Kurang kompaknya Crew LPM

    Aku
    baru saja selesai melaksanakan shalat ashar. Dengan semangat tanpa tujuan, aku
    pergi menemui temanku yang cuti nggak kuliah. Kasih banget nasibnya? Aku juga
    nggak bakalan tahu, dia sedang punya masalah apa dengan dirinya. Tapi aku
    salut, dia memiliki banyak kelebihan. Kelebihan; percaya diri, cakep (ih,
    jangan bilang gue suka sama dia, atau ngiri. Biasa saja kalee), terus anaknya
    pak yai, wuih keren abis.

    Maksud
    kepergianku ke kampus Cuma ingin ngambil flash-disk yang udah lama nggak ketemu.
    Ya, sebenarnya aku nggak enak juga langsung minta ke dia. Dikira takut nggak
    ikhlas ngasih pinjem (minjem juga ada waktunya bro!). singkat cerita, flash
    udah di tangan, nan sekrang tinggal meluncur pulang. Eh, tiba-tiba sms masuk
    dari pimpinan umum LPM DeDikasi. “Hei, kamu ada dimana?”  Tanyanya dengan penuh berharap.
    Aku
    pun pergi ke kampus, ruang teater kanda yang bertetangga dengan kantor
    keredaksianku. Pas di depannya yang hanya berjarak 3 kaki saja. Eh ternyata, di
    sana PU dan Mantan Bu PU sudah duduk manis berduaan. “Ngapain nich?” tanyaku
    dalam hati.
    Inga’…
    inga’… inga’… aku ke kampus memang juga ada janji dengan PU sudah
    sejak  tadi pagi. Nah,   kami
    bertiga pun banyak berbicara mengenai kehidupan LPM yang mulai surut. Kasian,
    sejak ditinggal beberapa hari, ia menjadi layu. So, aku harus berbuat, tapi aku
    terlalu pusing memikirkan banyak organisasi yang aku ikuti; LPM, PMII, Rumah
    Zakat, dan Dema Psikologi. Waddow, kira-kira aku aktif yang mana ya? Harus aku
    tentukan salah satunya saja, bukan semuanya. Dari diskusi sore menjelang malam
    itu, aku mencatat beberapa hal penting.
    1. Kalau
      ingin ngadai lomba, perlu kekompakan sesama crew LPM. Kata mas Udin, “Saya
      berani ngadain lomba, cari sponsor, ngatur link bila crew LPM kompak”.
    2. Masalah
      waktu memang cenderung kocar-kacir, betrokan jadwal, jadi susah untuk bisa
      ngumpul bareng sehati.

    915 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *