Kecantikan


    “Apa
    lagi yang dapat dibedakan dari seorang yang yang cantik, bila ia hanya pamer
    diri, kelakuannya kurang menyamankan”
    Bagi seorang perempuan dengan penampilannya
    yang menarik memiliki nilai tambah tersendiri. Ia selalu dianggap baik.
    Makanya, terkadang kita mendengar istilah “muka kriminal.” Mereka yang wajahnya
    pas-pasan, ditambah lagi penampilan diri yang kurang seringkali dipandang
    sebelah mata. Sangkaan yang miring pun bisa saja muncul disetiap orang yang
    menemuinya. Beginilah ketidakadilan dunia.
    Sebaliknya, ketampanan bagi lelaki dan
    kecantikan bagi perempuan selalu menjadi pemantik bagi praduga seseorang. Maka,
    tak jarang guru terkadang lebih merasa nyaman dengan kehiran mereka yang
    rupawan. Nilai pun bisa dikompromi. Di lain sisi, contoh nyata, orang cantik
    itu banyak yang menolong. Berbanding langit dan bumi bagi orang yang tidak
    cantik; berjuang melawan ketidakadilan dunia.
    So, jangan khawatirkan dengan penampilanmu.
    Karena pada akhirnya, dunia akan berpihak kepada mereka yang tulus sepenuh hati
    memperjuangkan diri mereka. Tidak menjadikan tampilan sebagai hal yang buruk,
    mestinya dijadikan sebagai pelesat untuk bangkit menjadikan diri lebih baik
    dengan mereka yang rupawan.
    Yang rupawan sebenarnya banyak ruang untuk
    mednjadikan hidup lebih baik. Tidak terpaku kepada tampang, namun kepada innerself sebagai komponen utama dari
    daya tarik oranglain. Membiarkan waktu termakan untuk hal yang tak semestinya,
    membuat rupa semakin buruk.
    Benar sekali bila hidup itu pilihan, namun
    rupa dengan aneka levelnya bukan lah pilihan. Pilihan jatuh pada bagaimana
    “bersikap” terhadap kenyataan yang ada. Menyesali tak ada guna, mengagumi juga
    tak berfaedah apa-apa. Terpenting dari itu bagaimana menjadikan “kenyataan”
    tersebut sebagai penjawab dari kebutuhan.
    Maksudnya, hidup itu memang terkadang tak
    sesuai dengan keinginan. Namun, hidup selalu memberi apa yang dibutuhkan oleh
    seseorang. Nah, “kenyataan itu” anggaplah sebagai kebutuhan yang telah
    terpenuhi dan kemudian diperlukan dalam hidup. Menjadikan hidup penuh warna dan
    kenyamanan.
    Ingatlah hal ini kawan, kelemahan orang
    yang dikarunia kecantikan dan ketampanan adalah terletak pada bagaimana ia
    terpaku “bangga”. Ia terlalu bangga, akhirnya merasa dirinya oke. Ia “banyak”
    menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan teman-temannya. Waktunya
    terbuang sia-sia kan? Ini celah dan naif.
    Sama juga dengan rupa yang nge-pas. Pas
    foto atau pas ditinggal lebih pantas. Terlalu termangu dan meratapi
    “dalam-dalam” kenyataan: ketidakmampuan menerima kehidupan. Waktunya juga
    terbuang sia-sia. Bahkan, gairah untuk hidup akan semakin hilang dan buram bila
    tak segera disadari kenyataan perlu diambil hikmahnya, bukan diratapi.
    Dan ingat, tak ada bencana tunggal tanpa
    diikuti oleh kemenangan. Tak ada kemudahan tanpa kesulitan. Tak ada kenyaman
    tanpa ketidaknyamanan. Dua hal dalam satu hal yang tak bisa dipisahkan.
    Di setiap ketimpangan selalu ada keseimbangan.
    Apa yang dianggapnya sebagai tidak adil, sebenarnya ada nilai keadilan yang
    tersembunyi. Mustahil sekali manusia hanya dilebihkan di satu sisi tanpa diberi
    kelemahan di sisi lain. maka, fokuslah pada “kelebihanmu”, bukan pada
    kekuranganmu. Setiap diri pasti memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh orang
    lain.
    ~∞~
    Kediri, 29 Januari 2014.

    976 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    5 tanggapan untuk “Kecantikan”

    1. apa kabar Kediri sekarang? semoga lebih baik dari hari-hari sebelumnya 🙂
      sy terkadang merasakan yang namanya diskriminasi penampilan, kalo lihat di iklan", kenapa harus yang ganteng dan cantik yang jadi model iklan shampo atau sabun, udah tau cantik, terus yang pas"an harus gimana? iklan yang menipu, hehe..
      kalo buat saya, yang penting percaya diri, karena nggak semua orang menilai orang lain hanya dari kecantikan dan ketampanan semata 🙂

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *