Ingatlah garis finishmu

    Saat kamu memasrahkan seluruh harimu, waktumu, energy dan fikiranmu pada tujuan, dan bergairah akannya. Saat itulah, secara otomatis kamu akan merasakan kekuatan fisikmu bertambah, hingga kamu mampu melangkah lebih, dan bertindak lebih. Saat itulah, antusias dalam dirimu tumbuh. Ketika semua ini bersatu dan menjadi bagian dari dirimu, kamu akan memperolah suatu penasehat dari dirimu. Kamu akan dikendalikan oleh tujuanmu, saat-saat terutama apa yang kamu lakukan tidak mengarah pada tujuan tersebut.

    Tapi, syaratnya kamu harus benar-benar memiliki tujuan dari apa yang kamu butuhkan dalam meniti hidup. Bukan hanya sekedar melangkah, menghabiskan hidup tanpa tindakan yang terarah. Dengan menghormati dan menghargai hidup, memberikan ia supplement agar tetap bergentayangan di sepanjang waktu dan tempat di mana kamu berada. Sehingga, ia membuatmu pada lalu lintas impian yang ada. Tidak pada jalan yang mengantarkan kepada tujuan yang tak pernah diinginkan.
    Nyatakan dan gambarkan, seakan tujuan itu berada 3 cm. di depan dirimu. Kamu bisa menyaksikan dengan sedetail-detailnya menganai tujuan itu, dari samping, ke kanan. Dari kanan ke kiri. Atas-bawah, bawah-atas dan seterusnya. Semakin betah melihat tujuan itu, semakin betah kamu mengupayakan semua terjadi.
    Dengan penglihatan super dahysat ini, kamu mematrikannya di bawah kesadaranmu. Ia memasuki memori alam bawah sadar, di sanalah gambaran itu berakumulasi dengan semua rasa, dan emosi. Termasuk dengan kebiasan yang telah kamu tanam bertahun-tahun yang lalu. Tapi, tujuan itu tak serta merta langsung asal nyelonong saja masuk ke memori tersebut. Itu terealisasikan saat kamu ‘berulang-ulang’ mengingat gambaran tersebut.
    Celakanya, seumuran seperti kamu seringkali tidak fokus pada satu tujuan. Tujuan yang hanya bersifat musim-an. Jika musim ini, kamu ikutan ini. jika musim itu, kamu juga ga mau ketinggalan, ingin ikut itu pula. Lah, jika kamu biarkan dirimu begini, berarti kamu tak memiliki pendirian, kamu sebenarnya tak memiliki tujuan. Tujuan itu adalah perpaduan dari semua kebutuhan, kebutuhan akan apa saja. So, bersikaplah kompromi saat tujuanmu bertentangan dengan teman-temanmu, atau keluargamu.
    Pasrahkan dirimu;perasaan dan pikiran pada tujuan, dengan sepasrah-pasrahnya. Dan tujuan itu secara otomatis menjadi kompas dari berjuta-juta langkah yang menuntunmu kepada tujuan tersebut. Sekali melangkah, tanggung jika tidak dilanjutkan. Melanjutkan dengan memberikan jejak yang terbaik pada masa lalumu.
    Untuk dapat mencapai sesuatu, kamu harus memiliki visualisasi tentangnya. dan merencanakan untuknya. Merencanakan bukan sebatas di atas kertas, tapi benar-benar mengupayakan agar menjadi kenyataan. Bahkan jika perlu, menjadikannya nyata melebihi dari sekedar visualisasi tujuanmu itu. Dan inilah yang menjadikan apa yang tampak mustahil, begitu berhasil. Apa yang zero, menjadi super hero.
    Sekali lagi, rencana yang ditindaklanjuti, dengan menyelesaikan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Kamu yang berencana memiliki Hp, segera rencanakan keuanganmu untuk itu. Dengan menabung setiap hari, dan lakukan dengan sungguh-sungguh.
    Dalam tindak lanjut, kamu tidak hanya mengupayakan segala terjadi. Tapi, kamu menyuburkan tujuan itu agar benar-benar terjadi, membuatnya semakin kokoh untuk diperjuangkan. Dan itu, tak akan membuatmu goyah dan beralih ke tujuan lain yang hanya obsesi sesaat akibat dari tidak adanya keyakinan penuh. Keyakinan itu tumbuh dari langkah demi langkah, dari upaya yang dilaksanakan dengan mengalir tapi kreatif.
    Satu point lagi, hasratmu agar sampai ke garis finishmu akan semakin terbilang klimaks, saat  tak seorang pun memperjuangkan dirinya sampai kepada tujuanmu. Berjatuhan di tengah jalan, dan tak mau bangkit kembali. Lah, itulah celah kamu menciptakan semangat baru.

    595 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *