Kecanduan

    [Tentang catatan yang tak
    utuh mengenai “kecanduan,” dari sekedar hipotesis yang harus dicari kebenaran
    ilmiahnya]
    Orang yang kecanduan terhadap sesuatu, apa
    pun itu diawali dari adanya keinginan bawah sadar yang terendap di dalam
    pikirannya. Karena tidak adanya pengetahuan bagaimana mengepresikan keinginan
    bawah sadar tersebut, yang terjadi kemudian adalah kebingungan. Sedangkan saat
    yang bersamaan, waktu berjalan terus, stimulus terus berdatangan menghadiri
    seluruh panca indera. Bila sudah demikian, bisakah keinginan bawah sadar
    tertahan. Tentu saja, sedikit harapan adalah “keinginan tersebut” terus
    meluap-luap sehingga pada akhirnya akan juga terekspresikan secara nyata.
    Adanya kenyamanan “sesaat” akibat ekspresi
    tadi akan menimbulkan “keinginan” yang lebih besar. Bahkan, keinginan tersebut
    akan terus berkembang dan semakin kuat. Akibatnya, stimus datang sedikit saja
    akan membuat keinginan bawah sadar tersebut secara otomatis muncul ke dalam
    permukaan. Maka, pada akhirnya bila hal tersebut terulang secara terus menerus
    akan membawa kepada suatu bentuk “kecanduan”.
    Agar seseorang kecanduan dalam positif,
    misalnya “membaca”. Maka langkah pertama untuk mewujudkannya adalah adanya
    keseimbangan perasaan untuk merasakan yang nyaman saja akan kegiatan “membaca”;
    manfaatnya atau apapun bentuknya. Seperti serrunya mendapatkan informasi baru
    yang didapat nantinya.  Dengan terus “mempertahankan”
    hal positif yang lebih dominan di area perasaan (emosi),  maka hal tersebut akan terjaminnya
    pembentukan dari suatu bentuk kecanduan. Jangan sampai melakukan aktivitas
    membaca dengan perasaan kurang nyaman, membacalah dengan kreatifitas yang
    mendalam.
    Penting untuk diperhatikan, bahwa membaca
    kreatif yang akan menjawab kebutuhan “rasa keingin tahuan” diri juga
    mempengaruhi bagaimana minat membaca menjadi kecanduan membaca.” Rasa candu
    pada intinya adalah “ke-pede-an”. PD
    berarti percaya diri, yaitu kenyamanan melakukan sesuatu. Kenyamanan inilah
    yang nantinya akan memberikan pondasi yang kokoh bagi terciptanya aktivitas
    kecanduan. So, mari belajar agar diri kecanduan membaca. Bukan kecanduan kopi,
    bukan pula kecanduan akan sosial media, bukan juga kecanduan dengan hal-hal
    yang manfaatnya kurang menguntungkan bagi diri kita masing-masing.
    Kediri, 22 Februari 2014

    @Campus, pasca erupsi Kelud.

    825 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    3 tanggapan untuk “Kecanduan”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *