Maafkanlah dirimu sendiri

    Dirimu begitu berharga bagi orang lain, terkadang ketidaksadaran itulah yang membuatmu semakin tajam mengkritik diri sendiri. Ketidaksadaran akan diri sendiri ini tertutupi oleh keinginan “untuk” menjadi seperti orang lain. Kamu begitu menginginkan agar dirimu menjadi seperti orang yang kau inginkan. Kamu begitu ingin menjadi seperti orang kau idolakan, sehingga berbagai cara telah kamu lakukan untuk mendapatkan “agar sama” dengan orang lain.

    Padahal, setiap diri itu unik dan berbeda. Tentu ada alasan mengapa kau diciptakan ke dunia ini. alasan untuk menjadi yang unik, dan memang sejak dilahirkan lahir dengan kedirian yang penuh keberbedaan. Berbeda bukan termajinalkan dari kebanyakan dari orang lain. Namun, keberbedaan inilah yang menjadi nilai lebih dari setiap diri seseorang. Termasuk dirimu sendiri, di dalam dirimu sebenarnya ada banyak keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
    Jika kamu masih belum bisa memaafkan dirimu sendiri atas kesalahan dirimu sendiri akibat mengkritik diri sendiri yang berawal dari ketidakmampuan menerima diri apa adanya. Maka, apa boleh dibilang, suatu saat masalah akan semakin menjadi masalah.
    Mungkin pernah kamu menemukan teman-temanmu di kelas, saat didekati malah menghindar darimu, cuek dan sebagainya. Padahal, kamu tidak bermaksud apa-apa, Cuma sekedar mau bertemanan saja. Alhasil, seorang yang tidak memaafkan dirinya sendiri akan mudah tersinggung dan menjauh dari keramaian orang lain. Tentu, ada kan dari teman-temanmu yang begitu?
    Jika ditanya, apakah kamu memilih menjadi orang yang cuek atau yang menjadi korban dari kecuekan orang lain? Bagaimana perasaanmu saat tak dihiraukan oleh orang lain? Saya kira, kamu pasti akan merasakan ada sesuatu yang menyayat hatimu. Sakit hati kan?
    Ya begitulah, sekarang coba renungkan dalam-dalam. Mengapa orang cuek kepada kita? Mengapa mereka tidak menghiraukan dan mengindahkan apa yang kita bicarakan, dan lakukan? Jika kamu masih terpaku kepada orang lain, cobalah sekarang merenunglah ke dalam dirimu sendiri.
    Ya, betul sekali. Kamu pasti tahu bola pimpong, jika dilempar ke bawah pasti akan memantul ke atas. Semakin keras kamu melemparkannya ke bawah, semakin tinggi pula pantulan yang dihasilkannya. Begitu analogi sederhana dari diri perkataanmu, sikapmu dan perasaanmu. Orang lain adalah cerminan dari dirimu, jika kau memberikan senyuman tulus saat bertemu dengan mereka, mereka pun akan memberikan senyuman kepadamu.
    Setelah kamu menyadari akan kesalahan dirimu sendiri, sudah bukan saatnya lagi kamu berlarut-larut mengkritik diri sendiri, menyalahi diri sendiri karena telah mengindahkan orang lain. Yang penting, kamu sudah menyadarinya bahwa kesalahan itu terletak dan bersumber dari dirimu sendiri bukan dari orang lain, dan mengambil hikmah atau pelajaran dari kesalahan yang pernah kamu lakukan kepada orang lain.
    Jika kamu masih belum tehu tentang bahaya mengkiritk diri sendiri, mungkin kamu pernah bertemu dengan orang yang sokpercaya diri di depan teman-temanmu, padahal di belakang dia begitu rendah diri.

    895 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *