Cinta

    Saat kamu benar-benar mencintai dirimu dengan menganggap kamu adalah orang yang hebat, hal itu bukanlah petunjuk yang baik mengenai kehebatan dirimu sendiri. Yang dapat menilai kamu hebat atau tidak hanyalah orang lain. Kamu hanya bisa menerima umpan tersebut dari orang-orang yang berada di sekelilingmu.
    Cara terbaik mencintai dirimu sendiri adalah kamu harus mampu melihat, mendengarkan, dan merasakan dirimu yang dikaruhiai berbagai macam kelebihan. Bangunlah interaksi di dalam dirimu, mengenai apa yang kamu katakana pada dirimu dengan “penuh menyenangkan”. Semakin kamu mengenali semua kebaikan, dan kelebihanmu. Semakin pula kau tertarik kepada dirimu sendiri.
    Mulai saat ini, cobalah sebutkan beberapa prestasi yang pernah kamu torehkan, beberapa kebaikan dan komentar baik orang lain kepadamu. Setelah itu, ingatan tersebut diikat dengan perasaan bahagia. Bayangkan, kamu kembali ke suasana di mana kamu pernah bahagia, saat kamu mendapatkan penghargaan dari kepada sekolahmu, misalnya.
    Semakin kamu mengakrabkan keadaan perasaan yang positif dengan pengalaman yang tak ternilai harganya. Semakin pula kamu membangun dengan kokoh perasaan cinta terhadap diri sendiri, untuk menggapai impian yang lebih besar.
    Jika prestasi adalah hal yang tampak nyata di masa lalu, dan diupayakan agar kembali muncul di masa sekarang dengan bayangan yang diikat dengan perasaan di masa sekarang. Maka, langkah selanjutnya bagimu adalah bagaimana kamu mempersepsikan segala sesuatunya turut membantumu untuk dapat cintai dirimu sendiri.
    Seberapa hebatnya kamu mengikat penghargaan masa lalumu dengan perasaan positif di masa sekarang dengan baik. Tapi, jika kamu belum cakap dalam mempersepsikan apa yang sedang dan akan yang terjadi, kamu akan terhempas ke dalam perasaan yang negative. Seolah-olah tidak ada penjaga lalu lintas pengalaman masa sekarang, dan asal nyelonong masuk ke alam fikiranmu.
    Jelas, kamu ga mau kan jika sikapmu dikendalikan oleh pengalam negative yang dipersepsi dengan negative pula. Karena hal itu menyebabkanmu tambah susah untuk berusaha lebih; lebih cerdas, lebih keras dan lebih pas.

    610 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *