Kebutuhan dan Pengalaman

    Kehidupan ini tidak menjanjikan banyak hal, ada banyak perjuangan yang berdarah di dalamnya, ada banyak pengorbanan hanya untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan yang ada. Kebutuhan ini yang banyak mendorong bagi keberlangsungan dalam hidup ini. Yaitu, berlangsung untuk terus tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik. Awalnya dalam memenuhi setiap kebutuhan merupakan hal yang sangat urgens, namun seiring dengan bertambahnya waktu kebutuhan ini pun menjadi sangat meningkat dan terus berlanjut.
    Bukan masalah hobi mengerja ambisi, tetapi namanya juga kebutuhan yang harus terpenuhi dengan baik dan terus menerus. Kebutuhan paling mendasar adalah kebutuhan akan makan dan minum, yaitu untuk bisa bertahan hidup. Jika kebutuhan ini terpenuhi, maka seseorang akan membutuhkan kebutuhan tingkat selanjutnya,  yaitu kebutuhan akan rasa aman dari orang-orang sekitarnya dan untuk lebih lama setelah semuanya terpenuhi, kebutuhan yang akan datang selanjutnya adalah kebutuhan akan mencintai dan dicinta-kasih sayangi. Ini tentu menjadi pertanyaan besar, dan tidak menutup mata sebelah dalam memahami kata-kata cinta.
    Dan dengan itu, seseorang sudah bisa dianggap memiliki kebahagian di dalam dirinya. kebahagiaan yang nyata dan benar ada di dalam dirinya. pengalaman sangat berperan dalam menentukan apakah seseorang tetap berjuang memenuhi kebutuhan yang berada satu tingkat di atasnya, atau sudah cukup merasa puas dengan apa yang telah terpenuhi. Dan pengalaman ini juga sangat berperan dalam membantu masing-masing individu, bukan semata apa yang didapatkan dari pengalaman yang telah berlalu, namun juga perasaan emosi yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut. Pengalaman dengan disikapi positif akan membawa keuntungan pada hal yang positif pula.
    Pengalaman yang berkelanjutan dalam pemenuhan kebutuhan hidup sudah menjadsi kebiasaan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari, pengalaman hidup yang terancam, pengalaman hidup hanya dengan makan satu kali sehari, dan pengalaman dibenci atau pun tidak mendapatkan rasa cinta kasih dari orang-orang sekiatar. Ini akan memberikan suatu keadaan tertentu, tergantung bagaimana masing-masing individu memahami dan memandang semua pengalaman tersebut.
    Karena tak selamanya pengalaman yang rusak akan menghasilkan sudut pandang yang rusak pula. Tergantung bagaimana seorang individu memahami pengalaman tersebut sesuai dengan kemampuan dirinya yang terekresi dengan bebas. Alhasil, pengalaman buruk yang dianggap sebagai bencana akan selalu menjasdi rancana untuk mendapatkan nikmat bahagian. Yaitu, dengan menerima pengalaman tersebut, berfikir objektif dan general, baru kemudian memperbaiki yang sudah ada. Kesemuanya ini adalah berfikir terbukan dengan pengalaman yang ada, bukannya malah mengkambing hitamkan pengalaman, kemudian menjadikannya sebab dari semua kegagalan.
    Belajar dari pengalaman yang gagal juga kepentingan yang tak kalah dibanding juga belajar dari setiap keberhasilan. Di saat seseorang berhasil dengan semua usahanya, dan disitulah ia menemukan contoh sempurna dari keberhasilan seseorang. Itu adalah pelajaran baginya, meskipun memang perlu melawan rasa gengsi yang bersarang dalam diri yang juga merasa enggan untuk belajar dengan baik dan nyaman.
    Sederhana saja, pengalaman masa lalu memang sangatlah berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Meskipun demikian, seseorang tersebut bukanlah korban tetap dari pengalaman-pengalaman tersebut, ada faktor lain yang juga menentukan bagi kebehasilan dalam melakukan sesuatu.

    500 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *