Keikhlasanmu adalah Nasibmu

    Setiap sesuatunya di dunia ini tergantung kepada Allah.
    Karena Allah lah yang menciptakan dunia ini dan menentukan takdir-takdir pada
    setiap waktu. Semuanya tak lepas dari kekuasaan dan kehendak-Nya. Dengan
    keikhlasan berarti seseorang telah bergantung kepada-Nya. Hal itu yang kemudian
    berarti melibatkan Allah di dalam segala hal, dan bergantung kepada-Nya. Bila
    Allah telah Anda libatkan dalam segala hal, maka semuanya akan terasa mudah dan
    indah.
    Kata orang hidup itu pilihan, bila melakukan sesuatu tanpa ada
    perasaan memilih berarti melakukan sesuatu tanpa rencana. Usaha tanpa disertai
    rencana berarti merencanakan kegagalan. Maka, keberadaannya lazim bagi adanya
    suatu usaha. Rencana yang matang salah satu faktor dari keberhasilan suatu
    usaha. Pertimbangann terhadap pilihan dan perencanaan di sini tak wajar bila
    hanya mendalkan akal fikiran. Alih-alih berdasarkan keegoisan perasaan.
    Karena pilihan itulah, tentu ada pertimbangan di dalam diri
    masing-masing. Pertimbangan yang didasarkan keikhlasan tidak bercampur dengan
    “apa yang mungkin Anda dapatkan”, namun juga pada “apa yang dapat Anda lakukan
    dan berikan.” Alhasil, apa pun buah dari usaha selalu berada di luar nalar
    pikiran. Yang dengan itu, niat menjadi pertimbangan tersendiri.
    Segala keinginan dalam diri sendiri karena keikhlasan diri
    Anda. Anda ingin makan, karena Anda ikhlas untuk hidup; makan untuk hidup. Anda
    ingin mobil, karena Anda ikhlas menggunakannya untuk kepentingan orang banyak,
    menolong orang lain. Anda ingin belajar, karena Anda ikhlas untuk
    mensejahterakan kehidupan manusia menjadi lebih baik. Keikhlasan ini akan
    membuat diri Anda merasa semakin ikhlas bila dilakukan sesegera mungkin.  Apa pun yang tidak Anda lakukan dengan ikhlas,
    ia sebenarnya tak diinginkan oleh jiwa. Karena akhir dari keinginan tanpa
    keikhlasan selalu tak seindah yang dibayangkan. Berakhir dengan kurang bahagia.
    Maaf, banyak orang kaya yang mendapatkan keinginan ‘apa pun’ namun terkadang
    tak bahagia.
    Namun di atas semua keinginan itu, keikhlasanlah yang perlu
    diprioritaskan. Ingin sehat, ingin bahagia, ingin kaya, ingin mendapatkan istri
    sholehah, suami sholeh, dan seterusnya sebaliknya ditanggalkan dari diri.
    Fokuslah kepada usaha, pantaskan diri dengan medium keikhlasan maka Anda tak
    hanya mendapatkan keinginan yang dimaksud. Bahkan bisa lebih. Ini kekuatan tak
    terbatas di balik keikhlasan. Namun jangan sampai lupa, keikhlasan Anda untuk
    berikhlas harus tetap dijaga. Jangan berusaha ikhlas semata-mata karena
    “sesuatu”. Bukan karena keikhlasan itu sendiri.
    Bagaimana Anda menjalani hari-hari dengan keikhlasan, di
    situlah nabis Anda. Dunia tak bisa dikejar dengan dunia, wanita tak bisa
    dikejar oleh ketamakan cinta. Dengan mengikhlaskan keinginan (menanggalkan
    keinginan), Anda tak perlu berharap datangnya apa yang dinginkan. Karena
    sejatinya ia akan datang dengan sendirinya ke hadapan Anda tanpa
    disangka-sangka. Harta datang kepada Anda, Uang datang kepada Anda. Dan
    sebagainya. Dan segala apa pun yang Anda ikhlaskan akan selalu merindukan diri
    Anda.
    Ketika mereka datang ke hadapan Anda, jangan sambut mereka
    dengan keegoisan diri untuk memilikinya. Tetaplah selalu ikhlaskan diri melepas
    keinginan terhadapnya, hingga ia bukan lagi sebagai apa yang Anda miliki, namun
    titipan anugerah istimewa yang perlu dijaga dengan penuh keikhlasan. Di sini,
    nasib bisa bertahan bahkan menjadi lebih baik. Bila ternyata godaan buah dari
    keikhlasan mendatangi Anda, dan Anda tergoda oleh manisnya, berarti Anda belum
    siap untuk menerima buah keikhlasan. Suatu ketika ia bisa lari terbirit-birit
    meninggalkan diri Anda.
    Perasaan ikhlas menghasilkan ketenangan jiwa, kebahagiaan
    luar dan dalam. Jalan terbaik dan terefekti untuk dapatkan keinginan dengan
    tanpa beban yang berarti. Jika pikiran Anda mengatakan, dan perasaan Anda
    merasakan bahwa diri Anda ikhlas, bararti Anda sebenarnya tidak ikhlas. Karena
    ikhlas tak dapat dirasakan, tak dapat dipikirkan hanya dapat dirasakan dampak
    akibatnya pada sebagiannya saja. Mengkikhlaskan itu bisa dipahami tanpa
    dipikirkan kembali tentangnya, tanpa dirasakan akannya.

    Anda harus ikhlas dulu, jangan merasa dan berfikir akan
    ikhlas. Ikhlaslah tanpa dipikir, ikhlaslah tanpa dirasa. Untuk menerima apa
    pun, jangan mengaku itu sebagai buah usaha, jangan mengaku itu buah dari
    keikhlasan Anda. Akuilah bahwa itu adalah Anugerah termulia spesial diberikan
    kepada Anda seorang diri yang tak diberikan kepada orang lain selain Anda.
    Merasalah beruntung dengan kebesaran anugerah dari Allah. Di sni akan memberimu
    kekuatan tambahan bagi keikhlasan diri. 

    665 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    3 tanggapan untuk “Keikhlasanmu adalah Nasibmu”

    1. Benar kak perasaan ikhlas itu memang bikin kedamaian. Meskipun begitu terkadang perasaan ikhlas itu mudah dilisankan tapi terkadang susah diterapkan 😀

      Bukankah sesuatu hal yang semakin dikejar dia akan semakin jauh kak, maka dari itu ikhlas menerima apa yang akan diberikan Tuhan selanjutnya 🙂

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *