan ia Maha Tahu dengan kehidupan kita. tapi,
    seringkali kita melupakannya, menyisihkanNya dari dalam kehidupan kita. seakan Allah
    hanya ada di masjid, seakan Allah hanya ada di Majelis pengajian. Karena itulah,
    untuk menikmati hidup, mensukseskan hidup kita perlu bantuan Allah, karena bila
    Allah telah membantu, siapakah gerangan yang dapat mengalahkan kita? benar
    tidak?
    Bagaimana
    caranya, kembalilah kepada al-Qur’an, di sana ada rahasia dari Dzat yang Maha
    Mulia bahwa bila seseorang ingin ditambah karunianya, rejekinya, dan lain-lain.
    Kuncinya “bersyukurlah”. Bersyuku dengan lisan, pikiran, perasaan dan amal
    perbuatan. Dengan lisan berarti senantiasa berdzikir, dengan pikiran berarti
    selalu positif thinking, dengan perasaan berarti positif feeling, dengan
    perbuatan berarti bersikap yang cerdas, ikhlas dan tangkas. Tidak menggunakan
    nikmat yang Allah berikan untuk hal yang Allah tidak kehendaki.
    Kediri, 25 Desember 2013.

    Tulisan ini diikutsertakan
    dalam Giveaway Something Special on 2013 by @meifariwis

    676 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    10 tanggapan untuk “Menoleh Kembali Perjalanan 2013”

    1. Beramal juga bagus jika istiqomah walau sedikit2 ya mas.
      Saya termasuk konsisten ngeblog di BlogCamp. Hampir setiap hari posting artikel.
      Maju terus
      Salam hangat dari Surabaya

    2. wohoo setuju dengan konsep blog to life. blog memang hanya pembantu untuk meraih makna..
      makin pinter aja gha hahaha
      kamu memang konsisten banget ngeblognya gha. tahun 2013 aja udah ada 300 tulisan lebih. kereeen!

    3. Setuji sama konsep berharap sedikit, banyak aksi. Kita kebanyakan berharap malah enggak mulai-mulai mencapai sesuatu.

      Terus caraas Agha bersyukur ini keren, lebih memilih untuk mencari kelebihan diri sendiri, untuk mengasahnya, daripada mencari kelemahan diri sendiri, untuk merasa jadi yg paling buruk di dunia. Mas Agha keren, aku jadi terinspirasi.

    4. kalau ngomongin konsisten, penulis blog ini sudah gak perlu ditanyakan lagi kekonsistenannya. tiap hari pasti ada tulisan baru.
      tetaplah bersyukur karena Tuhan tahu yang terbaik bagi diri kita masing-masing. pasti ada satu titik dimana bisa membuat kita bangga dengan kemampuan yang kita miliki.

    5. keren ni ga.. gua nge blog uda dari smp.. gonta ganti template uda ga keitung berapa kali.. muskipun url gua gapernah ganti tapi tetep konsisten nulis itu yang susah..

      smoga konsisten menulis lo ini ada hasil nya nanti

    6. Yap, konsisten nge-blog itu bukan semudah dengan apa yang dipikirkan. Karena dengan konsisten, secara gak langsung itu menunjukkan seberapa besar usaha kita untuk tetap melakukan hal tersebut.

    7. bicara soal positif thinking memang selalu erat kaitannya sama bersyukur. itulah, sampean yang pendiam bgt waktu ketemu, tapi punya kemampuan menulis yang bagus. Allah memang maha adil!

    8. pertama baca gue bingung emangnya yang nggak seprnua dari fisik lu apa Gha??
      Dan, gue setuju sama kata kata lu dah, bagaimana pun keadaannya, syukur memang yg paling utama. sesualit apapun kalau bersyukur maka akan dimudahkan. juga, lu emang dipinggirkan oleh lingkungan emang gimana ceritanya??
      Alloh emang adil Gha, just do your best! Jadikan segala kekurangan menjadi kelebihan dan berbahagiaaa…hehehehe

    9. saya akui dengan kekonsistnannya ngeblog… kerenn yuaaaa tiap hari bisa nulis n mosting di blog gtu.. di sela kesibukan-kesibukannya Agha. btw sukses GAnya… saya nyusul . Insya Allah

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *