Kesederhanaan

    Teman, terkadang kita tidak melihat hasil nyata dari apa yang kita kerjakan. Kemudian, kita menyesali mengapa hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan upaya yang kita berikan.  Jika kamu tidak pandai menyikap diri dalam kondisi seperti ini. hal apakah yang membuatmu begitu ingin untuk menggapai impian? Bisa saja, apa yang kamu kerjakan melebihi dari apa yang kamu mampu untuk lakukan.

    Bersikaplah lemah-lembut kepada dirimu di dalam kondisi seperti ini. bersikaplah realitistis bahwa tak semua apa yang demikian memang benar-benar apa adanya. Maksudnya? Pertama, bayangkanlah bahwa hasil itu adalah hasil terakhir darimu, kamu sudah tak mampu mengubah hasil dari usahamu. Namun, sikapmu bisa diubah untuk mengupayakan agar hasil di kemudian waktu lebih baik dan lebih bagus.
    Bayangkan pula, waktumu untuk melakukan pada kesempatan selanjutnya adalah kesempatan terakhirmu untuk meyakinkan diri sendiri, bahwa kamu memang berhak untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Jangan mudah terkecoh, apalagi mudah termakan dengan hasil yang hanya bersifat sementara. Sementara, ya hanya waktu itu saja. Di lain waktu kamu mendapatkan hasil yang lebih besar atau lebih kecil tergantung sepenuhnya pada dirimu. Apakah kamu menganggap hal ini yang terakhir untuk memberi kesempatan yang terbaik.
    Teman, rasakanlah saat kamu harus lebih tidak berhasil dibanding menderita ketidakberhasilan sesaat. Jangan sesali kegagalan yang hanya satu kali itu, ada lebih ketidakberhasilan yang harus kamu lalui untuk belajar bagaimana menjadi orang yang berhasil. Tidak ada sejarahnya, orang kaya dilahirkan kaya. Justru, yang kaya akibat perjuangan belajar dari hal yang kecil secara terus-menerus lebih tahan kekayaannya dibanding dengan mereka yang kaya, tapi tidak memiliki mental mengkayakan dirinya.
    Buatlah hidupmu lebih sederhana, dengan sejenak keluar dari dirimu yang sekarang, menjadi dirimu yang akan datang seperti apakah yang kamu inginkan. Dan juga, cobalah kembali ke masa lalu. Begitu berhasilnya kamu telah mendapatkan apa yang sudah dimiliki sekarang dibanding kehidupanmu lima tahun silam. Lalu apa makna ini bagimu? Terkadang, seseorang terlalu mudah untuk tidak menghargai keberadaan dirinya di masa sekarang, apa yang sudah dimiliki.
    Jika saja seseorang melihat dirinya begitu berhasil, begitu banyaknya perjuangan yang dikerahkan sampai kepada apa yang sudah ada sekarang. Maka, betapa bahagia dan bersyukurnya dirinya. Bahwa,semua apa yang telah terjadi tidak ada yang sia-sia. Skenario tersebut perlu dicerna dalam-dalam.  Dengan begitulah, seseorang akan lebih mudah menghargai apa yang ada untuk bekal mendapatkan apa yang belum ada;impian di masa depan.
    Tuhan memberi kamu apa yang kamu butuhkan, mau ini dan itu, Tuhan selalu ada memenuhi itu semuanya. Bagaimana kamu memanafaatkan semua yang Tuhan berikan adalah pertanyaan besar sekaligus menjawab mengapa begitu sulitnya seseorang mendapatkan apa yang diimpikan.
    Jika keluar sejenak dari dirimu, melihat dirimu dari luar. Kamu akan menyaksikan semua dirimu begitu sempurna, dilengkapi dengan semua apa yang dibutuhkan mencapai impian. Tidak memaksimalkan apa yang ada, sama saja menyia-nyiakannya dan kemudian ia akan beranjak pergi meninggalkanmu.
    Modal terbesar sebenarnya bukan kurangnya sarana untuk sesuatu, tapi seberapa maksimalkah pemanfaatan terhadap sesuatu yang sudah dimiliki. Seorang kaya, adalah yang kaya hati. Perasaan senang dengan apa adanya, dan berusaha luar biasa.

    716 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *