Dilahirkan dengan Keikhlasan

    Manusia terlahir dari kedua orang tuanya yang telah
    menyambut lahirnya seorang bayi dengan penuh suka cita. Kehadirannya begitu
    memberikan suasana kenyamanan bagi kedua orang tuanya. Ia lahir dalam keadaan
    suci, tanpa ada beban dosa. Terlahir bagaikan kertas putih, yang harus dijaga
    keputihannya jangan terlalu banyak terkontaminasi oleh kotoran dosa. Di sini,
    semua orang merasa senang dengan kehadiran bayi tersebut, yang kelak menjadi
    pengganti dari kedua orang tuanya, penerus keturunan.
    Sampai dewasa kelak, seseorang pasti akan pernah ternodai.
    Dalam artian, pasti pernah melakukan dosa. Dosa ini yang menjadikan kehidupan
    seseorang hidupnya terasa berat. Gemuruh dunia tak mampu lagi ia hadapi,
    segalanya terasa menghimpit bagi dirinya. Iya, karena ia menentang fitrah ilahiyah yang nyatanya ada di masing-masing diri.
    Karena ketidaksucian ini, segala keinginan didasarkan pada
    hawa nafsu. Pada keakuan diri, yang tak berpangkal kepada kehendak ilahi. Ingin
    kekayaan, karena ego diri untuk menumpuk harta. Bukan untuk kepentingan Allah,
    mensedekahkan dan menghidupkan orang lain, sebagai contoh. Buruknya hati, juga
    berdampak pada kurangtulusnya niat.
    Dengan ikhlas, niat menjadi tulus, usaha tak putus-putus,
    dan hasilnya pun mulus (baik).tak ada kepentingan diri di atas hasil usaha,
    usaha menjadi prioritas utama dari setiap langkah yang akan dibuatnya. Dan itu
    adalah fitrah seseorang, yang penuh
    semangat dalam bekerja, yang produktif dalam berkarya, dan tak berpangku tangan
    menunggu takdir baik menghampirinya. Dengan gambaran, fitrah manusia yang diciptakan sebagai sebaik-baik makhluk dan
    sebagai khalifah di muka bumi ini.
    Predikat sebagai sebaik-baiknya makhluk tidak hanya terletak
    kepada kekuatan akal dan pikiran, namun lebih dari itu adalah bagaimana pikiran
    digerakkan oleh hati yang suci. Manusia bukan makhluk pemasal, masih kah
    mengaku manusia bila terus-menerus tak berusaha. Malu lah pada semut, malu lah
    kepada siput. Mereka kecil dan lambat, tak pernah mengeluh mengapa diciptakan
    begitu, mereka berusaha tanpa henti dan terus melangkah ke depan.
    Dalam bekerja dan berusaha, keikhlasan seolah menjadi menu
    wajib agar ia berakhir dengan baik. Banyak seseorang yang hancur, karena
    keserakahan dirinya akan harta. Banyak yang pintar, namun justru menjadi sebab
    dari kerusakan. Itu karena tak ikhlas berusaha, sehingga tak siap menerima buah
    usaha, kemudian tersia-sialah buah tersebut. Ikhlas juga menjadikan buah usaha
    meningkat dan diberikan hanya kepada mereka yang siap dengan buah tersebut,
    sehingga buahnya akan terasa lebih bermanfaat dan berguna.
    Keikhlasan tak pernah gagal memberikan buah kepada siapa pun
    yang melakukannya di waktu yang tepat. Banyak cerita dari keikhlasan yang
    berdampak bagi kehidupan pelakunya, tukang becak yang naik haji, pelajar
    mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk pertukarang pelajar, pengusaha mie
    yang berawal dari kaki lima, dan seorang guru sederhana yang mendapatkan
    seorang istri sholehah dan hafidzah. Subhanallah,
    ini semua adalah keajaiban yang Allah berikan kepada hambanya yang ikhlas dalam
    menjalani hidupnya.
    Karena itulah, ungkapkan keikhlasan Anda karena Allah. Bukan
    ingin dilihat orang yang suci, bukan karena ingin mendapatkan hasil yang lebih,
    bukan karena pamrih-pamrih apa pun. Ikhlas itu sederhana, ya, ikhlaslah dan
    ikhlaslah. Anda sebenarnya tak bisa untuk tidak ikhlas, karena di dalam diri
    Anda ada fitrah ilahiah. Menentang
    fitrah ini akan berdampak kepada ketidaknyamana diri, ikhlas memberikan
    ketenangan, kenyamanan tanpa ada perasaan bersalah.

    566 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Satu tanggapan untuk “Dilahirkan dengan Keikhlasan”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *