Kebaruan

    Dalam Kamus Bahasa Indonesia Kebaruan berarti sifat-sifat
    baru, perihal yang baru dan hal yang baru. Kata itu seringkali tak tanpak dalam
    nyatanya, melainkan tersembunyi di balik apa yang selama ini kita cari. Ia tersembunyi,
    hingga acapkali kita tak sadar ternyata inti dari perubahan menuju kepada satu
    titik yaitu titik kebaruan. Ada yang mengada-ada, pembaharu berarti tak patuh
    dari garis yang sudah ditakdirkan melalui orang-orang sebelumnya.
    Saat ritual ibadah tak pernah ada kemudian datanglah
    kebaruan, dinamakan bid’ah. Tahlil dianggap
    bid’ah, karena tak ada di zaman nabi.
    Kalangan NU mengomentari, ini adalah bid’ah
    yang diperbolehkan—bid’ah hasanah. Kelompok
    lawan tetap bersikukuh dengan pendiriannya. Mari kita lihat bukan dari pertikaian
    dua kelompok keagamaan ini, kita melihat mengapa itu—pembaruan;tahlil misalnya—menjadi ada yang sebelumnya tak ada? Hal ini
    menunjukkan, bahwa manusia memiliki sifat selalu ingin yang baru, bosan dengan
    apa yang telah lama.
    Bahkan, pembaruan itu sangat familiar dengan diri kita
    sendiri. Perjalanan hidup dari kecil hingga dewasa sekarang tetap tak lepas
    dari kebaruan. Masih segar diingatan kita masing-masing, saat seusia anak
    sekolah dasar,  kita diberi satu baju
    awalnya senang. Ujung-ujungnya kita mengharap baju baru. Saat dibelikan mainan
    baru, kita senang. Lama-lama, bosan pun tak kunjung dibendung, kita menjadi tak
    menghargai ‘lebih’ dan mengharapkan mainan baru.
    Semangat kebaruan sejatinya sifat alamiah manusia. Tidak ada
    otoritas untuk membendungnya. Pintu kedinamisan terbuka berkat semangat ini.
    sebuah kota metropolitan tak akan berkembang pesat, bila wali kota setempat tak
    memiliki jiwa kebaruan. Itulah pentingnya hal ini. tidak bisa mengelak, pada
    akhirnya segala masalah muncul dari ini. terhadap mereka dengan gangguan
    jantung, awalnya karena tak menemukan kebaruan dalam pekerjaannya. Masalah datang,
    dipikirkan sendiri, otak tak mampu. Akhirnya jantung tak stabil. Sekali lagi,
    kita sebagai manusia tak akan pernah mengelak dari kebutuhan kebaruan.
    Kebaruan berarti mencari hal baru sekali pun pada wujud yang
    sama. Dalam istilah sosiologinya, ada semacam pembaharuan ‘sudut pandang’
    terhadap permasalahan. Seorang anak yang tak bisa hentikan kebiasaan buruknya,
    perlu keluar dari dirinya dan memenuhi tanggungjawab atas hidupnya dengan
    kebaruan. Begitu pun seorang gadis, hati boleh tercuri, namun selama pikiran
    ada semangat mengabdi dan menjaga kehormatan diri, di situlah nilai sebuah
    kebaruan. Tak terikat oleh stigma negatif dari lingkungan yang mencerna
    mentah-mentah isu yang beredar.
    Kompetisi ini sangat mencolok di sekeliling kita, bagaimana
    kita menjawab kebutuhan ini oleh kemajuan iptek
    perlu dipersiapkan dengan baik. Prinsip ala kaum agamawan salafiah mengenai ‘kebaruan’ perlu direnungkan. “almuhaafadza ‘alal qadhiimis shoolih, wal
    akhdu bil jadiidil aslah”
    melestarikan apa yang baik dari masa lalu, dan
    memperbaiki dengan sesuatu yang baru dan lebih baik. Artinya, bila kita
    menyadari ada yang lebih baik, maka ambillah. Sekali pun wujudnya baru ada.
    Kemudian, apa ukuran kebaruan? Kalimat ini tanpaknya agak
    sulit dicerna. Hal yang abstrak ditanyakan ukurannya? Namun ada satu hal, bahwa
    kebaruan dapat diukur dari apa yang ada di dalam pikiran masing-masing dan
    pengaruhnya pada tubuh. Kebaruan untuk menjawab sifat alamiah manusia.
    Yang lebih penting dari wujud dari kebaruan, sudut
    pandanglah yang perlu diperbaharui. Seperti masalah, kita hadapi dengan pikiran
    yang begitu-begitu saja tak ada upaya
    untuk memberi kesempatan pembaruan. Yang terjadi kemudian ialah kita merasa tak
    akan mampu hadapi masalah. Semakin berupaya mempertahankan yang lama berarti
    menentang lingkungan, diri sendiri. Karena dalam semangat kebaruan, yang lama
    akan terjaga dengan baik.

    1,140 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Satu tanggapan untuk “Kebaruan”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *