Mencoba itu tidak dilarang Kok!!

    “Cobalah dan perhatikanlah, Niscaya kamu menjadi orang yang mengetahui”.
    (Pepatah Arab)
    Sebuah kisan antara tukang pembuat jam dan jam tangan yang sedang dibuatnya tersebut. Tak lama, setelah jam tangan akan diselesaikan, tukang jam pun bertanya kepada jam. “Hei jam, kamu kan udah saya buat sedemikian rupa, kalau aku suruh kamu untuk berdetak 31.536.000 kali dalam setahun, sanggup tidak?”. Si jam pun menjawab dengan terperangah, “Hah…! Apa…, mana mungkin aku sanggup berdetak sebanyak itu”. Kemudian, tukang jam pun memberi tawaran yang lebih ringan, “bagaimana kalau 86.400 dalam sehari”. “bisa ga ya? Ah, ga bisa tuan, masih berat bagiku”,jawab si Jam dengan penuh keraguan.
    Si tukang jam pun mulai kelelahan dengan jam, ia keluar sejenak mengambil air untuk menenangkan dirinya. Kemudian, ia pun menawarkan kepada jam, “ya udah, berapa dech mau-mu?”. Si jam masih bingun dengan kemampuan dirinya, ya bertanya kepada dirinya sendiri “kalau 3.600 detakan dalam sejam terlalu melelahkan rasanya, oh iya, satu detakan dalam sedetik itu baru aku bisa, pasti bisa”. Maka, si jam pun menjawa kepada tuannya, “sedetik dengan satu detakan aku sanggup tuan!”. Kemudian tuan jam menjawab, “Nah, gitu dong!! Kan lebih baik”.
    Setelah beberapa lama, waktu pun terus bergulir, tak terasa sudah setahun sejak jam memutuskan bagi dirinya untuk berdetak satu kali dalam sedetik. Alhasil, jam baru sadar ternyata dirinya sungguh luar biasa, dengan kemampuan berdetak sebanyak 31.536.000 dalam setahun. “wow! Amazing..”, hatinya berkata.
    Dari contoh di atas ini, mungkin sahabat muda ternyata pekerjaan yang awalnya terasa sangat berat, sungguh tak benar sepenuhnya jika sudah dijalani dengan penuh kepastian. Beginilah, kisah yang unik dan memompa sahabat agar menyadari akan hal tersebut. Hanya diperlukan ‘kebaranian untuk mencoba”, dari mencoba itulah akan banyak hal yang ditemukan dan dipetik darinya pelajaran.
    Jangan takut untuk mencoba, karena mencoba gratis dan tidak dilarang oleh siapa pun. Justru, jika sahabat berani ‘terus dan tekun’ mencoba, pastilah pintu keberhasilan akan kebuka dengan sendirinya. Ya, tentunya harus sabar sesabar batu karang dalam hempasan air laut di pantai. Bukanya nyerah begitu saja, teruslah berjuang, karena perjuangan yang telah akan sia-sia jika tidak dilanjutkan pada kesempatan kali ini.
    Lalu bagaimana caranya? Mudah saja, saat kamu sudah memiliki gagasan hebat, atau apa pun. Segera kejarlah dan lakukan. Dengan cara melakukan tanpa “pikiran” dan “perasaan”. Lakukanlah saja, ya benar just do it. Sadarlah sahabat, tidak ada yang jauh lebih mendekatkanmu kepada keberhasilan kecuali dengan bergerak sekarang juga. Bisa dibayangkan, jika bekerja dengan pikiran maka ia justru akan membebani, sahabat akan selalu berfikiran bagaimana kalau aku gagal di tengah jalan, bagaimana kalau begini dan begitu? Pikiran itu sejujurnya pasti selalu ada di dalam pikiran sahabat. Hayoongaku? Kalau ga ngaku bukan keren dech?? Hehehe
    Begitu pun dengan perasaan, ia akan selalu membuat diri kita terlalu memanjakan diri. Sedikit-sedikit, keluh kesah sambil bilang, “aduh,.. capek banget nich, kayaknya aku gagal”. Yakin dech, kalau sahabat menggunakan perasaan, apalagi yang negatif tentu akan terhambat untuk terus melangkah ke depan. Seperti perasaan frustasi dan tidak puas dengan hasil yang diperoleh.
    Hemz, jadi tambah semangat nich. Oh iya, jangan lupa kalau orang yang membangun keberhasilan itu diibaratkan seperti ukiran yang dibuat di atas batu alam. Sahabat muda perlu mengukir di atas media batu tersebut dengan pahat yang berupa “kesabaran”, dan dengan palu yang berupa “ketekunan”. Sakali saja dipukulkan ke batu tersebut, maka akan terbentuk goresan kecil dipermukaan batu tersebut. Dan itu adalah langkah pertama yang harus diikuti dengan jutaan pahatan selanjutnya. Apalah arti perjuangan memahat, jika di tengah jalan klepek-klepeknyerah segitunya. Janga berhenti, agar sahabat tidak merasa capek dan letih.
    So, sudah tdak zaman duduk diam sendiri di kamar tanpa berbuat apa pun yang bermanfaat. Sudah tak zaman lagi hanya berpangku manis di depan televisi. Saatnya bergerak, keluar dari keadaan nyaman menuju ke perjuangan yang penuh darah dan peluh. Selamat berjuang sahabat muda,.. iringi setiap langkah dengan penuh ‘keyakinan bahwa keberhasilan sudah di depan mata”. Oke?

    “Tidaklah engkau perhatikan, kesempurnaan akal adalah perhiasan bagi empunya. Namun, kesempurnaan tersebut hanya bisa diraih berkat banyaknya percobaan yang dilakukan” pepatah Arab.

    630 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *