Makin lama, makin menggairahkan

    Suatu ketika, seorang ilmuan ditanya, “Mengapa kau mencintai pekerjaanmu?”. Ilmuan itu menunduk. Kemudian ditanya kembali dengan pertanyaan serupa. Akhirnya, si ilmuan ini mulai membeberkan rahasi mesranya bersama pekerjaan yang dilakoninya setiap saat. Ia berkata, “aku nikmati pekerjaan ini sebagai pekerjaan yang memang pas untuk diriku. Saya ‘terus-menerus’ belajar tentang hal-hal baru di pekerjaan ini. dan pekerjaan ini merangsangku tanpa henti. Dan aku menyadari, bahwa aku tak boleh lengah, karena segala sesuatunya selalu berubah dan bergerak dinamis. Disinilah, aku tidak boleh sampai ketinggalan.”
    Kondisi nyaman dan kenikmatan dalam bekerja akan mendorong peningkatan diri secara alamiah. Karena dalam kondisi ini, kamu akan belajar lebih baik dengan keterlibatan penuh dalam pekerjaanmu. Semakin terlibat di dalam pekerjaan, semakin tekunlah kamu di dalamnya. Misalnya, pekerjaan belajar, semakin belajar dilakukan dengan aktif, semakin ia menarik untuk terus dilakukan. Kabar baiknya, kamu akan semakin bekerja dengan baik, mendapatkan motivasi yang “mengalir” tiada henti untuk menghancurkan tantangan-tantangan baru.
    Percuma juga kamu sukses dalam pekerjaan apa pun, jika saja kamu tidak merasakan kepuasan, kenikmatan dalam kesuksesanmu terus. Apa yang demikian, sudah barang wajib membuat kesuksesan sebagai senjata makan tuan. Ia menjadi bencana terbesar bagi dirimu sendiri. Apa yang awalnya membuatmu tergiur, akan membuatmu tertunduk tanpa gairah.
    Di detik berikutnya, kamu pun akan menjadi manusia yang benar-benar tidak pernah menghargai artinya keberhasilan kamu semakin gelisah dengan itu, merasa tak nyaman. Berbagai kendala pun untuk meniti kepada hal yang lebih besar tersendat. Karena itulah, sebelum perasaan buruk itu mempengaruhi terhadap kariermu, pengaruhilah perasaan buruk itu menjadi lebih baik. Caranya, lakukan yang berate dan bermakna sedikit demi sedikit.
    Ketika air susu dalam sebauh gelas terus dialiri dengan air tawar, alhasil air susu menjadi air tawar saat air terus menerus dituangkan kedalam  gelas tersebut. Awalnya, berwarna putih pekat, menjadi bercambur putih bening. Dari putih bening jadilah bening total. Lah, inilah prinsip sembunyi-sembunyi asalkan dilakoni terus menerus akan membuat sesuatu yang tak berarti menjadi begitu berarti.
    Saat semakin aktif kamu terlibat dalam suatu pekerjaan, semakin hilang kebosananmu. Kamu harus menciptakan tantangan yang sepadan dengan kemampuanmu sendiri, buatlah tantangan-tantangan dalam pekerjaanmu. Berilah deadline, berilah penghargaan yang besar, ketika semua tantangan telah kamu taklukkan.
    Carilah hal baru dalam pekerjaanmu, hingga tantangan baru kamu cantumkan dalam prioritas harianmu. Dari reaksi itulah, kamu akan ditekan secara alamiah untuk mencari cara yang membuatmu terus terlibat aktif di dalam pekerjaan tersebut.

    590 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *