Guru Mengajar dengan Tidur

    Saat
    itu bunyi bel pelajaran sudah berbunyi. Yang kebetulan lagi, waktu itu
    menunjukkan waktu siang hari, suasana yang serba panas dan tidak AC sama
    sekali. Nah, setelah beberapa menit, datanglah seorang guru dengan pakaian
    rapi, lengkap dengan dasinya. 


    Sementara,
    kelima murid dari guru tersebut masih saja tidur di depan papan tulis. Karena
    kelasnya yang lesehan, maka memudahkan bagi mereka menikmati tidurnya.
    Rata-rata, kelima murid tersebut seusia anak kuliahan. Dan gurunya juga sudah
    cukup bisa dibilang brewoan.

    Kesemua
    murid tersebut berjenis kelamin lelaki, dan berseragam resmi. Dengan celana
    hitam dan berkemeja putih. Tapi sayangnya, mereka tidak memiliki komitmen untuk
    menghargai waktu, gurunya, pelajarannya dan dirinya sendiri.
    Entah
    mengapa, tiba-tiba seorang guru tersebut mengambil caranya sendiri yang unik
    itu. Beliau pun ikut tidur bersama mereka sambil menerangkan apa yang
    seharusnya diterangkan dalam pelajaran saat itu. Jelasnya, mengajar sambil
    tidur. Karena para muridnya masih memiliki ‘perasaan malu’ kelima murid
    tersebut duduk dan meninggalkan kenikmatan tidurnya. Ketika semuanya sudah
    bangun, guru pun ikut bangun bersama mereka.*
    Quota

    Andaikata
    semua manusia tidak memiliki perasaan malu, maka lebur dan hancurlah hidup ini,
    semuanya.

    *Mimpi Nyata 

    1,165 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Satu tanggapan untuk “Guru Mengajar dengan Tidur”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *