Hidup itu Harus Memiliki Tujuan

    Tidak adanya tujuan yang telah ditetapkan, seringkali membuat kita melakukan tindakan-tindakan yang tidak penting
    ~anonim~
    Ada sebuah ungkapan yang juga tak kalah penting, yaitu bahwa hidup yang tak memiliki tujuan adalah hidup yang tak pantas untuk dijalani. Ya, begitulah akan pentingnya sebuah tujuan dari hidup ini. Dari beberapa catatan sejarah yang ada, semuanya diawali dari cikal bakal yaitu ‘menetapkan tujuan’. Bahkan, penciptaan manusia ke dunia ini tentu memiliki tujuan tertentu.
    Kita tidak akan pernah menyaksikan gedung-gedung yang tinggi jika tidak memiliki tujuan, kita juga tidak akan pernah menyaksikan anak-anak yang bergembira bermain ria jika kita tidak memiliki tujuan yang jelas. Oleh karena itulah, tujuan hidup adalah sama dengan hidup itu sendiri. Artinya, semua yang ada berawal dari adanya tujuan. Karena ia telah mewujudkan apa yang tak tampak menjadi tampak, yang masih abstrak menjadi konkrit.
    Dengan memiliki tujuan yang jelas, hidup dan waktu kita tidak akan terisi oleh hal-hal yang kurang bermanfaat. Ya, tujuan yang menyadarkan dan selalu diingat. Di saat seseorang hanya membiarkan dari waktunya, maka ia akan diisi oleh waktu. Begini, ketika kita tidak memanfaatkan waktu, maka waktulah yang akan memanfaatkanmu. di saat pilihan hanya terdiri antara iya atau tidak, maka saat itulah harus memutuskan apakah benar-benar menggunakannya atau mengabaikannya. Nah, dengan memiliki tujuan yang jelas, berarti kita telah mengatakan “iya” untuk memanfaatkan waktu, dan kita pun mengatur dan tidak diatur oleh waktu.
    Selain itu, tujuan membuat seseorang akan termotivasi mencapai sesuatunya. Jika tujuanmu hanya berurusan dengan makan, maka hanya sebatas itulah yang  di dapatkan. Oleh karena itu, tujuan yang tinggi sudah menjadi menu yang sangat dianjurkan dalam meraih apa pun. Dengan syarat harus sesuai dengan “siapa” dan bagaimana kamu yang sekarang. Maksudnya, bersikaplah realistis. Karena tujuan yang tidak dapat dicapai akan memperkuat semua alasan mengapa seseorang tidak mengawali segalanya dengan mencoba terlebih dahulu.
    Ketika kita menetapkan tujuan secara spesifik dan dijelaskan secara terperinci, maka sekeras apa pun rintangan yang menghadang akan sangat mungkin menjadi hancur. Apa yang jauh, akan menjadi dekat. Apa yang terasa mustahil, akan menjadi “alhamdulillah bisa diambil”. Tergantung sejauh mana kita mampu mempertahankan kejujuran pada diri sendiri, dan menjalankan disiplin sepanjang waktu. Hal ini tidak menuntut kita harus menyelesaikannya dengan sempurna sekaligus, namun membutuhkan waktu yang bisa disempurnakan di lain kesempatan. Dengan persyaratan tidak menunda untuk segera melakukan dan tidak menunda untuk segera menyempurnakan hal-hal yang terasa kurang enak.
    Lalu, bagaimana cara menetapkan tujuan hidup ini? Sebaik tujuan itu tidak terpaku pada hasil, atau apa yang dihasilkan. Lebih jauh dari itu menekanka pada “proses”. Jadi, tujuannya  adalah proses mencapai sesuatu. Semisal, ketika kita menginginkan dapat IPK yang tinggi, maka tujuannya adalah bagaimana agar dapat konsisten belajar setiap hari. Dengan bertujuan pada proses, maka hasil akan mengikuti secara otomatis. Semacam hukum sebab-akibat.

    Kedua, kembangkan tujuan dari hal yang terkecil bertahap menuju hal yang lebih besar. Dari waktu bulanan menjadi semesteran dan seterusnya. Perlunya tahapan dari hal yang mudah dan kecil sama juga pentingnya kepercayaan pada diri sendiri. Karena kepercayaan diri didapatkan dengan kesuksesan mencapai tujuan-tujuan kecil yang sudah dilewati sebelumnya

    566 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *