Meniru cara mudah belajar

    Zaman muda sekarang kalau ga pakai gadget seakan-akan ga keren. Kamu pasti sudah dimanjakan dengan beragam macam teknologi mutakhir. Hal ini sudah menjadi lifestyle, jika tidak ber-gadget ya tidak keren. Nah, jika belajar dari kenyataan ini, bagaimana jika kamu ambil prinsip dari hal ini. yaitu, menjadikan belajar sebagai lifestyle. Berfikirlah, kalau kamu gabelajar itu berarti kamu ga keren. Jika kamu rajin dan tekun belajar, itu baru keren!!

    Sayangnya, seringkali apa yang kamu saksikan sering berbohong. Di mana, belajar menjadi beban. Padahal, belajar itu tidak sebatas baca buku saja. Belajar itu adalah perubahan, baik bagaimana kamu menyikapi hidupmu, dan memandangnya. Atau perubahan intelektualmu.
    Jika  memang demikian kenyataannya, ya ga apa-apalah. Yang mesti kamu lakukan yaitu belajarlah sedikit demi sedikit. Jangan keburu nafsu ingin belajar semuanya dan mahir dalam waktu sedetik. Sadar bro! ini bukan alam mimpi, ini alam nyata, yang menuntut banyak usaha. Perlu kesetiaan yang kuat pada proses yang kamu jalankan  tersebut. Tanpa kesetian, jangan harap perubahan—menjadi lebih baik—tidak setia kepadamu.
    Memang lebih mudah bosan melandamu saat kamu belajar banyak pada satu waktu. Cara kabur darinya mudah saja, rubahlah bagaimana cara pandangmu terhadapnya. Dengan melihat bagian dari sudut jendela yang berbeda, kamu akan lebih banyak menyaksikan banyak perbedaan yang berarti. Misalnya, kamu ga sudah susah payah merubah dari sikap tak terbiasa berbicara menjadi terbiasa berbicara saat ada kesempatan berdiskusi. Nah, coba lihatlah dari sudut orang yang juga sedang mengalami kesulitan sepertimu, maka kamu dapatkan, “oh, ternyata orang yang kesulitan berbicara bukan hanya aku seorang, tapi ada orang lain juga yang senasib.”
    Pemahaman seperti itulah yang membuat langkah tak mudah surut, tapi terus berkembang walau pun tak begitu berarti apa adanya. Selanjutnya, kamu harus berusaha membagi perubahan tersebut kepada orang lain. Misalnya, pada contoh di atas kamu berisiniatif untuk membantu kawan yang senasib agar berjuang bersama melawan penyakit demam-berbicara di depan muka umum.  Berbagi selalu menjadi alat ampuh untuk lebih sukses berubah. Membantu orang lain berubah menjadi lebih baik akan merubah dirimu sendiri.
    Semua beban telah terlampaui, sekarang luruskan ke haluan menuju perubahan. Carilah model dari orang yang kamu idolakan. Bagaimana masa mudanya, cobalah cari sisi baik darinya. Lihatlah, dan temukanlah. Untuk kemudian kamu tiru dan praktekkan dalam keseharianmu. Himbauan, jika ada perbuatan yang kamu anggap Cokbet cocok banget untukmu, tapi tidak baik pada kenyataannya. Maka, janganlah sekali-kali ditiru. Karena hal tersebut biasanya akan menjadi kesalahan fatal tujuh turunan.
    Apa yang kamu sukai dari model idolamu belum tentu baik bagimu, bisa saja justru hal yang kamu benci adalah yang terbaik bagimu. Bagaimana kalau maling, kamu pasti benci kan kepada tingkah lakunya yang begitu. Kalau begini, apakah benar-benar mengidolan malingnya atau perilakunya atau sisi baiknya. Jelasnya, dari siapa pun kamu harus belajar menghormati dan belajar banyak mengenai sisi kebaikannya. Karena, seburuk-buruk apa pun selalu ada celah sisi positif yang sangat penting untuk diambil pelajaran darinya.

    Jadi, kebencianmu jangan sampai menutupimu untuk belajar sesuatu. Sebaliknya, kecintaanmu jangan sampai membuatmu buta untuk melihat hal lain yang terindah dan baru saja terbuka saat kamu memutuskan untuk tidak membabi-buta. Membuka diri kepada banyak hal.   

    586 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *