Keuntungan Mencintai diri sendiri

    Saat kamu mulai mencintai orang lain, kamu akan fokus kepadanya. Mengorbankan apa yang kamu miliki demi membahagiakannya, menghabiskan waktu-waktumu hanya untuknya, bahkan kamu rela mengorbankan dirimu demi dirinya. Cinta buta ini tampak akan berubah saat kau mencoba untuk mencintai dirimu sendiri. Bagaimana dahsyatnya, ya, saat kamu benar-benar mencintai dirimu sendiri?
    Mencintai diri sendiri bukan berarti egois, justru dengan begitu kamu akan tampak lebih dewasa. Bisa memahami orang lain, sebagaimana kamu memahami dirimu sendiri. Kamu pun akan berupaya sekuat tenaga, fikiranmu untuk mencapai apa yang kamu anggap terbaik untuk dirimu sendiri. Jika kamu mencintai orang lain, buktikan kalau kamu juga punya harga diri dengan mencintai diri sendiri.
    Di saat itulah, kamu benar-benar bisa mengendalikan lingkunganmu yang mungkin bisa saja merusakmu dengan tanpa tanggung-jawab. Kamu menjadi mawas diri, dari pengaruh teman-teman yang kurang cocok untuk membantumu menuju impianmu. Karena, energy positif yang kamu pancarkan pada diri sendiri, akan memantul kepada orang lain. Orang lain pun akan lebih senang kepadamu, daripada saat kamu tak bisa mencintai dirimu sendiri dengan menunjukkan wajah masam, atau senyuman mahal.
    Orang yang cinta dirinya, tidak bertingkah sok suci, sok sombong, sok pintar, dan sebagainya. Tapi, justru mereka puas dengan keberadaan dirinya, dengan bersikap baik kepada orang lain. Saat kamu baik kepada orang lain, mereka pun akan merasa nyaman jika tidak membalas semua kebaikan tulusmu.
    Karena saat itu, kamu yang baik dengan menunjukkan sikap ramah kepada orang lain, murah senyum dan penuh percaya diri. Apakah orang yang tidak dapat mencintai diri sendiri dapat melakukan tindakan yang baik pula, baik kepada diri sendiri, atau kepada orang lain;senyuman, humor dan sebagainya.
    Mengapa orang lain baik, tidak hanya kebaikanmu. Tapi kamu sudah bisa membuat mereka nyaman dengan keberadaan dirimu. Kenyamanan itulah yang mereka butuhkan, seperti suka membantu orang lain. Memberikan dari sekedar apa yang mereka butuhkan.
    Termasuk percaya diri, percaya diri timbul saat orang lain menghargai keberadaan dan usahamu. Saat kamu sudah dihargai, saat itulah kepercayaan diri melekat kuat di dalam dirimu. Dan itu tentunya diawali dengan mencintai dirimu terlebih dahulu.
    Bahkan, filter yang ada di dalam dirimu akan aktif dari pengaruh lingkungan yang tidak baik. Remaja seusiamu akan lebih mudah mengikut kehendak teman dalam kelompoknya karena tekanan dan pengakuan dari mereka. Padahal, kamu tidak tahu apakah hal tersebut baik atau tidak. Nah, dengan mencintai diri sendiri, kamu akan mampu mengatakan “tidak” untuk hal yang tidak baik. Biar pun orang lain tidak menyenangimu, tapi jika hal yang kamu perjuangkan adalah baik tentu akhirnya mereka pun akan menyadarinya. Hanya butuh waktu saja.
    Remaja yang mudah marah, tidak lain Karena tidak cinta pada dirinya. Ia akan mudah tersinggung, dan mudah berbuat onar kepada orang lain. Ia tidak menerima setiap kritikan yang ditujukan kepadanya. Justru, mereka yang mencintai diri sendiri mampu melewatkan semua kritikan, dan cercaan dengan senyuman manis dan penuh canda tawa. 
    Bahkan, bagi remaja yang mencintai dirinya menghadapi kritikan dan hinaan dengan positif. Misalnya. Ia berfikir bahwa orang yang menghina atau dengki kepadanya sebenarnya adalah teman yang terbaik, yang meluangkan waktu untuknya, dan mengingatnya. Walau pun ia tak pernah mengingat mereka. Sungguh, mereka manusia baik, karena mereka begitu ikhlasnya memberi perhatian kepadanya. Begitu, mencari celah positif pada saat perasaan di-gentayangi oleh kenegatifan.
    Siapakah orang yang paling sedih? Orang yang sedih se dunia bukanlah mereka yang memiliki banyak kekurangan. Tetapi, mereka yang tak dapat menerima semua kekurangan dan tak dapat mencintai diri sendiri. Tapi janga mudah berburuk sangka ya, orang yang mahal senyuman bukan berarti ia tidak menyukai dirinya sendiri, bisa jadi ia lagi galau, atau punya masalah dengan utangnya. Hehe
    Saat kamu tidak menyukai dirimu sendiri, kamu akan berfikir negative kepada dirimu sendiri, tidak menghargainya, menghardiknya, menganggapnya sebagai sampah, dan tidak memberikan yang terbaik dari sisa hidupmu. Kalau gini caranya, bagaimana mungkin kamu bisa mengembangkan potensimu yang mahal itu? This is very difficult.
    Teman, tak hanya itu, dampaknya juga kepada orang yang berada di sekelilingmu. Kau akan menjadi orang yang membebani mereka, menyusahkan mereka dan membuat hati mereka tak nyaman (terusik) dengan kehadiranmu. Biasanya, mudah mengkritik orang lain, dan tak bersikap acuh kepada mereka. Hati-hati ya, cintailah dirimu!!
    So, yuk dari sekarang kita belajar mencintai diri kita sendiri. Menghargainya sebagaimana kita ingin dihargai orang lain. Tapi, janga sombong ya, entar seperti si malin-kundang. Ga mau kan??

    590 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *