SAM_0509

Mencari atau Membutuhkan :Makna

    Panca Jiwa Pondok, Makna
    Selamat bertemu guys, bagaimana kabarmu hari ini? baik-baik kan!! Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin ya, dan hari kemarin selalu menjadi lebih buruk dari hari sekarang, dan usahakan juga, agar esok haris jauh lebih cerah dari sekarang yang sedang kamu hadapi. Tidak ada yang bisa kita berbuat dengan hari yang telah berlalu, maupun hari yang akan datang. Masa’ sich?

    Sebenarnya ada rumusnya, mudah saja. Cara terasyik mengubah masa lalu adalah dengan menjadikan hari ini lebih baik dari padanya. Dan cara termudah mengubah masa depan menjadi lebih baik adalah menjadikan hari ini sebagai pondasimu untuk siap-siap membangun kerajaan masa depanmu.
    Jangan ragu-ragu ya, karena hal itu membuatmu tanpak setengah-setengah. Coba saja, kabel pada microphonemu dipasang dengan ragu-ragu, tidak menempel kuat, dan juag tak lepas. Tentu, suara yang dihasilkannya tidak banyak membuatmu nyaman. Justru, music yang seharusnya kamu nikmati dengannya menjadi bencana telinga yang merusak seluruh saraf telingamu.
    Begitu pun dengan berbuat untuk yang terbaik hari ini. lakukanlah apa yang kamu yakini dengan baik. Nah, keyakinan itu biasanya tumbuh tanpa diundang saat kamu sudah mampu menemukan secara jelas makna pekerjaanmu. Kamu tak hanya melihatnya dari luar dirimu, tapi ia benar-benar dirasakan menyatu dalam aliran nadimu.
    Karena makna pekerjaan bukanlah sesuatu yang didekati semakin mendekat, tapi sesuatu yang awalnya harus kau mati-matian untuk menemukan mereka yang sembunyi di balik setiap karang lautan cobaan. Semakin kamu menyelami cobaan yang menghadang, semakin banyak pula makna yang kamu temukan di balik karang. Tugasmu hanya mencari, bukan menunggu.
    Menunggu makna datang dengan sendiri, ya boleh-boleh saja sich. Mungkin kamu anggap dengan tenang, pikiran tenang akan datang, makna pun akan lebih senang bertandang di ketenangan jiwamu. Alhasil, kamu tak perlu susah payah harus menemukan mereka di balik semuanya.
    Sayangnya, makna ini disembunyikan karena nilainya berharga. Sesuatu yang berharga, tentu harga yang dibayar juga  harus mahal, harus semakin banyak uang untuk mendapatkannya. Sama saja, harus memiliki banyak usaha untuk mendapatkan uang tersebut. Semakin bernilai, semakin menuntu kamu memiliki usaha ekstra terhadap pembelian tersebut.
    Makna selalu tersembunyi, dan tak mau terang-terangan telanjang pada pekerjaanmu. Ia disembunyikan dan suci. Ia tak ingin salah pilih, ia hanya inginkan yang satu, dan yang tepat. Yaitu, orang-orang yang lolos dalam ujian cobaan. Singkronisasinya, mengapa Tuhan selalu menyembunyikan banyak pelajaran di balik kegagalan? Bukan dibalik kesuksesan? Mengapa kegagalan seringkali mengantarkan kepada ke kemenangan?
    Jika kamu sanggup memetik pelajaran bermakna dari keberhasilanmu, dan jerih-payahmu. Maka, sekarang kamu harus mau dan rela untuk memetik makna dari semua buah keringatmu yang busuk itu. Menjadikan nasi yang terlanjur, menjadi bubur.

    Ya, kamu tentunya perlu mengedit masa lalumu berkat bantuan masa sekarang. Lakukan revisi dengan mendelete beberapa bagian yang tak penting bagi dirimu, misalnya jangan sekali-kali menunda untuk merenungi diri sendiri dalam rangkan menemukan makna hidup di dalamnya. Maknalah yang membuat hidupmu kian beruntung. 

    254 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *