Banner-giveaway

Jomblo Keren

    Banyak
    sekali yang dikatakan bila pembicaraan seputar “percintaan”. Dan begitu banyak
    yang menikmati cinta, atau lebih banyak yang menderita karena cinta. Maka, kita
    harus belajar berterimakasih atas kehadiran cinta. Cinta yang nyata sebagai
    kemurniaan cinta suci, atau cinta yang abu-abu bahkan cinta yang jelas hitam-kelam.
    Di tahun
    1950-an, semasa perang mempertahankan kedaulatan NKRI tak pernah tuh diketemukan
    kata “jomblo”. Atau karena mereka sibuk berperang, sehingga lupa membuat
    istilah seperti jomblo. Mereka tanpak tak memiliki kesempatan untuk ‘pacaran’,
    jomblo. Yang mereka butuhkan adalah persatuan dan kedaulatan.
    Tak pula
    dalam kamus KBBI. Di dalamnya tak ditemukan kata jomblo. Yang ada hanyalah kata
    “Jomlo”, yang berarti gadis-tua. Padahal, galibnya kamus itu lengkap menyangkut
    segala makna kata. Karena itulah, buanglah kata jomblo pada tempatnya. Semula ia
    tidak ada, kemudian lalu mencuat seiring kata “galau”. Termasuk dari kamus
    kehidupan diri kita masing-masing.
    Belajar
    kembali kepada hukum alam. Adanya malam, karena ketiadaan siang. Adanya air
    panas, karena ketiadaan kondisi dingin. Yang pertama terkait dengan soal waktu,
    yaitu sama-sama berkaitan dengan waktu. Waktu mengikat keduanya. Andaikata tidak
    ada siang, maka tak mungkin ada malam. Begitupun dengan istilah pacaran, ia
    muncul karena ada orang yang pacaran di dunia ini. maka, andaikan kata orang
    tak pacaran, berarti tak ada istilah pacaran dan juga secara otomatis tak akan  pernah lahir ke dunia ini istilah “jomblo.” Siapakah
    yang disalahkan atas kehadiran jomblo?
    Dari sini
    bisa dipahami, jomblo itu sebenarnya sesuatu yang tidak ada yang kemudian
    diada-adakan begitu saja oleh orang yang tak bertanggungjawab. So, untuk apa
    kalut dengan ketiadaan? Untuk apa menangisi suatu yang memang tidak ada?
    Kemudian
    renungkanlah, bahwa setiap manusia adalah makhluk hidup, sebagian yang hidup
    adalah manusia. Dan setiap orang pacaran hidupnya penuh dengan kebahagiaan, dan
    sebagiaan dari mereka yang hidupnya bahagia adalah mereka yang pacaran. Berarti
    ada sebagian yang lain yang dapat merasakan kebahagiaan sejenis. Siapakah itu
    kalau bukan Joker. Joker adalah jomblo keren, bukan sekedar jomblo basa-basi. Jomblo
    keren adalah spesies dari jomblo dengan banyak hal yang ia lakukan. Ia sibuk
    dengan passionnya. Jadi, merasakan kebahagiaan yang setara dengan pacaran. Jadi,
    ngapain harus malu, risih dengan status “Jomblo”. Bukan JOMLO.
    Siapakah
    yang paling galau sedunia? Jomblokah atau orang yang pacaran kah? Sebenarnya sama-sama
    galau. Yang jomblo galau karena “mungkin” merasa menemukan sosok yang pas bagi
    dirinya. Yang pacaran juga galau takut kehilangan kekasih yang telah “memberi
    hatinya”. Tetapi, siapakah yang paling galau. Yang paling galau adalah yang pacaran
    kemudian menjadi korban hingga statusnya berubah menjadi jomblo. Bagiku, itulah
    posisi yang paling galau. Jadi, ekstrem jomblo tak galau, ekstreem pacaran tak
    terlalu galau. Yang galau yang ditengah-tengahnya (yang nanggung/statusnya Gak
    jelas).
    Kalau
    tanya ke yang Jomblo. Sebenarnya mereka tak bisa hidup dengan statusnya “jomblo.”
    Ia juga manusia normal yang membutuhkan cinta. Namun, hanya persoalan waktu
    saja yang membedakan dari yang pacaran. Hanya saja, yang pacaran telah menemukan
    terlebih dahulu hati yang cocok atau tersesat di tengah jalan. Maka, cintailah
    apa yang dibutuhkan orang lain dan penuhilah akannya sehingga kau dicintai. Yakinlah,
    tidak perlu risau dengan kejombloan. Karena kejombloan adalah ke-pacaran yang
    tertunda.
    Tips
    Hemat Jomblo Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat
    #rubahlah
    sudut pandang
    #Jangan
    Bandingkan
    #Fokus
    kepada Kenikmatan Kesendirian
    #Jangan
    Beri Kesempatan
    #Renungi
    Endingnya bila tidak Jomblo
    #Kasian
    hati orang lain
    #Cari
    Kesibukan yang Bermakna
    Seseorang
    yang membuat kita berarti seringkali dikangeni, begitu pun dengan sesuatu yang
    membuat diri kita bernilai dan berarti.
    *setujukan
    Anda dengan yang dibawah ini?
    Pacaran (X)
    Jomblo (Y)
    Malam
    minggu ngapain?
    Seminggu
    ini mau ngapain?
    Sedikit-sedikit
    kangen
    Kangenin
    yang sedikit (mensyukuri kesedikitan /kekurangan diri)
    Kamu
    itu lucu
    Menggemaskan
    liat orang pacaran yang “itu-itu” saja.
    Kumenati
    seorang kekasih
    Mengasihi
    penantian yang panjang terhadap seseorang
    Adakah
    ia selalu setia
    Setia
    selalu kepada keadaan yang ada (menerima keadaan apa adanya)
    Bersanding
    hidup bersama dengan kekasih
    Menghidupkan
    kebersamaan *tidak hanya dengan seorang.
    Ada
    endingnya bro! Sista!
    Ga ada
    endingnya! Adem ayem saja.
    Uang
    hangus, ilang terkuras
    Uang
    hemat, bisa beli buku, beli sayur mayur.. hah!
    Perhatian
    esktreem
    Heran,
    orang jatuh cinta karena hanya “perhatian” (kenyamanan tanpa liat faktor lain)
    Sakit
    hati
    *ngapain
    sakit hati, karena sudah yakin pasti dapat juga
    Waktu
    tersita ke Mall, ke tempat lain-lain
    Waktunya
    bersemedi di depan laptop, waktunya menatap masa depan.
    Wajahnya
    terus terbayang
    Bayangan
    yang buram untuk pacaran
    Berjumpa
    di mimpi
    Bermimpi
    menjadi “Sang Pemimpi”
    Postingan
    ini diikut sertakan dalam giveaway blogmamad
    Kediri,
    23 Desember 2013

    166 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    12 tanggapan untuk “Jomblo Keren”

    1. tulisannya keren Gha 🙂
      baru tau aku, detil banget kamu jelasin makna jomblo
      ya karena aku sekarang udah menikah jadi stop deh kata jomblo dan galau hehee
      sukses ya mg menang

    2. Yeee setuju banget sama tulisan kak Agha. Kak Agha teoritis banget, tapi bener adanya.

      Terus yg kalimat jomblo adalah ke-pacaran yg tertunda itu harusnya diganti 'jomblo adalah ke-menikahan yg gak dateng-dateng'

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *