Komitmen Diri

    “renungkanlah, ilmu itu tidak diperoleh oleh seseorang yang komitmennya sebatas masalah masakan dan pakaian ”
    (Pepatah Arab)
    Bunyi kehidupan ini menyatakan, jika kau tak kembali ke rumah, kau pasti akan berhasil. Itu artinya, jika kamu berupaya melawan diri dengan sekuat-kuatnya menaklukkan keinginan untuk berhenti atau istirahat sejenak demi mendapatkan apa yand diinginkan. Maksudku begini, setiap orang menginginkan agar apa yang dicita-citakan selalu tercapai. Dan itu sangat membutuhkan upaya, tidak lain adalah adanya komitmen di dalam diri.
    Sebelum melangkah lebih jauh, adakah yang memahami apa sichyang dimaksud dengan komitmen? Apakah ada persamaan dengan kesungguhan. Nah, agar lebih jelas dan hilangkan kebingungan, maka di sini komitmen adalah perasaan terikat terhadap suatu pekerjaan setelah meyakini bahwa semuanya akan dapat dicapai. Jadi, intinya terfokus pada kalimat “perasaan yang  terikat”. Lihatlah saja, tidak mungkin jembatan gantung yang terbuat dari bambu dapat berderi kokoh tanpa adanya ikatan yang kuat. Keluarga akan lebih harmonis jika ada ikatan janji yang suci, begitupun dengan semua impain yang Anda inginkan, itu akan lebih mudah tercapai dengan adanya komitmen yang kuat.
    Bisa dibayangkan, jika tidak ada komitmen kereta api banyak yang telat sampai di stasiun, dan ini sangat membahayakan bagi keselamatan. Tanpa komitmen pula, keselamatan seseorang akan terancam, misalnya juga komitmen untuk disiplin dalam berkendara. Ini semua membuktikan komitmen justru bukannya mengikat kebebasan seseorang untuk berekspresi, akan tetapi akan membuat seseorang akan semakin terbebaskan sebebas-bebasnya.
    Mengapa orang capek, karena ia berhenti dan beristirahat bekerja. mengapa begitu? Karena tidak adanya komitmen yang kuat di dalam diri seseorang. Eh, bisa digambarkan saat seseorang berkomitmen bekerja, maka yang akan terjadi adalah ia akan terus berusaha walau hasilnya sedikit namun dilakukan secara terus menerus. Kontinu ini adalah salah satu bentuk dari komitmen, ketika komitmennya lemah. Maka, yang ada di otaknnya adalah “ya sudah lah, kan bisa dikerjakan nanti saja”. Ya, Anda benar, dengan tanpa komitmen seseorang mudah menunda pekerjaannya, tidak bersegera menyelesaikannya. Akibatnya, pekerjaan akan menjadi berantakan.
    Hasil yang tidak maksimal, dengan adanya bukti pekerjaan berantakan sudah menjadi dalil yang cukup untuk melemahkan dan mengendorkan semangat seseorang. Lalu, bagaimanakah cara memunculkan komitmen di dalam diri. Lalu, bagaimana mengembangkan komitmen yang kuat sehingga sudah tidak ada jarak lagi antara komitmen dan keberhasilan. Seakan, keberhasilan adalah asap bagi komitmen?
    Ketidakjelasan tujuan menjadi penyebab utama tidak adanya komitmen, ia akan banyak mematahkan dan tidak menantang bagi seseorang untuk mencapai tujuan. Para juara balap motor kelas dunia akan berlomba dengan sekuat-kuatnya untuk mencapai tujuannya yang jelas, yaitu selesai duluan memasuki garis finish. Coba bandingkan dengan tukang pos yang masih bingung dengan alamat rumah di mana surat akan diantarkan. Tentu, perjalan tukang pos akan semakin lama dengan tidakmengertinya lkasi dimana seharusnya surat tersebut diserahkan.

    Dan terakhir, keyakinan yang lemah bahwa diri tak mampu mencapai tujaun yang jelas tadi. Keyakinan sudah menjadi pondasi dasar dari keberhasilan seseorang. Ketidak ada keyakianan ang mantap akan berakibat kepada lemahnya dorongan mencapai tujuan. Dikatakan, sesuatu yang dilakuan dengan tanpa pondasi keyakinan, hanya akan sia-sia belaka. Tidak akan banyak manfaat yang diperoleh darinya. Tidak ada yang bisa diharapkan dari hasil suatu usaha. Usaha tergantung pada keyakinan, seperti bergantungnya peluru pada pistolnya. Itulah pentingnya keyakinan.

    736 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *