Jadilah Dirimu yang Unik

    Berapa banyak
    yang tersiksa, gara-gara kita ingin dianggap “bisa.” Terpaksa bersembunyi di
    balik topeng, agar yang tampak adalah yang terbaik. Secara tidak sadar,
    identitas diri yang unikpun tertutup. Orang tak lagi mengenal kita, kita adalah
    apa yang orang lain harapkan akan kita. semacam korban lingkungan yang memaksa
    kita terlibat dalam konformitas sosial. Ah, sungguh sedih sekali hidup ini bila
    harus “semuanya” mengukung kebebasan kita menjadi diri kita “yang sesungguhnya.”
    Ada beberapa
    yang mengeluh, “enak sekali jadi dirimu!”, kamu itu pintar, ganteng, kaya dan
    baik hati lagi. Andai kamu tahu, ternyata orang yang kamu anggap sempurna itu
    selalu juga ingin menjadi orang sesempurna orang yang ia anggap lebih sempurna
    darinya. Dari sini, kesempurnaan seseorang tak ada batasnya. Selama kita
    menyebutnya diri kita begitu istimewa, saat itulah suatu keistimewaan selalu
    berharap kepada kita.
    Sebenarnya,
    tak ada bumbu rahasia dalam masakan yang terenak sekali pun. Bahkan, rasa ayam
    goreng di mall tak jauh beda dengan rasa ayam di pasar-pasar. Hanya saja, ada
    yang mengajak kita merubah “cara kita” mempersepsi terhadap ayam goreng yang
    dijual di mall menjadi sesuatu yang “lebih bernilai.” Jadi, intinya yang ingin
    saya sampaikan adalah begitu luar biasanya persepsi mempengaruhi perilaku kita.
    ketika kita “menganggap/mempersepsi” ayan di mall lebih baik dengan sederet
    alasan yang kuat, saat itulah kita berusaha selalu mengharapkannya.
    Diri kita
    yang dipersepsi selalu kurang dan kurang tak ubahnya ayam pasaran yang
    dipersepsi “kurang higenis”, tidak sehat. Sehingga, sikap kita terhadap ayam
    semacam itu juga “ogah-ogahan.” Ada semacam perasaan jijik. Bila kita melihat
    diri kita istimewa, sikap kitalah yang menjadikan kita memperlakukan kita
    dengan baik. Kabar baiknya, kita berperilaku dengan baik, menjadi diri yang
    baik dan memberikan yang terbaik untuk diri kita sendiri.
    Maka,
    ketika kamu mengetahui kekuatan persepsi ini, setidaknya kamu juga belajar
    bagaimana mempersepsi diri sebagaimana seharusnya. Jangan mengganggap diri kita
    “aneh” dari yang lain, tapi anggaplah “kita” unik bila dibanding dengan orang
    lain. Beda kan, rasanya bila menggunakan kata aneh atau unik? Lalu, apa yang
    dimaksud dengan diri yang unik.
    Setiap diri
    orang selalu ditakdirkan dengan kelebihannya masing-masing. AA Gym dalam
    ceramahnya di pesantren Darut Tauhid menyebutkan bahwa jangan anggap dunia ini
    sebagai tempat tujuan, tapi tidak ada salahnya bila kita menikmati di dunia. Karena
    dunia memberikan kita harapan menuju tujuan yang sesungguhnya. Jangan risau
    soal harta, karena semua itu sudah “ada bagiannya”.
    Lah,
    saat kita ingin “menjadi” orang lain, berarti mengagumi kelebihan-kelebihan
    yang dimilikinya. Kita menjadi lupa dan buta kepada kelebihan yang ada pada
    diri sendiri. Karena pada umumnya orang adalah membandingkan kelemahan diri
    sendiri terhadap kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Karena tertutuplah
    pandangan kita, saat itulah kita tak pernah menempah “karunia” termahal yang
    Allah berikan kepada kita. Allah menciptakan berbeda-beda, tak mungkin sama
    satu sama lain.
    Aku mau
    curhat, berbicara pengalamanku. Aku dicap sebagai sosok pendiam seribu basa,
    bahkan setelah diadakan evaluasi sana-sini tanya teman sekelas mereka semua
    mengatakan saya ini; pendiam. Tak lepas pula, teman-teman blogger energi pun
    mengatakan yang demikian. Lalu apa yang aku banggakan dari diriku? Aku tak mau
    merisaukan hal itu, bagiku kelemahan di satu sisi selalu dibarengi oleh
    kelebihan di sisi lain. Daripada merana gara-gara itu, lebih baik bahagia dan
    menempa karunia yang “Allah” berikan kepadaku. Aku bersyukur dengan hidup ini.
    Jadi,
    intinya menjadi diri sendiri adalah tidak melupakan potensi dan keunikan diri
    sendiri yang secara “Spesial” Allah ciptakan untuk kita sendiri. Tak ada yang
    pernah menyamai kita. setelah tahu kelebihan kita, barulah perkuat kelebihan
    itu dengan terus melatihnya.
    Misalnya,
    kamu itu hobi desain gambar. Maka, cara terbaik untuk menjadi dirimu yang
    nyaman dan senang dengan visual adalah dengan terus menerus mengasah
    kemampuanmu. Setiap hari, seperti kita menjaga dan merawat keluarga kita
    nantinya. Kita (cowok) adalah pemimpin yang bertanggungjawab terhadap keluarga,
    memberi perhatian setiap saat kepada keluarga. Potensi juga butuh diberi kasih
    sayang, diberi perhatian dan tanggungjawab. Potensi dan kelebihan itu bukanlah “anak
    tirimu” ia bahkan lebih dari anakmu, ia adalah “daging jiwamu” yang
    menghidupkanmu kelak.

    So,
    hari ini adalah hari yang spesial untukmu. Jadilah dirimu sendiri di tahun
    2014. 

    1,155 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    2 tanggapan untuk “Jadilah Dirimu yang Unik”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *