Langkah-Langkah Konstruksi Skala Pengukuran

    1. Pertama, mengidentifikasikasikan tujuan penelitian mengenai konseptual yang baik
    2. Kedua, pembatasan domain ukur indikator perilaku—menentukan indikator perilaku. Apa saja yang mau diukur? Termasuk juga menentukan sesuatu yang pasti dan dapat diukur. Dan indikator ini merupakan perwujudan dari operasional konsep. Misalnya, sudah ditemukan konstruk—variabel—yang kita minati, baru kemudian dijalani langkah-langkahnya. Jelasnya;

    Konstruk—variabel tentang;………..
    Teori 1 ……………… ciri-cirinya (merupakah petunjuk ke arah penentuan indikator).
    Teori 2 ……………… ciri-cirinya (merupakah petunjuk ke arah penentuan indikator).
    Teori 3 ……………… ciri-cirinya (merupakah petunjuk ke arah penentuan indikator).
    Lahirlah beberapa sekala pengukuran
    Skala 1 dengan berapa butir item berdasarkan teori 1
    Skala 2 dengan berapa butir item berdasarkan teori 2
    Skala 3 dengan berapa butir item berdasarkan teori 3
    Pada point ke satu, identifikasi tujuan merupakan dasar yang harus dibangun dengan sangat kokoh. Keberbedaan teori akan mempengaruhi langkah awal dalam penyusunan skala. Berbeda pemaknaan akan konsep akan berpengaruh terhadap skala item yang akan dibuat.
    Walau pun demikian, item skala yang dihasilkan tak akan mampu mengungkap 100% dari konstruk yang dimaksudkan. Akibatnya, satu konstruk akan menghasilkan berbagai macam bentuk skala item pengukuran yang digunakan untuk mengungkapnya. Yang mana kah yang benar? Seperti skala pengukuran IQ semisal Binet, Tiki, TAT, Wais, CFIT, SPM, CPM dan seterusnya. Skala pengukuran ini sama-sama bertujuan untuk mengungkap konstruk yang berupa Intelegensi.
    Kebenaran itu relatif dan tergantung sudut pandang. Seperti cerita empat orang buta. Orang buta pertama, memaknai bahwa gajah itu lebar, tipis. Orang kedua, gajah itu kecil dan berbulu. Orang ketiga, gajah itu tinggi seperti tiang, dan keempat gajah itu berhidung panjang. Yang manakah yang benar? Yang benar adalah semuanya,  tidak ada yang salah. Maka, demikianlah analogi yang cocok untuk menggambarkan kebenaran.
    Hal yang perlu dilampu orenga kan adalah jangan sampai terjadi butir item skala yang telah dibuat ternyata tidak mengarah kepada  teori-teori konsep, justru mengarah kepada konse/ teori yang berada di luar perhatian kita.

    1,660 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *