Memberi tak Mengharap Kembali

    Jangan jadikan pemberian Anda sebagai penyebab dari semua apa yang Anda terima. Termasuk usaha yang anda jadikan sebagai sebab dari keberhasilan Anda mencapai sesuatu. Seperti memberi Hutang, sebagai penyebab Anda mendapatkan piutang. Atau, memberi pertolongan yang menjadi penyebab bagi Anda agar kelak dapat ditolong.
    Biasanya, ketika Anda memberi dan tak henti mengharapkan sesuatu dari apa yang ‘telah’ Anda berikan, maka di saat itulah Anda akan terfokus kepada harapan tersebut. Pada lazimnya, harapan ini memberikan banyak penderitaan bagi rasa, ketidakbahagiaan. Dalam beberapa sebab, memberikan keinginan yang terpatahkan. Dengan kata lain, mengharapkan dari apa yang telah Anda berikan hanya akan memberikan banyak ketidaknyamanan.
    di saat Anda mencoba mengharap, di saat itulah pikiran dan perasaan anda terfokus pada apa yang akan Anda dapatkan. Padahal, seseorang yang bijak selalu berfikir apa yang dapat aku berikan kepada orang lain. Apa yang dapat Anda berikan akan mendatangkan perasaan bahagai yang awet. Karena Anda telah memberikan kebahagian orang lain, dan itulah kebahagian tertinggi bagi si pembari.
    Untuk apa memberi, jika harus mengharap kembali. Untuk apa kita menerima, jika kita kembalikan apa yang telah kita terima kepada si pemberi. Dimanakah letak hakekat pemberian itu, dimanakah letak hakekat penerimaan itu? Tujuan memberi adalah membahagiakan orang lain, memenuhi apa yang menjadi harapan orang lain. Ya, hanya sekedar itu. Tidak berlebihan jika memberi sebatas memberi. Tidak mengharapkan kepada yang tak pantas untuk diharapkan.
    Temukanlah kesadaran diri Anda, kebahagian adalah sesuatu yang suci, dan ia datang dengan hati yang suci. Ketika tak mengharap, maka saat itulah kebahagian akan bercengkrama dalam hati yang indah dan idaman. Dan setiap perasaan yang ada dengan memberi merupakan jawaban dari semua kegelisahanmu yang enggan dan takut untuk memberi sesuatu kepada orang lain. Sungguh, tak dapat dinyana dan tak dapat ditebak mata.
    Pemberian yang dijadikan sebagai sandaran tidak akan memberikan banyak manfaat. Yakinilah bahwa setiap kebahagian menjadi penyebab bagi kebahagian Anda untuk yang selanjutnya dan kebahagian orang lain. So, sudah sewajarnya saja membiasakan diri memberi dari sebagaian apa yang anda miliki.
    Jika anda kesulitan untuk memberi, cobalah memberikan sesuatu yang sebenarnya tak ingin Anda berikan. Hal ini akan melatih diri untuk menghilangkan sifat dan sikap yang egois.

    621 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *