Jembatan Baru Brantas selebar 1 meter

    Sisa
    air hujan masih begitu tampak, sehingga jalanan yang kami lalui begitu licin
    untuk sebuah sepeda ontel ajaib yang kami tumpangi. Saat itu kami
    bersama temanku yang aku sendiri tidak tahu siapakah dia.  Bila dipikir-pikir, tubuhnya terlihat begitu
    mungil, seumuran dan setinggi adikku sendiri. Bersama bergantian mengendari sepeda
    onthel ajaib
    tersebut. Bila yang satu mengendarai, yang lainnya
    mendorongnya.

    Sepeda
    itu setinggi 30 cm, dengan kedua rodanya setipis silet atau seng. Anehnya, onthel
    ajaib
    itu bisa aku kendarai hingga menyebarangi jembatan Baru Brantas ini. Keganjilan
    kedua adalah jembatan yang aku sebrangi tak selebar seperti lazimnya jembatan
    sungai, namun bentuknya seperti jembatan Suramadu yang agak melambung tinggi di
    bagian tengahnya. Lebarnya hanya seukuran 1 meter saja.

    Karena
    kesepakatan kami berdua, aku yang mengendarai dan temanku yang mendorongku agar
    sepeda tersebut melaju melewati jembatan mungil tersebut. Setibanya di sebrang,
    aku merasa ada yang aneh. Tiba-tiba aku sampai kembali ke tempat semula, aku
    amati kok bisa ya? Eh ternyata aku memang menyeberang, namun kembali ke tempat
    sebelum menyeberang. Dan aku pun berlanjut untuk yang kedua kalinya, sama saja.
    Hal tersebut tetap berulang.

    Mungkin,
    inilah gambaran dari kegagalan usahaku saat ini. Mungkin kebenaran yang aku yakini
    adalah salah, aku tampak berada di jalan yang benar, namun sebenarnya langkahku
    kembali ke arah semula. Tiada guna usaha bila tidak cerdas melakukannya dengan
    dibalut ketangkasan dan keikhlasan. Semoga
    mimpi menjadi petanda untuk bagaimana sebaiknya aku ke depannya. *

    *[interpretasi sementara akan mimpi aneh bin aneh ini] 

    820 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    3 tanggapan untuk “Jembatan Baru Brantas selebar 1 meter”

    1. interpretasi mimpi dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. Kalau kata freud dalam psikoanalisisnya, bahwa mimpi adalah apa yang sebenarnya ingin kita ungkapkan dan biasa menjadi kontradiktif dengan dunia nyata.
      haaa…. jadi kangen mata kuliah semester tiga itu.
      Salam kenal ya! ini kunjungan perdana saya.

    2. langsung ninggalin jejak yah.

      emang sih kl secara psikologis, mimpi itu rata2 kebalikannya ama apa yg jadi unek2 kita. tp yg namanya bunga tidur paling ya sekedarnya aja ditanggepi. Kalo diseriusin entar makan ati.

      ahaha

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *