Kopi

    Kenyamanan dibuai oleh harapan, kehadirannya selalu
    diharapkan dan kepergiannya pun dirindukan. Itulah tampang nyata sebuah
    kenyamanan. Sebut saja di Akhi (Nama Asli dinetralisir), ia merasa nyaman
    dengan sesuatu, oleh sebab itulah, melepas darinya mirip dengan melepas pakaian
    di kerumunan. Perasaan malu, dan tak nyaman. Persis seperti para lelaki dengan brewok yang keren tiba-tiba dicukur-gundul
    tak tersisa. Kejantanannya mulai hilang. Ini semua menandakan, kenyamanan
    membentuk diri seseorang, bahkan menjadi diri seseorang tersebut.
    Misalnya saja, seseorang nyaman dengan kopi, maka ia akan
    terus menerus menjadikan kopi sebagai bagian dari dalam dirinya. Memang tak ada
    niatan sejauh itu, awalnya hanya mencoba dan mencoba. Memberikan banyak
    inspirasi bagi kehidupannya. Asosiasi yang terjadi, datangnya inspirasi
    bersamaan dengan kenikmatan kopi. Contoh dengan level yang lebih tinggi seumpama
    rokok, memberikan cita rasa yang nikmat bagi pecandu, dan merasa tersiksa bila
    sebatang rokok saja tak hadir dalam hidupnya.
    Rokok yang dianggap membahayakan masih saja memiliki muka
    di hati para pecintanya. Lihatlah bagaimana rokok meracuni pikiran, dan membuat
    candu bagi yang mengkonsumsinya. Kembali ke kopi, bagi seorang santri ia adalah
    teman akrab perjuangan melewati malam saat menelaah kitab-kitab ulama klasik
    dengan asyiknya. Kehadirannya mampu mengubati kantuk menjadi terjaga, ini
    tentang rahasia kopi dan santri.
    Tak kalah juga bagi seorang blogger, kopi pun menjadi teman
    sejati dalam proses kepenulisan pada setiap postingannya. Realita kopi
    berbicara kepada masing-masing orang bahwa ia akhirnya menjadi sosok yang
    sangat hidup. Menghidupkan ide di alam mimpi dan menghidupkan ide di alam maya serta
    alam nyata.
    So, kopi itu sebenarnya penting bagi kontinuitas suatu
    pembelajaran kehidupan. Ia penting bagi penulis agar lancar memancarkan ide
    dalam tulisan sehingga membuat lautan kata, ia penting bagi sopir angkot untuk
    menyekolahkan bagi penumpang yang berstatus terpelajar, dan ia penting bagi
    pembaca untuk menelaah bacaan dengan penuh makna dan mendalam.

     Dalam catatannya, Goenawan Mohamad mengutip perkataan Allen
    Ginsberg, “Everything is holy, everybody’s
    holy! Holy! Holy!”

    Kopi yang menjadi teman akrab hanya sebuah nama. Hakekatnya
    tak memiliki kekuatan bagi munculnya ide, namun kepercayaan ia istimewa menjadikannya
    benar-benar istimewa. Beberapa waktu lalu, penulis sempat berfikir bahwa
    kecanduan kopi itu tidak baik. Karena membuat seseorang merasa tak nyaman dan
    memberontak bila nyatanya orang yang senang ngeblog
    tanpa ngopi tak beriringan. Akan tetapi
    bagi penulis yang terpenting bukanlah bagaimana hal tersebut bisa merusak
    pikiran. Yang terpenting adalah bagaimana para pecandu kopi yang berusaha
    menghilangkan kecanduan terhadapnya dengan menumbuhkan semangat kecanduan pada
    menulis—sebagai proses mengalihkan kecanduan pada kopi. Ini baru yang dinamakan
    pembelajaran dengan mengalami dan memodifikasi pengalaman sebelumnya menjadi
    lebih bermanfaat. Jangan bersesal dengan kopi, walau pun sudah kecanduan,
    jadikan ia sebagai pembelajaran. Dengan mengingat bahwa kopi tak memiliki
    keistimewaan untuk apa pun, itu hanyalah sebuah kepercayaan masing individu.

    851 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    8 tanggapan untuk “Kopi”

    1. Hehehe 'Kopi' untuk saya sepertinya 'Internet', Mas. Bagaimana saya setiap hari selalu membuka internet, entah untuk searching atau hanya sekedar menengok social media. Dan sudah seperti kenyamanan, ketika orang lain tengah malam sibuk menulis atau mengerjakan sesuatu sambil ngopi, kalau saya harus membuka internet. Hehehe.

    2. untunglah kalau tidak kecanduan sama kopi dan kecanduan sama internet.. internet memang sebagai komunitas kebutuhan terpenting bagi seseorang yang tak bisa menjangkau jarang.. untuk orang yang mau berkembang ke depan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *