Kelud & Sinabung: Ada Apa

    Tepat hari kamis 13 Februari 2014 jam 22.50 gunung kelud
    mengalami Erupsi. Seluruh masyarakat dekat dengan daerah berbahaya, radius min
    10 km dari area letus, harus diungsikan ke posko terdekat. Bahkan, keesokan
    harinya debu vulkanik yang dimuntahkan oleh kelud sampai ke Bandung di Jawa
    Barat, dan di area timur sampai di Madura. Hujan debu tersebut memang tak
    separah dibanding dengan area berbahaya, di mana bukan hanya debu yang
    berjatuhan. Kerikil dalam diameter 0,1 mm-5 cm pun tak luput dari pandangan di jalanan.
    Berbeda dengan Gunung Sinabung, yang terus konsisten
    muntahkan isinya, sampai daerah pertanian tertutupi debu dengan ketebalan yang
    fantastis. Namun tidak berterbangan seperti kelud yang menerbangkan abu
    vulkaniknya dalam jarak yang dahsyat. Bahkan, disinyalir lebiha dahsyat
    dibanding dengan letusan pada tahun 1990. Bagaimana pun, fenomena semacam ini
    bagaimana dijadikan sebagai pelajaran penting bagi masing-masing diri kita.
    Masih kah kita menganggap ini semua sebagai kealamiahan yang biasa-biasanya,
    atau sebagai teguran Allah atas perilaku manusia yang jauh dari nilai-nilai
    kemanusiaannya.
    Kemudian, apa yang dapat kita petik dari semua ini? Apakah
    kita benar-benar telah siap bila tiba-tiba kiamat terjadi, atau pun kematian
    datang menghampiri? Seberapa baikkah diri kita mempersiapkan perbekalan untuk
    kehidupan setelah kehidupan yang nyata ini? Semoga saja, kita terus memikirkan
    tanda alam, yang juga merupakan teguran bagi kita. Karena itulah, tak ada jalan
    yang lebih baik untuk diri kita yang mungkin kurang bisa merasakan dampak
    fenomena ini kecuali memberi simpati dengan cara meningkatkan kualitas
    perbekalan kehidupan kita nantinya. Itu cara mudah, agar alam menjadi lebih
    stabil.
    Ya Allah, Yaa Rabby
    Kami sadar, ini semua kekhilafan manusia
    Gunung Kelud, Kau perintahkan
    Manusia kadang tak sadar
    Ada tanda dalam Kelud
    Ada cerita untuk masa depan
    Menceritakan, ditafsirkan
    Terjadi belakangan, 1990;2007;2014
    Atau bahkan  terus
    berkelanjutan
    25-30 tahun masa tunggu
    Semoga tak muntahkan lagi
    Kami takut, bila rajin muntah
    Namun itu tak mengubah
    Manusia menjadi lebih sadar
    Sadar bahwa akhir dari segalanya telah dekat
    Yang tak bisa diprediksi

    1,658 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    34 tanggapan untuk “Kelud & Sinabung: Ada Apa”

    1. semoga semua korban Sinabung dan Kelud diberikan ketabahan ya Gha
      smg dengan adanya kejadian ini iman kita semakin meningkat, smg ini sebuah ujian buat warga di sana amiiin

    2. iya bener Gha, bahkan kabar terbaru menyebutkan gunung Merbabu terbatuk batuk sekarang…padahal rumah gue di Jawa deket sama tuh gunung..khan jadinya sedih bangett,,perasaan bencana ada di mana mana, nggak gunung nggak banjir terus mendera di segala penjuru…tapi emang manusianya pun semakin hari bukan semakin baik tpi semakin biadab…

    3. padahal ada ratusan gunung api di indonesia yg dinamakan cincin api oleh reporter kompas. tapi hanya gunung itu2 saja yang di ekspose. yang ratusan itu sama bahayanya dengan 'kelud' dan sinabung..

      semoga bencana ini bisa jadi pelajaran buat kita..

    4. Iya bencana ini bisa menjadi pelajaran bagi kota-kota yang tidak terkena dampak kelud maupun sinabung, supaya lebih baik dalam bersikap, lebih ingat dengan Allah. dan bagi kota yg terkena bencana semoga diberi ketabahan dan kekuatan…

    5. Semua musibah meninggalkan hikmah dan banyak pelajaran berharga. Sebagai renungan, menjaga bumi, dan terus berusaha membuat bumi ini dari pemanasan global. Semua bermula dari kita. Mulai yuk dari diri sendiri:)

    6. @Meykke: benar tuh,.. semoga semua bencana memberikan banyak arti bagi masing-masing kita..

      @Lutfie: he'em ngeri banget..

      @Tofik: amin… pelajaran bagi kita yang mau memikirkannya

    7. bener tuh sampe ke Bandung. aku lagi di luar dan nggak ada persiapan pake masker waktu itu 🙁

      iya bencana udah takdir Allah. bahkan di Al-Quran juga udah jelas. semoga manusia-manusianya lebih sadar lagi..

    8. Mungkin ada maksud yang ingin Tuhan sampaikan melalui bencana alam ya Mas. Ada pelajaran yang ingin Tuhan berikan bagi setiap mata yang menyaksikan. Agar selalu ada doa dan syukur yang ditujukkan kepadaNya.

    9. Bencana alam, musibah, sampe tragedi perang akibat manusia ini kehendak-Nya yang pasti ada pesan di balik semua itu.
      Cuma manusia tetap manusia, bisa melihat, tapi tak bisa merasakan.

      Well sering kali alam menangis karena manusia. Dan yakin suatu hari nanti, manusia yang akan menangis karena alam. Itu udah takdir :')

    10. iya.. ini sudah jelas merupakan teguran dari Tuhan agar setiap manusia menyadaria kan statusnya sebagai "manusia". terimakasih atas kunjungannya Anggi.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *