Komitmen

    Apakah kamu sudah pantas untuk disebut sebagai orang yang berkomitmen terhadap cita-citamu? Lah, jika merasa pantas, alangkah baiknya jika kamu perhatikan cirri-ciri mengenai orang-orang yang berkomitmen terhadap pekerjaannya. Pertama, orang yang berkomitmen sepenuhnya berkorban demi pekerjaannya, demi impiannya. Jika kamu masih malu-malu untuk berkorban, itu namanya kamu belum layak menyandang predikat sebagai pendenkar komitmen. Kedua,merasakan suatu dorongan yang kuat dalam dirinya mengenai tujuan yang lebih besar.
    Sebenarnya sich, jika berbicara komitmen berarti menjadikan sasaranmu sejalan dengan sasaran dari orang-orang yang berada di sampingmu; orang tuamu yang mencintaimu, teman-temanmu dan siapa pun orangnya. Dengan adanya keselarasan impian tersebut, kamu akan bekerja untuk mereka yang sekaligus berdampak bekerja pada diri sendiri.
    Jangan salah kaprah, ya! Bekerja untuk diri sendiri, tidak banyak membantu bagi dirimu sendiri. Justru, kau akan menemukan kekuatan luar biasa di saat kamu bekerja untuk orang-orang yang kau sayangi, untuk orang tua yang menyayangimu dst. Dengan begitu, ada semacam rasa kebermaknaan dalam setiap gerak-gerik pekerjaanmu.
    Karena sifat dari komitmen itu tidak lain berupa emosi; yaitu merasakan adanya keterikatan yang kuat dengan sasaran dari lingkungan yang kamu anggap baik, dengan sasaran dirimu pribadi. Keselaran itulah yang menciptakan keterikatan, bukan pada sasaran lingkungan. Inilah alasan, mengapa orang yang bekerja dalam kelompok selalu lebih baik daripada bekerja sendiri.
    Kalau pun seperti itu, kamu tetap berkuasa atas dirimu sendiri. Jangan sampai lingkunganmu mengendalikan dan leluasa atas dirimu sendiri, tapi kamulah yang lebih leluasa untuk membuat kompromi dengan tuntutan di mana kamu tinggal, dan di mana kamu dibesarkan.
    Dan itu bisa terlihat saat kamu tidak hanya menjalankan pekerjaanmu sepenuh hati, tapi bersedia selalu berkorban demi mewujudkan misi dalam pekerjaanmu tersebut. Termasuk juga menunda kesenangan semu, serta mau berkorban untuk jangka pendek. Pilih mana, menderita seharian, atau menderita di hari tua? Pilih mana, senang-senang saat muda, atau sakit-sakitan di masa tua?
    Saat kamu bekerja secara cerdas, keras dan tangkas serta mementingkan untuk persiapan jangka panjang, bahkan saat tidak harus menerima manfaat yang dibayar cash. Kamu harus tetap berusaha, karena akan lebih indah jika sudah sampai pada waktunya. Yang diperlukan adalah mental kesabaran tingkat tinggi.
    Tanamkan dalam diri, bekerja seolah-olah mempersiapkan diri untuk perjalanan nan jauh. Bekalmu dalam perjalananmu, adalah apa yang kamu kerjakan sekarang. Tidak bekerja di masa sekarang, itu berarti kamu tidak mempersiapkan bekal untuk perjalanan jauhmu. Itu baru yang pertama, bro! yang kedua, kamu melakukan pekerjaan itu dengan kesepenuhhatian, memberikan perhatian pada pekerjaan, sebagaimana kamu memberikan perhatian kepada orang yang kamu sayangi.
    Yang tak boleh diindahkan juga adalah, misi yang dirumuskan selalu lebih baik daripada yang tidak. Yang hanya berupa pernyataan-pernyataan misi yang basa-basi. Karena setiap orang, membutuhkan gambaran yang jelas tentang nilai-nilai yang dijunjung tinggi agar membentuk kesetiaan pada pekerjaan.
    Tentunya, kesadaran diri yang berperan saat ada hal yang menyimpang dari garis-garis misi yang telah dicanangkan. Kesadaran ini muncul secara ‘otomatis’ jika kamu benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai yang tadi itu. Mengagumi, menghormatinya dan setia padanya.
    Oh iya, semakin kamu merasakan manfaat langsung dari pekerjaan itu untuk orang lain. Dan kemudian disusul oleh diri sendiri. Kamu tentunya juga akan semakin berkomitmen terhadap pekerjaan tersebut. Bagaimana pun kondisinya, asal manfaat terasa langsung menyentuh sendi-sendi kehidupan. Ini bisa dibuktikan, mengapa ketika seseorang berkeluarga rezekinya lebih lancar daripada yang belum berkeluarga.

    711 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *