Kecantikan Hati di dalam Kepribadian Wonderful Wife

    “Saat cinta yang mabuk asmara tertuju kepada istri yang indah (Wonderful wife), sungguh telah terampas hati dan pikiran. Lebih-lebih, apa yang dapat dilakukan oleh orang yang kasmaran, yang di dalamnya mengalir rasa cinta kepada Yang Maha Esa?”
    Masih segar sekali sensasi membaca novel Laila Majnun yang terkenal itu. Cerita romantis ini menunjukkan akan kekuatan cinta Majnun yang membawanya kepada kematian. Terbunuh disebabkan oleh cintanya kepada Sang Pujaan Hatinya yang bernama Laila. Karena cinta pula, Raja Ramses III yang dikenal Fir’aun juga mati. Kecintaannya kepada harta dan kemewahan yang berlebihan menjadi petaka baginya. Berikut cintanya Hamzah, Ja’far dan Hanzhalah yang juga menjadikan mereka meninggalkan dunia ini. Tetapi, cinta mereka bertiga karena Allah dan Rasul-Nya. Cinta Majnun dan Fir’aun berbeda jauh dengan cintanya Hamzah, Ja’far dan Hanzhalah.
    Membahas kehidupan pernikahan, dan bagaimana kehidupan berkeluarga, mencitai istri  untuk membina rumah tangga yang terwujud dalam baiti jannati (rumahku adalah surgaku) sangat penting. Di dalamnya terbina nuansa surgawi antara para anggota keluarga. Seorang istri (wonderful wife) yang benar-benar menaati suami, dan suami menjadi imam yang baik. Pentingnya keluarga sama pentingnya membangun Negara, yang kesemuanya bila ditelisik lebih dalam akhirnya semua berawal dari keluarga. Bahkan, seorang ibu merupakan madrasatul ‘ula li abnaaiha (pendidikan pertama kali untuk anak-anaknya).
    Bagi siapapun yang bertekad menggapai keberuntungan di dunia dan di akhirat perlu belajar modus. Yaitu modal dusta, artinya menjadikan dunia seolah bukan dunia. Tujuan dunia namun sebenarnya untuk memanfaatkan demi kehidupan di akhirat. Me-modusin dunia, berarti memanfaatkannya demi akhirat. Tentu saja, tak mudah membangun keluarga yang harmonis, apalagi keluarga yang benar-benar mengantarkan setiap anggotanya kembali kepada-Nya. Yaitu, ke fitrah yang suci seperti bayi baru lahir tanpa beban dosa. Namun, bukanlah mustahil, karena barang siapa yang bersungguh-sungguh berjihad kepada Allah, maka Allah pasti akan tunjukkan jalan-Nya. Dan setiap usaha akan ada balasnya, wa an laisa lil insaani illa maa sa’a.
    Kriteria calon pendamping hidup sangat penting, karena hal ini menyangkut bagaimana kehidupan keluarga kita di dunia bahkan di akhirat kelak. Khususnya bagaimana kepribadian calon pendamping hidup. Kepribadian yang dimaksud adalah keturunannya, sifatnya, sikapnya dan seterusnya. Maka, jangan mau tidak memilih jodoh, dari sekain banyak hati yang “memancing” hanya ada satu umpan yang perlu diberikan; “Keputusan dan tekan” untuk memilih. Cara terbaik memilih dari yang terbaik dari banyak macam perempuan sebagai penentram hati adalah dengan “memantaskan diri” menjadi orang yang dicintai oleh Allah.
    Jika si calon istri ternyata tak berhijab, siapakah yang berdosa? Bila status masih “calon”, maka orang tuanya pun ikut berdosa. Bila statusnya sebagai istri, suaminya akan berdosa, karena telah membiarkan istrinya tak menjaga kehormatan dirinya. Parahnya lagi, si Anak ikut-ikutan ibunya karena sejak dini tak pernah diberi uswah (contoh panutan) oleh sang Ibu. Lagi-lagi, yang menanggung dosa si anak adalah orang tuanya. Sungguh, sangat merugi. Na’udzubillah min dzalik.
    Sekali lagi, janganlah risau karena calon pendamping hidup itu tak jauh berbeda dengan pasangannya. Di dalam al-Quran disebutkan bahwa ath-thayyibin lith-thayyibat, yaitu lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik. Nah, perlu juga diingat hanya berusaha memantaskan dicintai oleh Allah akan menjadikan seseorang dicintai oleh-Nya yang kemudian diikuti oleh cintanya seluruh penduduk langit dan penduduk bumi. Seluruh penduduk di dunia alam yang berbeda tersebut merasa nyaman dengannya.
    Dengan ini,  Kriteria pertama bagi seorang yang ingin mendapatkan pasangan atau pun mempertahankan kehidupan keluarga adalah “selalu berusaha menggapai cinta-Nya.” Jujur saja, saya pribadi sangat mudah jatuh hati sama orang yang baik kepada Allah, yang akhlaqnya adalah berusaha berakhlaq al-Quran (yaitu sesuai dengan ajaran al-Qur’an). Namun, aku tak akan terlena dengan cinta, cukuplah mengggapai cinta Allah maka semua yang terbaik menurut-Nya   akan berdatangan, termasuk istri yang sholehah. Amin….
    Pernah suatu ketika penulis menemukan kata sakti ini, “seseorang tak akan melihat ketulisan cinta orang yang mencintainya, sampai ia melihat dirinya mencintai orang tersebut dengan tulus.” Ya, sungguh cara terbaik mendapatkan dan membina keluarga adalah carilah calon pendamping yang mencintai Allah di atas segalanya. Mencarinya tak perlu ta’arufan berlebihan, cukup berusaha menjadi orang seperti orang yang diharapkan mewarnai dalam hidupnya. Artinya, mulailah dari diri sendiri untuk memperbaiki diri dan berusaha mencintai-Nya.
    Kriteria selanjutnya adalah “pemalu”.  Dalam hadits nabi disebutkan, bahwa alhayaau minal iman, artinya bahwa malu itu sebagian dari iman. Malu berarti keengganan berbuat sesuatu yang tidak sesuai. Jelasnya, malu kepada Allah untuk berbuat yang tak sesuai dengan kehendak-Nya. Berusalah untuk menjadi orang yang malu kepada Allah berarti menuntut diri untuk selalu merasa diawasi gerak-geriknya oleh-Nya. Sikap dzikir menjadi sangat penting untuk mewujudkannya. Selalu mengingat Allah, Allah akan mengingat kepada kita. Sangat tak mungkin sekali seseorang melakukan dosa kecuali ia dalam keadaan lalai (tidak mengingat Allah).  Jadi, melulah kepada Allah dengan berdzikir.
    Iman itu ternyata ada dua bagian, yaitu sabar dan syukur. Kriteria ketiga dari calon pendamping hidup adalah harus memiliki iman. Sebagaimana disebutkan, al-imaan nishfaani, ash-shabru wasy-syukru (iman itu ada dua, sabar dan syukur). Karena itulah, dengan kesabaran kehidupan keluarga nantinya akan dapat bertahan walau pun masalah datang menghampiri. Dengan syukur, akan menjadikan karunia Allah semakin berkah dan berlimpah. 
    Akhirnya, iman, malu, dan cinta kepada Allah adalah tiga hal yang sangat mempengaruhi kehidupan ini. Ketiganya komponen utama di dalam diri seorang yang diharapkan nantinya menjadi pasangan hidup. Bahkan, ketiga hal tersebut perlu diusahakan untuk yang sudah berkeluarga, agar keluarganya menjadi ladang bagi kehidupan di akhirat kelak. Semuanya terwujud bila masing-masing kita memulainya dari diri kita, dari sekarang dan dari apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi manusia yang “pemalu”, beriman dan mencintai Allah.
    ~∞~
    Harapan kami untuk admin blog ida-nurlaila.blogspot.com untuk bisa mengajarkan kami belajar merangkai kata lebih baik. Jujur saja, setiap membaca blog ini ada nuansa tersendiri, alur berfikirnya yang enak, diksinya yang pas dan sebagainya.

    1,408 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    37 tanggapan untuk “Kecantikan Hati di dalam Kepribadian Wonderful Wife”

    1. Subhanallah. Indahnya artikel ini. Sungguh luar biasa, Teringat waktu saya masih dalam taraf Ta aruf dengan calon waktu itu tahun 2005. Alhamdulillah semua yang ditulis ini Insya Allah akan selalu saya ingat. Kini saya sudah dikaruniai sepasang putra putri dari Allah SWT

    2. Kalo istri gak pake hijab yang dosa suaminya, terus kalo suami yang gak pake hijab dosanya ke istri gak ya? Hehe

      Kalo cinta sama orang udah biasa, tapi kalo cinta sama Tuhan itu luar biasa, bener gak

    3. artikelnya keren banget bang…… jadi suami itu berat ya, dan jadi istri itu enak, kita yg ngelakuin tp suaminya jg kena. inspiratif banget artikelnya, dicatet nih kalo mau nyari pendamping hidup. tapi jujur aku baru tau malu itu sebagian dari iman. sukses bang GAnya!

    4. ceilehhh, Agha bijak bangett padahal masih belia udah ngomongin pernikahan Gha…behehehe..tapi bener juga sih…yg pling utama jelas iman..kalo insyaAlloh imannya bagus, maka segala sikap bagus akan menyertainya juga..semoga jadi sakinah, mawaddah, warrahmah kayak Oki dan Ory..hehehe aamiin.

      semoga menang yak, jadi pingin ikutann!!

    5. subhanallah.
      betappa pentingnya cinta kepada allah dan memelihara kasih sayang ke sesama manusia ya.
      tentunya juga kecantikan hati yang tergantung pada kebribadian dan sikap.
      apalagi dlm membina hubungan atau mahligai perkawinan, perlu dipagari dgn landasan agama 🙂

    6. ngga nyangka, menulis ini menulis ini memberikan suatu stimulus untuk Mas Asep mengingat pada masa ta'arufam dulu…
      jadi ingin banyak belajar dari pengalaman mas Asep,. boleh ya?

    7. Memang wanita yang baik untuk lelaki yang baik pula.
      Tapi kok terkesan kasian yaa.
      Pernah denger istilah Cinta itu saling melengkapi?
      Nah kalo semua nya baik, apa yang di lengkapi?

      Kasian kalo sampe wanita yang buruk untuk lelaki yang buruk.
      Bayangin gimana jadinya bentuk keluarga itu.

      Bukankah seharusnya melengkapi. Yang tak baik dengan yang baik agar yang tak baik bisa jadi baik gitu.

      Just my opinion o:)

    8. karena itulah, ada makna dan maksud tersendiri lelaki baik itu perempuan baik. siapa tahu lelaki baik dapat perempuan yang belum baik namun setelah menikah perempuan menjadi baik sederajat dengan sang lelaki. begitu maksudnya, atau bisa bertemu di surga kelak..

    9. karena itulah, ada makna dan maksud tersendiri lelaki baik itu perempuan baik. siapa tahu lelaki baik dapat perempuan yang belum baik namun setelah menikah perempuan menjadi baik sederajat dengan sang lelaki. begitu maksudnya, atau bisa bertemu di surga kelak..

    10. sapa juga yang nyebutin awalan dari pernikahan lelaki baik untuk perempuan baik. saya hanya nyebutin lelaki baik untuk perempuan yang baik. tak peduli, apakah awalnya sama-sama baik, atau tidak. yang penting akhirnya mereka berdua sama-sama baik..

    11. amiiinnnn subhanallah semoga dapat yang seperti diharapkan tersebut. saya setuju banget tuh, jika mencintai Tuhan saja dia tak bisa bagaimana dia mau mencintai kamu kan? kan gitu kan? hehehe

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *