Jangan kau sia-siakan hidupmu

    Pemabuk yang tak sadarkan diri selalu membuat resah orang-orang yang berada di sekitarnya. Kerapkali apa yang dilakukanlah adalah membuat orang lain terancam keselamatannya. Ia tak segan untuk menyakiti, tanpa mau tau bagaimana nasib mereka yang tersakiti. Tak hanya itu, ia bahkan tak merasa salah sedikit pun, tanpa beban dan malah senang karena telah melampiaskan semuanya dalam bentuk perilaku yang memalukan itu.
    Ketidaksadaran diri membuatnya begitu bertingkah yang bukan menunjukkan keaslian dirinya. Ia bertingkah saat mabuk, berarti ia bukanlah ia apa adanya sebelumnya. Ia menjadi sangat tertekan setelah semuanya telah tamat. Dijebloskan ke dalam penjara karena kasus yang mereka lakukan. Mereka bahkan menjadi penikmat setia dengan minuman-minuman yang mematikan tersebut. Penikmat yang mengalami ketergantungan. Jiwanya berontak saat minuman yang diinginkannya tidak segera ada di hadapannya.
    Begitu pun dengan orang yang normal, bukan pemabuk dan bukan pecandu. Bagaimana mungkin bisa sampai ke suatu tempat, jika tak sadarkan diri sekarang ia berada di mana. Walau pun ia telah mengetahu jalan yang harus ditempuh ini dan itu, tapi ia tak tahu dimanakah kakinya sekarang berpijak. Mana mungkin bisa sampai!
    Sebaliknya, dengan kesadaran diri ia mulai memahami posisi sekarang, untuk melangkah ke posisi berikutnya. Ini bisa digambarkan tidak hanya bagi orang yang tak sadarkan diri; tak sadar akan keberadaan dirinya. Tapi juga bagi mereka yang terlalu sibuk melihat masa depan, dan lalai untuk mengontrol diri di masa sekarang.
    Jika kamu benar-benar mengaku remaja keren, buktikan dengan selalu sadar diri. Kesadaran itulah yang membuatmu bertingkah sesuai visi dan misimu. Sadar diri berarti menyadari peran dan tanggungjawab sebagai diri yang ada. Karena lahirmu (keberadaanmu) di dunia ini tak bisa terlepas dari adanya tanggungjawab atas kewajiban yang harus dilakukan.
    Sebagai siswa, kamu harus menyadari statusmu sebagai siswa. Bersikaplah selayaknya siswa, bukan yang ngebut-ngebut di tengah jalan. Kalau mau ngebut-ngebutan, tempatnya bukan di jalan raya. Tapi, bisa ambil alternative di tengah lapangan, atau di tanah lapang. Ya, aku tahu itu hobymu, tapi  sadarlah, sebelum kesadaran itu terpaksa menghampirimu dalam bentuk hal yang tak pernah kamu inginkan.
    Misalnya juga, sadar diri sebagai seseorang yang memiliki orang tua. Tanggungjawabmu kepada orang tuamu itu tidak lain untuk kebaikan dirimu. Jangan berfikir orang tua itu begini dan begitu, ingat sebuas-buasnya harimau tak akan tega memakan anaknya sendiri. Orang tua itu pernah mengalami menjadi anak dari orang tuanya, jadi ia sudah lebih berpengalaman darimu. Jangan bilang ya, kalau mereka itu sok tahu. Karena kamu berfikir mereka bawel dan cerewet.

    Untuk itu, mereka yang selalu menyia-nyiakan hidupnya adalah mereka yang tak menyadari status dirinya. Tak menyadari apakah yang mereka lakukan sesuai dengan status mereka. Tidak bisa dibenarkan bahwa anak harimau akan takut terhadap kijang, kecuali ia ‘sadar-diri; bahwa ia adalah anak dari raja hutan. Memiliki banyak kuku-kuku untuk menarkam musuh dan korbannya. 

    626 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *